Apa itu tekanan Osmotik

Apa itu tekanan Osmotik? – kali ini akan kita jelaskan seputar pengertian, rumus, contoh beserta proses terjadinya dari tekanan osmotik. Simak selengkapnya dibawah ini.

Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. Misalnya, sel darah merah memiliki dinding sel yang berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah.

Pengertian dari Osmosis sendiri sebagai perpindahan molekul pelarut lewat selaput semipermiebel yang berasal dari bagian yang lebih encer di bagian yang lebih pekat maupun dari bagian yang konsentrasi pelarutnya tinggi menuju ke konsentrasi pelarut lebih rendah, misalnya air.

Membrane semipermeable perlu bisa dilewati oleh pelarut, namun buka zat terlarut yang memicu gradient tekanan di sepanjang membrane.

Osmosis adalah sebuah fenomena alami, namun bisa dihambat dengan buatan melalui cara peningkatan tekanan di bagian dengan konsentrasi pekat.

Tekanan Osmotik adalah sifatnya koligatif, yang mempunyai arti bahwa sifat tersebut akan bergantung dengan konsentrasi terlarut dan bukannya dalam sifat zat yang terlarut tersebut sendiri.

Rumus tekanan Osmotik

Besarnya dari tekanan Osmotik larutan oleh vant hoff telah dinyatakan menggunakan rumus berikut ini :

∏ = M R T

Dengan :

  • ∏ = tekanan Osmotik larutan atau atmosfir
  • M = molaritas dari larutan atau mol/L
  • R = kontanta gas ( 0,08205 l atom mol – 1 K – 1 )
  • T = suhu mutlak ( 273 + C derajat ) K

Dalam hubungannya menggunakan konsentrasi larutan Van’t Hoff memberikan kseimpulan bahwa tekanan osmosis larutan nantinya akan makin besar.

5 Faktor yang mempengaruhi tekanan Osmotik

1. Suhu

Pergerakan molekul disebabkan pengruh suhu. Kadar resapan yang akan menjadi lebih cepat di suhu yang tinggi daripada dengan suhu yang rendah.

2. Ukuran molekul yang meresap

Molekul yang lebih kecil dibandingkan dengan garis pusat lubang membrane akan meresap pula secara mudah

3. Ketebalan membrane

Kadar resapan sebuah molekul berkadar songsang berjarak yang perlu dilaluinya. Berbanding dengan satu membrane yang tebal, dan kadar resapan lewat satu membrane yang tipis adalah lebih cepat.

4. Keterlarutan lipid

Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi akan meresap lebih cepat dibandingkan dengan molekul yang kelarutannya lebih rendah misalnya seperti lipid.

5. Luas permukaan membrane

Kadar resapan jadi lebih cepat bila luas permukaan membrane yang telah disediakan untuk resapan yakni lebih besar.

Demikianlah tadi mengenai Apa itu tekanan osmosis?. Jadi, teknanan osmosis merupakan perpindahan molekul pelarut lewat selaput semipermiabel dari bagian lebih encer menuju bagian lebih pekat/ sebaliknya. Semoga menambah ilmu pengetahuannya.

Contoh Tekanan Osmotik

  • Air dalam tanah dapat diserap oleh sel akar tanaman melalui osmosis.
  • Kentang yang diletakkan dalam air murni akan terus membengkak dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan
  • kentang akan dialiri oleh air melalui osmosis.

Contoh Tekanan Osmotik di Tubuh

Pentransferan mineral dan garam yang terdapat dalam air melalui osmosis. Dalam tubuh akan mempertahankan konsentrasi osmosis air, garam dan glukosa ketika membran plasma sel telah dilalui oleh air. Maka dari itu pencegahan kerusakan sel dapat dilakukan melalui filtrasi osmotik.

Keseimbangan cairan dalam tubuh ikan air tawar dapat dijaga melalui osmosis. Hal ini disebabkan dalam tubuh ikan terdapat konsentrasi garam yang lebih tinggi dibandingkan air disekelilingnya. Maka dari itu ikan ikan tersebut tidak harus minum air, karena tubuh mereka akan menyerap air secara spontan dan menghasilkan garam dalam tubuh.

Contoh Tekanan Osmotik dlm Kehidupan Sehari hari

  • Efek osmosis dapat dirasakan ketika pembengkakan kulit tangan karena direndam dalam cucian dengan waktu yang lama.
  • Penyusutan siput saat kita menuangkan garam ke tubuhnya sehingga akan terjadi difusi pada air akibat osmosis.

Sekian penjelasan mengenai pengertian tekanan osmosis, rumus, proses terjadinya dan contohnya. Tekanan osmosis ialah proses terjadinya pemindahan molekul pelarut yang bagiannya lebih encer menuju bagian yang lebih pekat melalui selaput semipermeabel. Semoga artikel ini dapat bermanfaat




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *