Apa yang dimaksud dengan Absorpsi

Absorpsi : Penyerapan sebagian panas matahari sebelum mencapai bumi oleh lapisan atmosfer.

Fenomena atau proses absorpsi terbagi menjadi dua jenis, yaitu absorpsi aktif dan absorpsi pasif.

Absorpsi aktif

Absorpsi aktif atau yang juga dikenal dengan pernyerapan aktif terjadi pada tanaman yang melakukan penyerapan air secara aktif. Hal ini terjadi saat sel-sel rambut yang terdapat pada sebuah akar tanaman mulai menyerap air.

Proses absorpsi aktif dimulai dari akar bahkan saat tingkat transpiransinya rendah. Setelah penyerapan aktif terjadi, air akan mulai disalurkan ke seluruh anggota tubuh dari tanaman. Dan pada akhirnya sampai pada daun. Dalam fenomena penyerapan aktif ini membutuhkan adanya energi dari sel.

Saat proses penyerapan aktif terjadi, seluruh partikel seperti ion, protein, sel besar, kemudian gula akan diangkut. Terjadinya proses penyerapan aktif ini dapat menyebabkan seluruh molekul terbawa melalui membran sel yang melawan gradien konsentrasi. Sehingga, sel-sel yang terdapat pada suatu tanaman memiliki asupan nutrisi yang mencukupi.

Absorpsi pasif

Absorpsi pasif adalah suatu proses atau fenomena penyerapan air yang dilakukan oleh tubuh tanpa adanya sebuah energi dalam penyerapan air tersebut. Absorpsi pasif dikenal juga dengan Difusi yaitu pergerakan pada obat yang berawal dari konsentransi tinggi menuju konsentrasi rendah.

Jadi perbedaan yang paling mencolok dari absorpsi aktif dan abosrpsi pasif adalah pada penggunaan energi. Pada absorpsi aktif membutuhkan banyak energi untuk penyerapan sedangkan pada absorpsi pasif, energi tidak diperlukan dalam sebuah penyerapan.

Fungsi Absorbsi dalam industri

Meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya Contoh :

  1. 1.Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi.Teknologi proses pembuatan formalin Formaldehid sebagai gas input dimasukkan ke dalam reaktor. Output dari reaktor yang berupa gas yang mempunyai suhu 1820C didinginkan pada kondensor hingga suhu 55 0C,dimasukkan ke dalam absorber.Keluaran dari absorber pada tingkat I mengandung larutan formalin dengan kadar formaldehid sekitar 37 – 40%. Bagian terbesar dari metanol, air,dan formaldehid dikondensasi di bawah air pendingin bagian dari menara, dan hampir semua removal dari sisa metanol dan formaldehid dari gas terjadi dibagian atas absorber dengan counter current contact dengan air proses.
  2. Pembuatan asam nitrat (absorpsi NO dan NO2).Proses pembuatan asam nitrat Tahap akhir dari proses pembuatan asam nitrat berlangsung dalam kolom absorpsi. Pada setiap tingkat kolom terjadi reaksi oksidasi NO menjadi NO2 dan reaksi absorpsi NO2 oleh air menjadi asam nitrat.  Kolom absorpsi mempunyai empat fluks masuk dan dua fluks keluar. Empat fluks masuk yaitu air umpan absorber, udara pemutih, gas proses, dan asam lemah. Dua fluks keluar yaitu asam nitrat produk dan gas buang. Kolom absorpsi dirancang untuk menghasilkan asam nitrat dengan konsentrasi 60 % berat dan kandungan NOx gas buang tidak lebih dari 200 ppm.

Prinsip Kerja Kolom Absorbsi

  1. Kolom absorbsi adalah sebuah kolom, dimana ada zat yang berbeda fase mengalir berlawanan arah yang dapat menyebabkan komponen kimia ditransfer dari satu fase cairan ke fase lainnya, terjadi hampir pada setiap reaktor kimia. Proses ini dapat berupa absorpsi gas, destilasi,pelarutan yang terjadi pada semua reaksi kimia.
  2. Campuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor diumpankan kebawah menara absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua fasa yaitu fasa gas dan fasa cair mengakibatkan perpindahan massa difusional dalam umpan gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian atas menara. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing dengan dua tingkat.

Proses Pengolahan Kembali Pelarut Dalam Proses Kolom Absorber

  1. Konfigurasi reaktor akan berbeda dan disesuaikan dengan sifat alami dari pelarut yang digunakan
  2. Aspek Thermodynamic (suhu dekomposisi dari pelarut),Volalitas pelarut,dan aspek kimia/fisika seperti korosivitas, viskositas,toxisitas, juga termasuk biaya, semuanya akan diperhitungkan ketika memilih pelarut untuk spesifik sesuai dengan proses yang akan dilakukan.
  3. Ketika volalitas pelarut sangat rendah, contohnya pelarut tidak muncul pada aliran gas, proses untuk meregenerasinya cukup sederhana yakni dengan memanaskannya.

Contoh pertama
Cairan absorber yang akan didaur ulang masuk kedalam kolom pengolahan dari bagian atasnya dan akan dicampur /dikontakan dengan stripping vapor.Gas ini bisa uap atau gas mulia, dengan kondisi
termodinamika yang telah disesuaikan.dengan pelarut yang terpolusi. Absorber yang bersih lalu digunakan kembali di absorpsi kolo

Contoh kedua
Absorber yang akan didaur ulang masuk ke kolom pemanasan stripping column.The stripping vapor dibuat dari cairan pelarut itu sendiri.Bagian yang telah didaur ulang lalu digunakan lagi untuk menjadi absorber.

Contoh ketiga
Sebuah kolom destilasi juga dapat digunakan untuk mendaur ulang. Absorber yang terpolusi dilewatkan kedalam destilasi kolom. Dibawahnya, pelarut dikumpulkan dan dikirim kembali ke absorber.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *