Apa yang dimaksud dengan keturunan yang fertil?

JawabApa yang dimaksud dengan keturunan yang fertil?
Tanti Staff asked 1 tahun ago

Apa yang dimaksud dengan keturunan yang fertil?

Loading…

2 Answers
Jaja Jamaludin Staff answered 1 tahun ago

Keturunan fertil adalah anak (F1) yang tidak mandul (tidak steril). Artinya, apabila anak ini dikawinkan dengan spesies sejenis, maka ia akan menghasilkan anak lagi (F2).

Loading…

Dadan Staff answered 9 bulan ago

Bagian Fertil
Bagian reproduktif atau fertil bunga terdiri dari struktur reproduksi jantan atau stamen (mikrosporofil) dan struktur reproduksi betina atau karpel (megasporofil). Stamen menyusun andresium sedang karpel atau pistil menyusun ginesium.

  • Stamen

Struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera. Polen yang dihasilkan antera kemudian akan dibawa serangga atau hewan polinator lain ke bunga yang lain untuk membuahi sel telur.
Stamen atau alat perkembangbiakan jantan, menyusun lingkaran ketiga dari bunga, yaitu di bagian dalam atau atas korola. Kumpulan dari stamen menyusun androecium. Pada umumnya, stamen terdiri dari filamen yang berbentuk seperti tangkai dengan antera di ujungnya. Antera adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari kantung polen atau mikrosporangia. Setiap kantung polen disusun oleh lapisan dinding dan lokulus tempat pembentukan mikrospora. Kebanyakan angiospermae memiliki antera yang tetrasporangiate (empat sporangium) dengan dua lokulus pada setiap lobusnya yang juga berjumlah dua. Beberapa angiospermae memiliki antera yang bisporangiate dengan satu lokulus pada setiap setengah anteranya. Pada saat dewasa, sebelum antera pecah, dinding pemisah pada lokulus rusak sehingga antera yang tetrasporangiate tampak seperti bilokulus dan antera yang bisporangiate tampak seperti unilokular.
 Filamen umumnya memiliki struktur yang relatif sederhana dengan parenkima mengelilingi jaringan pembuluh yang amfikibral. Epidermis yang berkutin dapat memiliki trikom, sedang pada antera dan filamen dapat pula dijumpai stomata. Jaringan pembuluh yang terdapat di sepanjang filamen dapat berakhir pada dasar antera atau pada konektivum yang berada di antara dua belahan antera.
 Antera pada umumnya membuka secara memecah atau membuka secara spontan. Pecahnya antera didahului dengan rusaknya dinding pemisah di antara dua lokulus pada lobus yang sama. Kemudian jaringan terluar dari antera, yaitu epidermis bersel tunggal juga rusak sehingga polen dilepaskan melalui celah panjang atau stomium. Dinding sub epidermis antera, yaitu endotesium, yang memiliki penebalan sekunder berupa ‘strips thickening’, tampaknya yang menginduksi rusaknya stomium karena adanya perbedaan derajat pengerutan saat antera mengalami kekeringan. Pada beberapa spesies, stomium merupakan pori yang dibentuk di tepi atau pada apeks lobus antera.

  • Pistilum

Pistilum atau alat perkembangbiakan betina, dapat terdiri dari satu atau lebih daun buah (karpel), berada di bagian tengah bunga. Kumpulan dari karpel disebut sebagai ginoecium. Bunga dapat memiliki satu atau lebih karpel. Jika bunga memiliki 2 atau lebih karpel, karpel-karpel tersebut dapat bebas satu dari yang lain (ginesium apokarp) atau bersatu (ginesium sinkarp). Ginesium dengan satu karpel diklasifikasikan sebagai apokarp. Pistilum terdiri dari 3 bagian yaitu:
1) Stigma yang merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan merupakan tempat melekatnya polen;
2) Stilus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium (bakal buah).
3) Ovarium (bakal buah), merupakan bagian basal dari pistil berupa suatu ruangan dengan satu atau lebih bakal biji (ovulum) di dalamnya.
Sperma dari polen akan bergerak turun melalui tabung tersebut menuju ke ovulum (bakal biji). Selanjutnya, ovulum dan sel telur akan tersimpan dalam ovarium sampai terjadinya fertilisasi (pembuahan). Fertilisasi hanya dapat terjadi pada tumbuhan dari spesies yang sama. Senyawa-senyawa kimia tertentu dari telur akan mencegah pembuahan oleh sperma yang berasal dari bunga spesies yang berbeda.
Stilus merupakan pemanjangan ke arah atas dari karpel. Pada ginesium sinkarp dengan satu stilus, stilus berasal dari semua karpel yang menyusun ginesium. Karpel mungkin saja tidak bersatu secara sempurna sehingga stilus menyatu di bagian dasar tetapi terpisah di bagian atas; atau ada banyak unit stilus (stilus bercabang atau ’stylodes’) sejumlah karpel pada ovarium yang sinkarp. Stilus dan ’stylodes’ mungkin memiliki struktur yang padat atau dengan saluran di tengahnya. Pada kebanyakan angiospermae, stilus adalah padat. Stigma dewasa memberikan lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan butir polen dan saat matang disebut sebagai reseptif. Stigma yang reseptif dapat ditutupi senyawa-senyawa yang disekresikan (stigma basah) atau tidak ditutupi senyawa-senyawa yang disekresikan (stigma kering). Stigma basah sebenarnya merupakan suatu kelenjar. Sel epidermis stigma umumnya memanjang membentuk papila dengan rambut pendek atau panjang bercabang, seperti pada bunga rumput-rumputan. Jaringan stigma dihubungkan dengan ovulum di ruang ovarium oleh ’pollen transmitting tissue’ yang berfungsi sebagai jalan dan sumber makanan untuk tabung polen yang sedang berkembang. Pada stilus yang memiliki saluran maka ’pollen transmitting tissue’ tadi akan menjadi batas terluar saluran. Pada stilus padat, ’pollen transmitting tissue’ membentuk satu atau lebih ’benang’ yang tertanam dalam jaringan pengisi atau berasosiasi dengan ikatan pembuluh.
Stigma yang berkelenjar memiliki struktur dan fungsi yang mirip nektar. Lapisan epidermis dan sub epidermis menghasilkan sekret (hasil sekresi) yang akan melapisi dinding epidermis. Dari sejumlah tumbuhan yang telah dianalisis ternyata sekret ini mengandung sedikit gula atau tidak mengandung gula, tetapi terutama senyawa lipid dan fenolat seperti antosianin, flavonoid, asam sinamat. Lipid kemungkinan berhubungan dengan komponen lilin pada dinding epidermis yang berfungsi untuk mencegah hilangnya air. Fenol yang ada dalam bentuk glikosida dan ester serta hasil hidrolisanya dapat menyuplai gula yang diperlukan untuk perkecambahan polen. Senyawa fenol juga memiliki fungsi yang lain yaitu sebagai pelindung dari serangga, infeksi penyakit, dan stimulasi atau inhibisi perkecambahan polen, mungkin dalam kaitannya dengan fenomena polinasi yang kompatibel atau inkompatibel.
Karpel dari ginesium apokarp maupun seluruh ginesium sinkarp umumnya berdiferensiasi menjadi bagian bawah yang fertil (ovarium) dan bagian atas yang steril (stilus) yang merupakan hasil pemanjangan dinding ovarium. Bagian paling atas dari stilus biasanya berdiferensiasi menjadi stigma. Bila stilus tidak berkembang, stigma tampak melekat pada ovarium. Stilus memiliki struktur sempit, berukuran pendek atau panjang, merupakan jaringan tempat tabung polen tumbuh dalam perjalanannya menuju ovulum, dan stigma yang berada di ujung stilus dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi.
Karpel yang terletak pada posisi lebih tinggi dibanding reseptakel maka ovarium disebut sebagai superior dan bunga hipogin. Pada tumbuhan tertentu periantium dan stamen terletak pada tepi tengah reseptakel, bunga seperti itu disebut sebagai perigin dan ovariumnya intermediate atau pseudo inferior. Bila ovarium berada di bawah organ bunga yang lain, ovarium disebut inferior dan bunga epigin.
Di dalam struktur ovarium terdapat dinding ovarium, ruangan ovarium (lokul/lokulus), dan pada ovarium yang memiliki banyak ruang, terdapat dinding pemisah/sekat. Ovulum berada pada tempat tertentu di dinding ovarium paling dalam. Tempat perlekatan ovulum di dinding ovarium disebut sebagai plasenta. Pada setiap karpel, plasenta dapat berada dekat tepi karpel atau agak jauh dari tepi karpel sehingga dikenal plasenta marginal dan laminar. Plasenta kadang dapat tumbuh secara nyata dan menutupi lumen dari ruang ovarium.

Loading…