Apa makna dan arti keluarga?

JawabApa makna dan arti keluarga?
Tanti Staff asked 1 tahun ago

Apa makna dan arti keluarga?

Loading…

2 Answers
Jaja Jamaludin Staff answered 1 tahun ago

Makna dan arti keluarga adalah beberapa individu yang tergabung dalam satu rumah tangga yang sama karena hubungan darah, ikatan perkawinan, dan hal-hal lainnya. Secara umum, keluarga selalu menjadi tempat pertama untuk berbagi kasih sayang, mengatasi masalah yang sedang dialami salah satu anggota keluarga, dan membentuk karakter diri masing-masing individu dalam keluarga. Betapa pentingnya arti dari sebuah keluarga. Maka dari itu, meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga sangatlah diperlukan agar keutuhannya tetap terjaga.

Loading…

Dadan Staff answered 9 bulan ago

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, yaitu yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang terbentuk oleh ikatan pernikahan, atau adopsi. Itu adalah pengertian keluarga yang saya tau dari internet. Sementara ini saya masih menjadi seorang anak, karena saya belum menikah. Keluarga bagi saya adalah segalanya. Jadi berbahagialah bagi anda yang masih mempunyai keluarga, buatlah keluarga bangga dengan prestasi kita dan jangan pernah mengecewakan keluarga.
Berikut ini merupakan beberapa makna penting keluarga dalam kehidupan manusia.
Dukungan, Ketenangan dan Keamanan
Keluarga adalah unit pertama dan utama yang mampu memberikan dukungan dan rasa ketenangan, dan keamanan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Penting bagi manusia untuk merasa didukung, dihargai, dihormati. Pada saat yang sama, penting bagi manusia untuk mendapatkan ketenangan dan perasaan aman. Bukan hanya pada anak-anak, namun juga bagi orang dewasa. Keluarga menyediakan semua dukungan, ketenangan dan keamanan bagi penghuninya.
Penerimaan, Cinta dan Pengertian
Di dalam keluarga, kita diterima, mendapatkan cinta dan dimengerti. Salah satu persoalan besar manusia –menurut Erich Fromm—adalah keterasingan. Manusia akan tersisksa apabila masuk dalam penjara keterasingan, dimana ia merasa tidak diterima, tidak dicintai dan tidak dimengerti. Keluarga mengeluarkan manusia dari jebakan alienasi seperti itu.
Pusat Keberadaan dan Tempat KembaliĀ 
Anda sering ditanya oleh teman, “Kamu di rumah apa tidak?” Karena rumah adalah pusat keberadaan manusia. Rumah juga menjadi tempat kembali bagi manusia. Sejauh apa pun anda melangkah, setinggi apapun anda terbang, selama apapun anda bepergian, anda pasti ingin pulang. Dan pulang itu adalah ke rumah, dimana keluarga anda berkumpul di dalamnya.
Pembentukan Nilai dan Karakter
Nilai-nilai dan karakter, pertama kali ditanamkan dan dibentuk dalam keluarga. Sejak anak dalam kandungan, sudah mendapatkan asupan nilai-nilai dari orangtuanya. Setelah lahir, anak akan mendapatkan pembiasaan dan nilai-nilai untuk menjadi pegangan mereka dalam kehidupan. Karakter anak, dibentuk dari dalam rumah, dari keluarga masing-masing. Bukan dimulai dari sekolah atau madrasah, tapi dimulai dari rumah.
Pengasuhan, Pendidikan dan Masa Depan Anak
Dimana anak mendapatkan pengasuhan, pendidikan dan sekaligus masa depan? Sudah pasti di keluarga. Sekian banyak anak yang hidup di jalanan, tidak ada yang mengasuh serta mendidik mereka.
Tidak ada pula yang menghantarkan mereka menuju masa depan. Mereka berjuang sendirian dengan penuh rintangan dan kerasnya kehidupan. Berbeda dengan apabila mereka memiliki keluarga yang mengasuh, mendidik dan menghantarkan mereka menuju masa depan gemilang.
Membantu Pengambilan Keputusan
Ada sangat banyak hal yang harus diputuskan dalam kehidupan. Sekolah dimana, kuliah dimana, bekerja dimana, menikah dengan siapa, tinggal dimana, itu semua adalah keputusan penting.
Kita memerlukan pertimbangan dan kemantapan dalam pengambilan keputusan penting hidup kita. Keluarga adalah unit yang membantu kita dalam mengambil keputusan. Kadang harus melewati perdebatan dan perbedan, namun justru itu yang menguji keyakinan dan kemantapan dalam mengambil keputusan.
Membentuk Harga Diri
Konsep ego dan harga diri, dibentuk dalam keluarga. Posisi-posisi dalam keluarga adalah unsur pembentuk ego dan harga diri seseorang. Misalnya seorang lelaki, setelah menikah ia adalah kepala keluarga, ia adalah suami dan ayah, ia juga anggota masyarakat yang diakui keberadaannya karena mewakili eksistensi satu keluarga.
Demikian pula seorang perempuan, setelah menikah, ia adalah ibu rumah tangga, ia adalah istri dan ibu, sekaligus warga masyarakat. Inilah faktor pembentuk ego dan harga diri yang penting bagi manusia.
Memberikan Identitas
Apabila anda ditanya, “Siapa kamu, darimana kamu berasal, dimana kamu tinggal, apa posisi kamu?” Apa jawaban anda? Tentu sangat banyak cara menjawab. Salah satunya adalah jawaban yang terkait dengan keluarga. Misalnya, “Saya seorang ibu rumah tangga. Saya kepala rumah tangga. Saya anak pak Fulan dan bu Fulanah”, dan lain sebagainya. Seseorang memiliki identitas yang jelas, karena memiliki keluarga.
Merayakan Kebahagiaan
Untuk siapa capaian prestasi anda? Dengan siapa anda merayakan keberhasilan? Apa yang menjadi motivasi anda dalam meraih puncak prestasi? Pastinya adalah keluarga. Saat anda melakukan selebrasi, hal pertama yang anda ingat dan anda ajak adalah keluarga. Baru sahabat, baru tetangga dan kerabat. Semua kebahagiaan anda, ada di dalam keluarga.
Meringankan Kedukaan
Semua manusia memiliki faktor kerentanan. Tidak ada manusia ingin mengalami kedukaan, namun saat harus mengalami dan merasakannya, keluarga akan mereduksi semua kedukaan itu.
Sangat berat bagi kita untuk menanggung kedukaan seorang diri. Tanpa keluarga, kita tidak memiliki tempat untuk membagi beban kedukaan. Betapa happy diri kita, saat ada pihak yang bersedia menampung kedukaan kita. Itulah keluarga.

Loading…