Jaringan Kolenkim adalah

  • by

Pengertian Jaringan Kolenkim:

Jaringan Kolenkim adalah jaringan pendukung dalam tumbuhan. Peran utamanya memberikan dukungan struktural, melindungi tanaman dengan berfungsi sebagai kerangka bagian dalam, seperti halnya tulang pada manusia dan hewan lainnya.

Sel-sel dalam jaringan kolenkim hidup, memanjang dan memiliki dinding yang tidak rata menebal. Jaringan Kolenkim tidak memiliki xilem, yaitu jaringan pembuluh yang mengalirkan air dan nutrisi ke atas dari akar.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai jaringan kolenkim. Apa itu jaringan kolenkim? Nah berikut ini kita akan membahasnya secara detail mengenai apa itu jaringan kolenkim mulai dari pengertian, ciri – ciri dan macam – macam jaringan kolenkim ini.

Fungsi Jaringan Kolenkim

Jaringan Kolenkim fungsinya memberikan suatu dukungan struktural yang terutama, mereka akan melayani bagian tumbuh tanaman, seperti tunas maupun daun.

Apa itu Jaringan Kolenkim

Jaringan ini merupakan salah satu jaringan penguat yang disusun atas sel – sel hidup, sel kolenkom ini sendiri mempunyai bentuk yang heksagonal dan dindingnya mengalami penebalan dikarenakan zat pectin di sebagian sel nya.

Jaringan kolenkim adalah jaringan penguat yang ditemukan pada organ muda yang masih berkembang, jaringan ini juga merupakan jaringan penguatan yang disusun oleh sel – sel yang masih hidup sehingga memiliki sifat yang umumnya kaku.

Sel kolenkim ini masih aktif dan melakukan metabolisme dikarenakan jaringan ini merupakan sel yang masih hidup. Jaringan kolenkim terletak di bawah jaringan epidermis.

Anda bisa menemukan jaringan kolenkim pada tumbuhan dikotil dan juga beberapa gymnospermae batang, daun serta buah yang masih aktif tumbuh.

Sedangkap pada tumbuhan monokotil jaringan ini tak bisa anda temukan karena jaringan kolenkim tidak terdapat pada tumbuhan monokotil dan hanya terdapat pada tumbuhan dikotil.

Jaringan kolenkim yang masih muda mengandung kloroplas yang membuatnya bisa melakukan reaksi fotosintesis.

Fungsi Jaringan Kolenkim:

  • Jaringan kolenkim memberikan kekuatan mekanis pada tangkai daun, dan batang tanaman dikotil muda.
  • Jaringan kolenkim memberikan fleksibilitas ke berbagai bagian tanaman seperti tangkai daun dan batang, yang memungkinkan pembengkokan mudah tanpa kerusakan.
  • Jaringan kolenkim memungkinkan pertumbuhan dan pemanjangan organ tanaman.
  • Jaringan kolenkim hadir dalam daun juga mencegah mereka merobek.
  • Sel-sel hidup dari jaringan kolenkim menyimpan makanan.
    Collenchyma ketika mengandung klorofil melakukan fungsi fotosintesis.

Jaringan Kolenkim fungsinya memberikan suatu dukungan struktural yang terutama, mereka akan melayani bagian tumbuh tanaman, seperti tunas maupun daun. Tumbuhan yang akan terkena berbagai macam tantangan struktural atau juga mereka mampu bertahan dari hal-hal seperti hujan lebat, hujan angin, maupun tekanan lain karena komposisi selular mereka. Sel Kolenkim ini berfungsi sebagai memberikan dukungan maupun mengisi ruang kosong yang seing digunakan untuk pertumbuhan yang selanjutnya.

Jaringan Kolenkim juga mempunyai dinding sel yang akan menebal yang memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan tambahan ke daerah-daerah di mana saja mereka ditemukan. Jika tidak ada sel kolenkim, kebanyakan tanaman ini akan mengalami kerusakan ketika mereka akan ditiup oleh angin atau ditumbuk oleh hujan karena mereka akan terlalu rapuk.

Jaringan Kolenkim akan melindungi tanaman dengan adanya melayani sebagai kerangka bagian dalam, sangat mirip yang tulang lakukan bagi manusia atau hewan yang lainnya.

Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Jaringan kolenkim memiliki beberapa ciri – ciri yaitu:

  • Jaringan kolenkim bekerja pada organ tumbuhan yang masih aktif.
  • Jaringan kolenkim mengandung protoplasma.
  • Dinding sel pada jaringan kolenkim ini tidak mengandung lignin akan tetapi mengandung pektin, selulosa dan juga hemiselulosa.
  • Beberapa sel jaringan kolenkim memiliki kloroplas yang membuatnya bisa melakukan proses fotosintesis.
  • Jaringan kolenkim umumnya bisa ditemukan pada tumbuhan yang masih muda utamanya pada tangkai, daun, tulang daun dan juga ranting.
  • Antar sel jaringan kolenkim bentuknya rapat sehingga ruang kosong yang tersedia pada jaringan ini sangatlah kecil.
  • Jaringan ini memiliki vakuola yang memiliki ukuran besar dan menonjol dikarenakan mempunyai isi sekretori. Di sekitar vakuola terdapat sitoplasma granula dan di bagian tengah vakuola ini terdapat inti sel atau yang disebut juga dengan nukleus.
  • Jaringan ini mempunyai bentuk memanjang dan sejajar dengan pusat organ yang ditempatinya.
  • Di dinding sel kolenkin secara umum biasanya mengalami penebalan setempat.

Struktur Jaringan Kolenkim

Jaringan Kolenkim yang terdiri dari lapisan yang berselang seling, kaya akan selulosa dengan sedikit pektin. Air dalam seluruh dinding sel kurang lebih nya 67%. Roelofsen diman (1959) menyatakan bahwa di dalam Petasites, dinding sel kolenkim juga berisi 45% pektin, 35% hemiselulosa, atau 20% selulosa. Dinding sel kolenkim Petasites ini juga terdiri dari 7-20 lamela yang akan bergantian maupun berseling antara lamela yang akan mengandung banyak suatu seluosa dan lamela yang mengandung sedikit selulosa.dimana Semakin mendekati lumen sel, selulosanya semakin banyak.

Menurut Czaja (1961), lamela ini akan melintang pada penebalan dinding kolenkim pada banyak kebanyakan tumbuhan dapat dideteksi dengan alat mikroskop cahaya terpolarisasi. Chafe (1970) telah banyak mengamati bahwa orientasi mikroserabut selulosa dalam lamela yang berurutan ini akan bergantian melintang dan membujur. Selama perkembangan penebalan dinding,akan terjadi penambahan lapisan mikroserabut yang akan mengelilingi seluruh sel sehingga dapat memperluas keliling sel.

Macam-Macam Jaringan Kolenkim

Jika berdasarkan dengan letak dan bentuk penebalan kolenkim dibedakan menjadi 4 macam yakni :

Angular (Sudut)

Kolenkim angular atau sudut mengalami penebalan di bagian sudutnya, misalnya seperti jaringan kolenkim ini secara umum ditemukan di dedaunan, member mereka tekstur bergelombang, anda bisa mempelajarinya secara khusus pada daun tanaman seledri.

Lamellar (Tangensial)

Kolenkim lamellar atau papan mengalami penebalan di dinding sel yang tangensial saja, kolenkim ini mempunyai dinding sel yang tebal hanya pada saat sejajar dengan permuaan struktur. Penebalan ini membuat jaringan ini bisa memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dan juga memberikan dukungan pada lapisan luar struktur tanaman.

Annular

Anular adalah jenis yang paling langka contohnya adalah jaringan kolenkim yang bisa diamati pada daun tanaman wortel, hal ini bisa dilihat dari dinding sel merata yang menebal dan diyakini sebagai struktur yang memberikan dukungan ke segala arah dengan tak ada satu sisi dinding yang menjadi lebih tebal.

Lacunate (Lakunar)

Jenis kolenkim ini mengalami penebalan di permukaan ruang antar sel dan dikenal memiliki banyak ruang di antara sel, dan dapat mengisi ruang di dalam bagian tanaman yang kososng yang rentan.

Sudah tahu kan, apa itu jaringan kolenkim mulai dari pengertian, ciri – ciri dan macam macamnya. Semoga dengan pembahasan kali ini bisa menambah ilmu pengetahuan anda, jangan lupa untuk mampir lagi ke website kami dan sampai jumpa pada pembasan materi berikutnya ya.

Loading…


Organisme autotrof adalah

Pengertian Organisme autotrof:

Organisme autotrof, sederhananya, adalah organisme yang mensintesis makanannya sendiri (bahan organik). Sebagai contoh, kita manusia heterotrof karena kita meneruskan organisme lain untuk mendapatkan bahan organik dan tumbuh. Tumbuhan di sisi lain dianggap contoh baik organisme autotrof karena mereka tidak membutuhkan organisme lain untuk makan, mereka dapat menghasilkan bahan organik sendiri!

Organisme hidup dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan kebutuhan energinya, yaitu autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah organisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri. Organisme yang tergolong autotrof hanya membutuhkan karbondioksida dan senyawa nitrogen anorganik sederhana guna menghasilkan makanannya tersebut.  Organisme yang termasuk dalam autotrof adalah tumbuhan. Hal ini dikarenakan tanaman dapat memproduksi makananya sendiri melalui proses yang dikenal dengan fotosintesis. Autotrof ini dianggap sebagai produsen karena bisa membentuk tingkat dasar dari rantai makanan.

Setelah mengetahui makna autotrof, selanjutnya yaitu heterotrof. Heterotrof adalah organisme yang tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri. Organisme ini masih bergantung pada organisme lain untuk bisa mendapatkan makanannya. Dengan demikian, heterotrof membutuhkan senyawa organik kompleks dari hewan atau tanaman lainnya. Senyawa tersebut contohnya karbon dan nitrogen. Karena kemampuannya yang tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri, maka organisme ini berada pada tingkat sekunder atau tersier.

JENIS AUTOTROF DAN CONTOHNYA

Autotrof diklasifikasikan lagi menjadi dua macam, yaitu:

Fototrof

Fototrof adalah organisme yang memanfaatkan sinar matahari untuk memproduksi makanannya sebagai sumber energi. Cahaya matahari dimanfaatkan untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi bahan organik. Senyawa organik tersebut nantinya digunakan untuk membangun strukturnya. Organisme ini juga bisa memberikan nutrisi pada semua bentuk makhluk hidup. Di lingkungan darat, organisme fototrof ini paling dominan, sementara di lingkungan air contoh organisme Fototrof antara lain ganggang, protista, fitoplankton dan bakteri.

Kemoautotrof

Jenis ini berbeda dengan fototrof, kemoautotrof memperoleh energinya dengan memanfaatkan energi dari reaksi kimia. Hal ini dilakukan dengan mengubah bahan anorganik menjadi organik. Pembuatan makanan disini membutuhkan oksigen atau yang disebut dengan aerob. Sementara penamaan organismenya sesuai dengan medianya contoh organisme kemoautotrof bakteri sulfur, bakteri nitrogen, dll.

JENIS HETEROTROF

Sama seperti organisme autotrof, heterotrof juga diklasifikasi menjadi dua macam yaitu fototrof dan kemoautotrof. Heterotrof juga disebut sebagai konsumen. Mereka tidak dapat memproduksi makanannya sendiri tanpa autotrof. Hal ini bisa diperoleh secara langsung maupun tidak langsung. Organisme heterotof ini dibedakan berdasarkan beberapa kelompok berdasarkan jenis makanannya, yaitu:

Herbivora

Hewan yang hanya memakan tumbuhan saja. Dalam rantai makanan, kelompok hewan jenis ini biasanya bertindak sebagai konsumen. Hewan herbivora contohnya kambing, sapi, belalang, kupu- kupu, kerbau, dll.

Karnivora

Karnivora adalah hewan pemakan daging saja atau yang memakan hewan lainnya. Kelompok hewan yang termasuk dalam jenis ini adalah serigala, ular, elang, singa, harimau, dll.

Omnivora

Omnivora ini adalah jenis makhluk hidup pemakan hewan dan tumbuhan atau biasa disebut dengan pemakan segalanya. Kelompok yang termasuk dalam jenis ini adalah manusia dan beruang.

Pengurai

Pengurai ini adalah jenis organisme yang memecah bahan organik dengan mengeluarkan enzim, contohnya enzim.

Detritivor

Merupakan jenis organisme yang memakan sisa- sia tanaman dan hewan yang sudah mati, contohnya cacing tanah.

Perbedaan Autotrof dan Heterotrof

Autotrof Heterotrof
Definisi Organisme yang mampu memproduksi makanannya sendiri dengan menghasilkan senyawa orbanik dari anorganik. Organisme yang tidak bisa memproduksi makanannya sendiri dan masih membutuhkan senyawa organik kompleks dari organisme lain.
Produksi makanan Memproduksi sendiri Tidak memproduksi makanan sendiri/ masih membutuhkan organisme lain.
Tingkatan rantai makanan Primer Kedua dan ketiga
Tipe/ kategori Fototrof dan kemoautotrof Fototrof dan kemoautotrof
Contoh Tumbuhan, alga dan bakteri Manusia dan hewan tertentu yang dikelompokkan dalam (herbivora, karnivora, omnivora, pengurai, detritivor).

Loading…