Apa yang dimaksud dengan Persepsi

Persepsi adalah cara Anda memikirkan atau memahami seseorang atau sesuatu. Itu juga apa yang kita pahami dari kelima indera kita – sentuhan, penglihatan, suara, bau, dan rasa. Namun, persepsi diwarnai oleh pengalaman, perasaan, dan pikiran kita di masa lalu. Adegan yang sama dapat dipahami dalam dua cara berbeda oleh dua individu yang berbeda.

Gibson mendefinisikan persepsi adalah proses di mana seseorang mempertahankan kontak dengan lingkungan. Persepsi adalah proses eksplorasi dan aktif. Persepsi manusia terkait dengan pergerakan tubuh di lingkungan alami. Dalam persepsi suatu sistem mengeksplorasi rangsangan yang tersedia kemudian menyesuaikan sistem yaitu organ-organ untuk mencapai penerimaan yang optimal. Persepsi berasal dari mekanisme saraf dan psikologis yang beroperasi pada informasi sensorik.

Persepsi adalah seleksi selanjutnya, organisasi, dan interpretasi input sensorik. Ini memperoleh informasi tentang lingkungan eksternal dan internal, dengan mengintegrasikan dan memanfaatkan memori, dalam pengalaman sadar, pengakuan, dan interpretasi hubungan dan peristiwa objek.

Dua orang yang melihat gelas berisi air setengahnya akan menafsirkannya dalam dua cara. Seseorang dapat mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong sedangkan yang lain akan mengatakan bahwa gelas itu setengah penuh. Dengan demikian, jelas bahwa individu yang berbeda dapat memahami dan menafsirkan informasi yang sama dengan cara yang berbeda.

Persepsi adalah proses di mana otak kita melakukan pengorganisasian informasi yang diperolehnya dari impuls neural dan kemudian mulai menerjemahkan dan menafsirkannya. Dengan kata lain, setelah panca indra kita menerima beberapa rangsangan yang dikirim ke otak kita sebagai impuls saraf, otak kita menafsirkan impuls tersebut sebagai gambar visual, suara, rasa, bau, sentuhan, atau rasa sakit.

Karena penafsiran pengertian ini terjadi sebagai hasil dari pengalaman seseorang, tidak seperti sensasi, hasil persepsi berbeda-beda menurut masing-masing individu. Pengalaman, pembelajaran, memori, harapan, dan perhatian penerima juga dapat membentuk persepsi. Oleh karena itu, persepsi adalah indikasi bagaimana dan apa yang orang pikirkan tentang sekitarnya, dan sebagai hasil dari bagaimana dia memahami dan melihat dunia.

Selain itu, persepsi melibatkan pemrosesan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah. Ini melibatkan pemrosesan bawah ke atas karena persepsi dibangun dari masukan sensorik. Di sisi lain, ini juga melibatkan metode atas ke bawah karena pengetahuan dan pengalaman yang ada mempengaruhi bagaimana kita menginterpretasikan sensasi tersebut.

Hubungan Antara Sensasi dan Persepsi

Sensasi terjadi ketika organ-organ sensorik mengirimkan informasi ke otak, dan informasi ini kemudian ditafsirkan dan diterjemahkan ke dalam informasi yang bermakna, yang dikenal sebagai persepsi. Karena itu, persepsi mengikuti sensasi

Pengertian Persepsi Menurut Ahli

1. Menurut Bimo Walgito = pengertian persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh penginderaan yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris.

2. Menurut Slameto (2010:102) = persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar, peraba, perasa,
dan pencium.

3. Menurut Robbins (2003:97) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian di analisa (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna.

4. Menurut Purwodarminto (1990: 759), persepsi adalah tanggapan langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pengindraan.

5. Dalam kamus besar psikologi, persepsi diartikan sebagai suatu proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indra-indra yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada dilingkungannya.

Persepsi mempunyai sifat subjektif, karena bergantung pada kemampuan dan keadaan dari masing-masing individu, sehingga akan ditafsirkan berbeda oleh individu yang satu dengan yang lain. Dengan demikian persepsi merupakan proses perlakuan individu yaitu pemberian tanggapan, arti, gambaran, atau penginterprestasian terhadap apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh indranya dalam bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku atau disebut sebagai perilaku individu.

Jenis-jenis Persepsi

Dalam pemahaman stimulus, maka persepsi dapat di bagi menjadi beberapa jenis. Yaitu :
• Persepsi melalui indera penglihatan.
Alat indera merupakan alat individu dalam mengadakan persepsi, salah satunya dengan penglihatan, yaitu dengan mata. Reseptor yang sebenarnya terletak pada didalam retina terletak adanya basiles ( rods ) dan cones, yang masing – masing mempunyai fungsi sendiri. Basiles atau rods berfungsi untuk membedakan terang gelapnya benda yang dilihat, sedangkan cones berfungsi membedakan warna yang dilihatnya. Warna sangat menarik dalam psikologi, karena ada tes warna yang dapat menghubungkan soal warna dan keadaan psikologis seseorang.

• Persepsi melalui indera pendengaran.
Telinga merupakan salah satu alat bagi untuk mengetahui keadaan disekitar manusia. Telinga terbagi atas beberapa bagian., yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam. Telinga luar berfungsi menerima stimulus dari luar, telinga tengah merupakan bagian yang meneruskan stimulus yang diterima dari telinga bagian luar atu berfungsi sebagai tranformer, sedangkan telinga bagian dalam merupakan reseptor sensitive yang merupakan saraf – saraf penerima. Stimulus berwujud bunyi merupakan getaran udara atau getaran medium lain. Sebagai respons dari stimulus itu orang dapat mendengarnya.

• Persepsi melalui indera pencium.
Orang dapat mencium bau melalui hidung. Sel – sel penerima atau reseptor bau terletak dalam hidung sebelah dalam. Stimulusnya berwujud benda – benda yang bersifat gas yang dapat menguap, dan mengenai alat – alat penerima yang ada di hidung, kemudian diteruskan saraf sensoris ke otak, sebagai respon dari stimulus itu orang dapat mencium bau.

• Persepsi melalui indera pengecap.
Indera pengecap terletak di lidah, stimulusnya berupa benda cair. Zat cair itu mengenai ujung sel penerima yang terdapat di lidah yang kemudian dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga orang dapat menyadari atau mempersepsi tentang apa yang dicecap itu. Ada 4 macam rasa adalah pahit, manis, asam, asin. Yang masing – masing dirasakan oleh daerah penerima rasa di lidah.

• Persepsi melalui kulit.
Melalui kulit dapat merasakan rasa sakit, rabaan, tekanan , dan temperature. Pada bagian – bagian tertentu saja dapat merasakan stimulus ini, sedangkan bebrapa bagian tidak. Rasa – rasa tersebut merupakan rasa kulit yang primer, sedangkan disamping itu masih ada variasi yang bermacam – macam.

Ciri-ciri Persepsi

1. Proses pengorganisasian berbagai pengalaman.
2. Proses menghubung-hubungkan antara pengalaman masa lalu dengan yang baru.
3. Proses pemilihan informasi.
4. Proses teorisasi dan rasionalisasi.
5. Proses penafsiran atau pemaknaan pesan verbal dan nonverbal.
6. Proses interaksi dan komunikasi berbagai pengalaman internal dan eksternal.
7. Melakukan penyimpulan atau keputusan-keputusan, pengertian-pengertian dan yang membentuk wujud persepsi individu. (Marliani, 2010)

Macam Persepsi

• External perception, yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan yang datang dari luar diri individu.
• Self-perception,yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri ( Sunaryo, 2004 ).

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

·Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.

·Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.

·Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

·Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

·Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

·Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

·Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.

·Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.

·Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.

·Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

·Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

Proses Terjadinya Persepsi

Menurut Hamka proses terjadinya persepsi melalui tahap-tahap sebagi berikut:
1. Tahap pertama merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik yaitu proses ditangkapnya suatu stimulus “objek” oleh panca indera.
2. Tahap kedua merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis yaitu proses diteruskannya stimulus atau objek yang telah diterima alat indera melalui syaraf-syaraf sensoris ke otak.
3. Tahap ketiga merupakan proses yang dikenal dengan nama proses psikologis yaitu proses dalam otak, sehingga individu mengerti, menyadari, menafsirkan dan menilai objek tersebut.
4. Tahap keempat merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan, gambaran atau kesan.

Contoh Persepsi

Persepsi dalam kehidupan sehari-hari.
Apa sebenarnya persepsi itu? Persepsi adalah suatu proses yang di dahului oleh penginderaan (penerimaan stimulus oleh individu melalui alat reseptor atau indera) dan pemberian makna terhadap stimulus tersebut. Atau dengan kata lain, proses menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, sekilas proses ini sangat sederhana, tetapi disadari atau tidak persepsilah yang membuat atau menyebabkan keadaan kita seperti apa yang kita rasakan.

• Kasus Pertama
Ketika seseorang dihadapkan dengan sutau gambar dan diminta untuk menjelaskan apa arti gambar tersebut. Maka masing-masing individu akan menjawab dan menjelaskan gambar tersebut sesuai dengan apa yang dilihat oleh orang tersebut. Dan masing-masing orang akan menjawab dengan interpretasi yang berbeda meskipun maksudnya adalah sama. Tetapi itulah yang dikatakan persepsi.

• Kasus Kedua
Ketika ada 10 orang mendengar suatu suara dan diminta untuk mengulang kembali suara tersebut. Maka indera yang bekerja adalah indera pendengaran yang dilanjutkan ke otak, maka otak akan menyaring informasi apa yang ditangkap oleh indera pendengaran kemudian setelah stimulus tersebut diterima maka informasi tersebut dapat diucapkan oleh masing-masing individu dan hasilnya pun dapat berbeda-beda sesuai dengan persepsi mereka.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *