Apa yang dimaksud dengan Escherichia coli

Escherichia coli adalah Bakteri gram negatif, mirip batang yang membentuk asam dan gas di hadapan karbohidrat dan umumnya ditemukan di usus manusia dan pada banyak hewan lain. Ini bisa bersifat patogen dan berimplikasi pada sejumlah penyakit yang ditularkan melalui makanan, dengan sekitar 10.000 hingga 20.000 kasus infeksi terjadi di Amerika Serikat setiap tahun. Ada ratusan jenis dari spesies yang satu ini.

Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E.

Klasifikasi ilmiah Escherichia Coli

Kingdom      :    Bacteria

Phylum         :    Proteobacteria

Class             :    Gamma Proteobacteria

Ordo             :    Eubacteriales

Family           :    Enterobacteriaceae

Genus           :    Escherichia

Species          :    Escherichia coli

Morfologi dan Fisiologi Escherichia coli

Bakteri berbentuk batang pendek (coccobacil, negatif gram, ukuran 0,4-0,7 um x 1.4 um, sebagian besar gerak positif dan beberapa strain mempunyai kapsul). Escherichia coli merupakan flora normal saluran pencernaan dan merupakan salah satu bakteri yang menghasilkan indol positif dan tergolong bakteri yang cepat meragi laktosa. Umumnya tidak menyebabkan hemolisa pada lempeng agar darah.

Escherichia coli tumbuh baik pada hampir semua media yang biasa dipakai dilaboratorium mikrobiologi, Pada media yang dipergunakan untuk isolasi bakteri enterik, sebagian besar strain Escherichia coli tumbuh sebagai koloni yang meragi laktosa. Escherichia coli bersifat mikroaerofilik.

Biakan Escherichia coli pada media membentuk koloni bulat konveks,  halus dengan tepi yang  rata dan sedikit mukoid. Pada media ENDO agar koloni tampak metalik. Escherichia coli termasuk dalam  bakteri coliform fekal, yang berasal dari kotoran hewan maupun manusia.

Struktur Antigen

Escherichia coli memiliki beberapa antigen, yaitu:

  1. Antigen O (somatik) yang bersifat tahan panas atau termostabil, dan terdiri dari lipopolisakarida yang mengandung glukosamin dan terdapat pada dinding sel bakteri gram negatif.
  2. Antigen H (flagel) yang bersifat tidak tahan panas atau termolabil dan akan rusak pada suhu 100o
  3. Antigen K (kapsul) / envelop antigen. Antihen ini terdapat pada permukaan luar bakteri, terdiri dari lipopolisakarida dan bersifat tidak tahan panas. (Satish,G.,1990).

Faktor – Faktor Patogenitas

Berikut Ini Merupakan Faktor- Faktor Patogenitas.

  • Antigen Permukaan

Pada Escherichia coli paling tidak terdapat 2 tipe fimbriae yaitu:

  1. Tipe manosa sensitif (pili)
  2. Tipe manosa resisten (CFAs I dan II)

Kedua tipe fimbriae ini penting sebagai Colonization faktor, yaitu untuk perlekatan sel bakteri pada sel / jaringan tuan rumah. Misalnya: antigen CFAs I dan II melekatkan Enteropathogenic Escherichia  coli pada sel epitel usus binatang.

Antigen kapsul K 1 : seringkali ditemukanpada Escherichia coli yang diisolasi dari pasien-pasien dengan bakteremia serat neonatus yang menderita meningitis. Pertama Antigen K 1 mengahalangi fagositosis sel kuman oleh leukosit.

  • Enterotoksin

Ada 2 macam enterotoksin yang telah berhasil diisolasi dari Escherichia coli:

  1. Toksin LT (termolabil)
  2. Toksin ST (termostabil)

Produksi kedua macam toksin diatur oleh plasmid yang mampu  pindah dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.

Terdapat 2 macam plasmid:

  1. 1 plasmid mengkode pembentukan toksin LT dan ST
  2. 1 plasmid lainnya mengatur pembentukan toksin ST saja.

Penyebab Infeksi Bakteri Escherichia Coli

Keberadaan bakteri E. coli di dalam tubuh manusia adalah hal yang wajar, sebab bakteri ini turut berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Meski demikian, ada beberapa jenis bakteri E. coli yang justru berbahaya bagi kesehatan manusia, yaitu:

  • Shiga toxin-producing coli atau STEC/VTEC/EHEC
  • Enterotoxigenic coli (ETEC).
  • Enteropathogenic coli (EPEC).
  • Enteroaggregative coli (EAEC).
  • Enteroinvasive coli (EIEC).
  • Diffusely adherent coli (DAEC).

Sebagian besar diare disebabkan oleh bakteri jenis STEC. Bakteri ini memproduksi racun yang dapat merusak lapisan usus kecil, sehingga bisa menyebabkan BAB berdarah. Pada umumnya, bakteri E. coli yang berbahaya itu dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui:

  • Makanan dan minuman yang terkontaminasi
    Bakteri E. coli yang berbahaya sangat mudah menular karena seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
  • Kontak langsung dengan bakteri E. coli
    Lupa cuci tangan setelah memegang binatang atau sesudah buang air besar, lalu menjalin kontak dengan orang lain, dapat menularkan bakteri tersebut.

Faktor risiko Escherichia Coli

Siapapun dapat mengalami infeksi bakteri E. coli. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit yang disebabkan bakteri E. coli, di antaranya:

  • Usia
    Anak-anak, ibu hamil, dan lansia lebih rentan menderita penyakit yang disebabkan oleh coli hingga menderita komplikasi yang lebih serius.
  • Sistem imun yang lemah
    Sistem imun yang lemah, seperti pada penderita AIDS dan pasien yang menjalani kemoterapi, lebih rentan mengalami infeksi E. coli.
  • Penurunan asam dalam perut
    Obat penurun asam lambung atau obat sakit maag, seperti esomeprazole, pantoprazole, lansoprazole, dan omeprazole berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi E. coli.

Pengobatan

Bakteri Escherichia coli yang diisolasi dari infeksi di dalam masyarakat biasanya sensitif terhadap obat-obatan anti mikroba yang digunakan untuk oraganisme gram negatif,  meskipun juga terdapat strain-strain resisten, terutama pada pasien dengan riwayat pengobatan antimikroba sebelumnya.

Berbagi cara dapat digunakan untuk mencegah diare termasuk konsumsi setiap hari substansi bismuth subsalisilat (menonaktifkan E.coli enterotoksin invitro) dan dosis teratur tetrasiklin atau obat anti mikrobia lain untuk periode tertentu.

Karena tidak ada satupun metode yang baik atau tidak mempunyai efek samping, maka dianjurkan untuk memperhatikan makanan dan minuman di area dimana sanitasi lingkungan kurang baik dan pengobatan yang tepat (misalnya ciprofloxacin atau trimethoprimsulfamethoxazole) dilakukan untuk profilaksios. Pada pasien-pasien dengan diare, perlu dijaga keseimbangan cairan dan elektrolitnya.

 

 

 

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *