Apa yang dimaksud dengan Danau Vulkanik

Danau Vulkanik : Danau yang terbentuk karena aktivitas vulkanisme.

Danau pada dasarnya adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah daratan. Suatu genangan dapat disebut danau kalau minimal memiliki tiga syarat ini:
1. punya permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang
2. air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman air tersebut
3. vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau

Berdasarkan proses pembentukan danau vulkanik, danau ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

1. Kaldera gunung berapi runtuh karena adanya peristiwa erupsi yang sangat besar, dan menyebabkan kaldera tersebut dapat menggambarkan morfologi rekahan cincin dan menjadi pusat dari deposisi sedimen berikutnya;
2. Sedimen subaerial, longsoran, dan debris fans terakumulasi di dalam permukaan dasar dan bagian tepi kaldera;
3. Pengisian sedimen danau terbentuk ketika erupsi dan vulkanisme aktif, sehingga sedimentasi yang dihasilkan lebih tinggi. Selama proses ini, dinding kaldera akan erosi. Hal ini menyebabkan danau menjadi lebih luas, sedangkan tepian danau dangkal. Setelah erupsi berhenti, maka endapan sedimen turbidit akan mendominasi proses sedimentasi.

Secara umum, danau vulkanik atau kaldera terdiri dari:
• Crater rim, yaitu dinding kawah sebagai penutup danau
• Crater sediments, yaitu endapan sedimen hasil rombakan batuan sekitar sebagai dasar danau

danau terbentuk karena faktor alam maupun buatan. Danau ini sifat airnya tidak mengalir, karena hanya membentuk kubangan saja. Danau dapat dengan mudah kita temui, bahkan di Indonesia ada banyak sekali danau baik yang terkenal maupun tidak. Beberapa contoh danau yang terkenal di Indonesia adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Kelimutu, serta Danau Maninjau. Selain berupa kubangan yang airnya mepunyai segudang manfaat, danau ternyata mempunyai visualisasi yang sangat menarik sehingga danau banyak dijadikan sebagai objek wisata bagi masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar kota.

Macam- macam Danau

Semua rupa danau adalah sama. Danau berupa cekungan besar yang terisi oleh air. Namun tahukah Anda bahwa dibalik rupa yang sama dari danau ini ternyata danau sendiri dapat dipilah- pilah menjadi beberapa jenis atau beberapa macam. Danau dipilah menjadi beberapa macam ini karena dilihat dari beberapa sudut pandang, seperti dari proses terbentuknya danau tersebut maupun dari materi- materi organik yang terkandung di dalam danau tersebut.

macam- macam danau atau jenis danau, adalah sebagai berikut:

1. Dilihat dari proses terbentuknya, danau dapat dibedakan menjadi:
• Danau Vulkanik
• Danau Tektonik
• Danau Bendungan
• Danau Karst
• Danau Vulkanik- Tektonik
• Danau Glasial
• Danau Sungai Mati
• Cirques
• Laguna

2. Dilihat dari produksi materi organik yang terkandung, danau dibedakan menjadi:
• Danau Oligotropik
• Danau Eutropik
• Danau Hipertobi

Itulah ketiga belas jenis danau jika dilihat dari proses terbentuknya dan materi yang terkandung di dalamnya. Karena berbeda- beda, maka masing- masing danau tersebut mempunyai ciri- cirinya masing- masing. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai ciri- ciri salah satu danau dilihat dari proses terbentuknya, yakni danau vulkanik.

Danau Vulkanik

Mendengar kata vulkanik, pasti kita membeyangkan bahwa ini berhubungan dengan gunung api. Dan besar saja, yang dimaksud dengan danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat adanya letusan dari gunung berapi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa danau vulkanik ini berada di sekitaran gunung berapi yang mengalami erupsi. Lalu, apa sajakah ciri- ciri yang dimiliki oleh danau vulkanik ini? kita akan membahasnya dalam artikel ini.

Ciri- ciri Danau Vulkanik

Sesuai dengan nama yang dimilikinya, yakni berhubungan dengan kegunung apian, maka ciri- ciri danau vulkanik juga akan berhubungan dengannya. Sudah dikatakan sebelumnya bahwa danau vulkanik terbentuk akibat adanya letusan gunung berapi

ciri- ciri sebagai berikut:

1. Berada di kawasan gunung berapi
Ciri pertama yang dimiliki oleh danau vulkanik adalah keberadaannya di kawasan gunung berapi. Hal ini jelaslah pasti karena melihat asal usul dari danau vulkanik sendiri. biasanya danau vulkanik berada di bagian puncak dari gunung berapi.

2. Terbentuk pasca terjadi erupsi gunung api
Sesuai dengan pengertiannya, bahwa ciri yang paling kental adalah danau vulkanik terbentuk setelah adanya peristiwa erupsi atau gunung berapi meletus dan mengeuarkan material yang dikandungnya.

3. Airnya terisi secara alami
Ciri selanjutnya adalah bahwa air yang berada di danau vulkanik terisi karena proses alam, bukan karena upaya manusia. misalnya terisi oleh air hujan maupun mata air yang ditemukan di daerah tersebut.

4. Biasanya mengendung belerang
Biasanya di gunung kita akan mudah menjumpai belerang. Sehingga kemungkinan air yang ada di danau vulkanik ini juga mengandung belerang.
Itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh danau vulkanik. Cukup mudah dipahami bukan? setelah kita membaca artikel ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa danau vulkanik hanya dapat kita temukan di daerah- daerah gunung berapi saja. Di Indonesia sendiri, beberapa contoh danau vulkanik adalah kawah gunung Kelud dan Gunung Batur.

Berdasarkan pemaparan di atas, ada beberapa contoh danau vulkanik yang tersebar di sejumlah propinsi di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:

1. Danau Maninjau. Danau ini terdapat di Propinsi Sumatera Barat, secara astronomis danau ini terletak pada 0˚12’26,62’’ LS – 0˚25’02,80’’ LS dan 100˚07’43,74’’ BT – 100˚16’22,48’’ BT yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Danau ini terletak di atas ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas permukaan danau ini adalah 97.375.000 m¬2, dengan panjang maksimal sekitar 16,469 meter, dan lebar maksimum adalah 7.500 meter. Volume air yang ada di danau ini adalah 10.226.001.629 m3 dengan kedalaman rata-rata adalah 105 meter dan luas tangkapannya adalah sebesar 13.260 hektar.

2. Danau Tondano. Danau ini terletak di Kota Tondano, Propinsi Sulawesi Utara yang berada di antara Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, dan Gunung Masarang.

3. Danau Gunung Tujuh. Danau ini berada di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, Sumatera. Secara astronomis, danau ini terletak pada 1˚42’23’’ LU dan 101˚24’42’’ BT yang terletak di kawasan Gunung Tujuh. Danau ini bernama Danau Gunung Tujuh karena dikitari oleh sjumlah tujuh gunung, yaitu Sunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh itu sendiri.

4. Danau Segara Anakan. Danau ini terletak di Gunung Rinjani.

5. Danau Kelimutu. Danau ini terletak di Nusa Tenggara dan memilki warna air danau yang berwarna-warni.

6. Danau Telaga. Danau ini terletak di Pegunungan Dieng yang terletak di Propinsi Jawa Tengah.

7. Danau Toba. Danau ini terletak di Propinsi Sumatera tepatnya di Kabupaten Samosir dan merupakan danau vulkanik terbesar di Indonesia. Danau Toba berada pada ketinggian 905 meter di atas permukaan air laut yang memiliki panjang sekitar 275 km dan lebar sepanjang 150 km. Luas danau ini mencapai 1.130 km2. Danau ini terbentuk akibat aktifitas vulkanis sekitar 73.000 – 75.000 tahun yang lalu.

8. Danau Tolire. Danau ini terletak di Gunung Gamalama di Pulau Ternate yang secara astronomis terletak di 127,29˚ BT – 127,39˚ BT dan 0,75˚ LU – 0,87˚ LU. Danau ini memiliki diameter yang relatif kecil yaitu hanya sekitar 11 km dengan luas area yaitu 76 km2.

Dari sejumlah contoh danau vulkanik ini dapat dijelaskan bahwa danau vulkanik merupakan danau yang terbentuk secara alamiah akibat letusan gunung berapi (vulkanik) dan membentuk cekungan yang besar dan mengandung bahan-bahan dari perut bumi seperti belerang dan panas bumi atau geothermal. Selain itu, danau vulkanik memiliki sumber air panas yang kedalamannya sangat bervariasi.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *