Apakah Perbedaan antara Tumbuhan Dikotil dan Monokotil ?

Jenis tumbuhan itu terdiri dari tumbuhan dikotil dan juga tumbuhan monokotil. Diantara keduanya terdapat beberapa perbedaan, berikut ini akan dijelaskan dengan singkat mengenai perbedaan yang ada di antara tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Lalu  akan dijelaskan mengenai pengertian tumbuhan dikotil dan monokotil.

Perbedaan tumbuhan monnokotil dan dikotil adalah:

  1. Bentuk akar. Monokotil Memiliki sistem akar serabut, sedangkan dikotil Memiliki sistem akar tunggang
  2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun: Monokotil Melengkung atau sejajar, sedangkan dikotil menyirip atau menjari
  3. Kaliptrogen / tudung akar. Monokotil ada tudung akar / kaliptra, sedangkan Dikotil Tidak terdapat ada tudung akar.
  4. Jumlah keping biji atau kotiledon. Monokotil : satu buah keping biji saja, sedangkan Dikotil : Ada dua buah keping biji.
  5. Kandungan akar dan batang. Monokotil tidak terdapat kambium, sedangkan Dikotil ada kambium

Pengertian tumbuhan monokotil dan ciri-ciri tumbuhan monokotil

Istilah monokotil berasal dari kata “mono” yang berarti satu dan “kotil” yang berarti benih. Monokotil didefinisikan sebagai tanaman yang hanya memiliki 1 biji. Biji tidak pecah saat berkecambah. Beberapa contoh tanaman monokotil termasuk padi, jagung, kelapa sawit, kelapa, dan sebagainya.

Ciri tumbuhan Monokotil

Sebuah tanaman dapat diketahui apakah itu termasuk monokotil atau dikotil dengan melihat beberapa karakteristik fisiknya. Ciri khas tanaman monokotil itu sendiri adalah kebalikan dari sifat tanaman dikotil. Dilihat dari bentuk daun, struktur akar, bentuk bunga, dan struktur batang, tanaman monokotil memiliki perbedaan yang sangat jernih dibandingkan tanaman dikotil. Berikut ini adalah fitur karakteristik tanaman monokotil.

Struktur akar

Ciri khas monokotil terutama dapat dilihat dari bagaimana struktur akar tanaman di tanah. Tumbuhan monokotil umumnya memiliki sistem serat akar yang menyebar ke seluruh dunia dalam menjalankan fungsinya sebagai tanaman tegak dan sebagai penyerap unsur hara tanah. Akar serat seperti dapat dilihat pada gambar di bawah ini dapat ditemukan di beberapa tanaman seperti kelapa, kelapa sawit, padi, dan jagung.

Bentuk daun

Ciri khas tanaman monokotil juga dapat dengan mudah diketahui dengan mengidentifikasi bentuk daun tulang. Monokotil memiliki tulang daun yang melengkung atau sejajar, sangat berbeda dengan contoh tanaman dikotil yang umumnya memiliki pola tulang daun atau menyirip.

Kaliptra

Pada tanaman dikotil, kaliptra atau tudung akar tidak dapat dibedakan dengan jelas. Ini berbeda dari monokotil. Kaliptra pada tanaman monokotil memiliki ciri fisik yang khas.
Kaliptra adalah jaringan di ujung akar tanaman yang berfungsi menembus tanah dengan sifat-sifatnya yang khas.

Kambium

Pada monokotil, akar dan batang tidak memiliki kambium. Jika kita memotong kulit batang atau akar tanaman monokotil, kita tidak akan menemukan lendir hijau di depan jaringan kayu. Inilah sebabnya mengapa monokotil tidak dapat diperbanyak melalui metode perbanyakan vegetatif buatan seperti cangkok, stek, okulasi, dan okulasi.

Kelopak Bunga

Dengan melihat kelopaknya, kita juga bisa tahu apakah tanaman itu satu atau dua biji yang disemaikan. Kelopak bunga kelopak monokotil umumnya berjumlah kelipatan 3. Perhatikan gambar kelopak bunga kelapa sawit di bawah ini! Kelapa sawit termasuk contoh tanaman monokotil dan bunga memiliki 3 kelopak.

Bentuk Batang

Tanaman monokotil umumnya memiliki batang yang khas, yang tidak bercabang dan tidak dapat tumbuh besar. Misalnya, perhatikan pohon kelapa di sekitar Anda! Tidak ada percabangan itu? Tentunya berbeda dengan tanaman dikotil seperti jengkol, rambutan, jambu biji, dan mangga yang banyak bercabang pohon. Oleh karena itu, fitur karakteristik tanaman monokotil adalah yang paling mudah digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu tanaman mengandung dikotil atau monokotil.

Transportasi Kapal

Jika batang tanaman yang dicantumkan dipotong, kita tidak akan melihat dengan jelas pemisahan antara bejana kayu (xilem) dan bejana saringan (floem) pada bagian batang. Ini jelas berbeda dari penampang batang monokotil.

Pengertian dan ciri-ciri tumbuhan dikotil

Tumbuhan dikotil atau sering juga disebut tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua merupakan segolongan tumbuhan berbunga yang mempunyai ciri khas yang sama yaitu mempunyai sepasang daun kotiledon (daun lembaga). Ciri-cirinya adalah:

  1. Keping bijinya terbelah dua
  2. Tidak mempunyai pelindung ujung batang (koleoptil) dan pelindung ujung akar (koleoriza).
  3. Batang dan akar berkambium, karena salah satu fungsi akar di tumbuhan dikotil untuk menyimpan makanan.
  4. Batang bercabang dengan ruats batang yang tidak jelas.
  5. Akarnya berbentuk tunggang dengan akar utama lebih besar daripada akar sekunder.
  6. Berdaun majemuk (tunggal), pola cenderung menjari/menyirip, biasanya tidak berpelepah.
  7. Jumlah kelopak bunga, benang sari, mahkota bunga umumnya kelipatan empat atau lima.
  8. Daun bertulang dan sejajar atau melengkung.
  9. Berkas pengangkut di batang: pembuluh tapis dan pebuluh kayu lekatnya teratur
  10. Bagian kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung akar.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *