Apa yang dimaksud dengan Wilayah formal

Wilayah formal adalah area yang ditentukan oleh batas-batas resmi, wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, sosial dan politik. Disamping wilayah formal, terdapat istilah wilayah fungsional, yaitu bagian dari permukaan bumi, tempat dimana beberapa keadaan alam yang berlawananan memungkinkan tumbuhnya bermacam-macam kegiatan yang saling mengisi dalam kehidupan penduduk.

Wilayah formal adalah suatu wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, social dan politik.

Wilayah formal adalah kawasan geografis yang memiliki ciri-ciri tertentu yang homogen atau seragam misalnya kriteria fisik adalah iklim, vegetasi dan topografi, sedangkan kriteria sosial dan politik adalah partai politik, tipe pertanian, tipe industri, jumlah pengangguran, tingkat pendapatan dan laju pertumbuhan ekonomi.

Wilayah Formal (uniform region/homogeneous) adalah suatu wilayah yang memiliki keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu, baik fisik maupun sosialnya.

Disamping wilayah formal, terdapat istilah wilayah fungsional, yaitu bagian dari permukaan bumi, tempat dimana beberapa keadaan alam yang berlawananan memungkinkan tumbuhnya bermacam-macam kegiatan yang saling mengisi dalam kehidupan penduduk. Misalnya wilayah pegunungan kapur ( karst ), wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove Adapun wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya seperti wilayah suku Asmat , wilayah industri tekstil, wilayah Kesultanan Yogyakarta , dan wilayah pertanian sawah basah. Wilayah Formal dan Fungsional A Wilayah Fungsional/Nodal region Merupakan suatu wilayah yang di dalamnya terdapat banyak hal yang di atur oleh beberapa pusat kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan Misalnya : Kota terdapat berbagai pusat kegiatan ada CBD, Perkantoran, Pasar dan setrusnya yang satu sama lain dihubungan dengan jaringan jalan raya Wilayah Fungsional lebih bersifat dinamis dibandingkan dengan wilayah formal.

Adapun wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya, seperti wilayah suku Asmat, wilayah industri tekstil, wilayah Kesultanan Yogyakarta, dan wilayah pertanian sawah basah.

Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah. Adapun wilayah formal yang berdasarkan pada kriteria sosial budaya, seperti wilayah industri tekstil, wilayah kesultanan yogyakarta, atau wilayah pertanian. Wilayah formal disebut juga uniform region/homogeneous adalah suatu wilayah yang memiliki keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu, baik fisik maupun sosialnya.

Wilayah formal dapat ditentukan dengan ukuranukuran penduduk, pendapatan per kapita, latar belakang suku bangsa, hasil pertanian, penyebaran dan kepadatan penduduk, hasil industri, serta juga pemetaan karakteristik fisik seperti temperatur, curah hujan, dan jenis musim. Wilayah formal dengan kriteria fisik cenderung statis, karena biasanya cenderung tetap, tidak berubah dan lebih stabil daripada kriteria sosial, ekonomi dan politik yang sifatnya dinamis. Setelah munculnya Revolusi Industri di barat, kriteria ekonomi, industri, dan pertanian digunakan juga untuk penggolongan wilayah formal.

Wilayah formal adalah suatu wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, sosial dan politik. Wilayah formal berbeda dari wilayah fungsional karena wilayah fungsional sering memiliki titik fokus, seperti kota, yang merupakan pusat wilayah, dan wilayah lainnya dibangun di sekitar titik fokus itu.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *