Organisme yang menghuni tubuh manusia dan bagaimana pengaruhnya

Organisme yang menghuni tubuh manusia dan bagaimana pengaruhnya

organisme yang mendiami tubuh manusia adalah bakteri, jamur, virus dan protozoa. Secara total, mikrobioma yang ada dalam tubuh manusia adalah rumah bagi lebih dari 100 triliun mikroorganisme.

Baik di permukaan maupun di dalam, tubuh manusia ditambang dengan berbagai bentuk kehidupan mikroskopis. Dalam satu sentimeter epidermis, misalnya, terdapat lebih dari 10.000 bakteri.

Untuk ini harus ditambahkan mikroorganisme yang membuat hidup di daerah lembab tubuh, di saluran pernapasan bagian atas, di saluran pencernaan dan di usus.

Mikroorganisme yang menghuni tubuh manusia

Koeksistensi antara bakteri, jamur, parasit dan virus dalam tubuh manusia berlangsung secara simbiosis dan seimbang, karena beberapa mikroorganisme ini melengkapi proses biokimia dalam tubuh manusia.

Di bawah ini adalah uraian singkat tentang mikroorganisme yang menghuni tubuh manusia:

1- Bakteri

Ilustrasi bakteri Escherichia coli

Manusia ditambang oleh bakteri, terutama di epidermis dan dalam sistem pencernaan. Beberapa spesies stafilokokus biasanya hidup di lapisan superfisial kulit, karena kulit terpapar polutan dari lingkungan luar.

Demikian pula, tubuh memiliki ribuan bakteri di saluran pencernaan, termasuk mulut dan tenggorokan.

Mikroorganisme ini memenuhi fungsi yang sehat dalam tubuh, karena mereka membantu dalam pemecahan, transformasi dan sintesis nutrisi: tubuh sendiri tidak akan mampu menyerap nutrisi ini.

Namun, dalam kondisi normal, organ dalam, darah, dan saluran pernapasan bagian bawah paru-paru tidak boleh mengandung jenis mikroorganisme apa pun, karena ini akan menyiratkan adanya infeksi.

2- Parasit

Ada tiga jenis parasit yang dapat hidup di dalam tubuh manusia:

– Protozoa

Mereka berkembang biak dengan mudah di dalam tubuh manusia. Penularan protozoa yang hidup di usus manusia dilakukan melalui jalur fekal-oral, karena kondisi yang tidak sehat dan/atau konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

Sebaliknya, protozoa yang berkembang dalam darah atau jaringan lunak ditularkan melalui agen transmisi, seperti nyamuk.

– Helminth

Mereka adalah cacing kecil yang membuat kehidupan di dalam usus manusia, menyerap sebagian besar nutrisi. Mereka tidak berkembang biak di dalam tubuh manusia.

– Ektoparasit

Mengacu pada kutu, tungau, kutu dan caplak. Organisme ini adalah pemancar dari berbagai agen infeksi.

3- jamur

Jamur juga merupakan bagian dari mikrobioma manusia. Mereka hadir di kulit, terutama kulit kepala dan kaki, termasuk tumit dan kuku.

Ada juga jamur dalam jumlah sedang di tangan, serta di hidung dan di bagian tepat di belakang telinga.

4- Virus

Virus biasanya tidak hilang dari tubuh manusia; mereka umumnya menyerang sekali dan tetap mengerami dalam tubuh selama beberapa tahun, atau bahkan secara permanen.

Beberapa virus yang paling umum menyerang manusia antara lain: virus influenza (flu), sariawan, cacar air, dan hepatitis.

Referensi

  1. Editora 20 Menit, SL (2013). Jamur dan Bakteri: Tubuh menunjukkan keragaman bakteri dan jamur yang menakjubkan. Dipulihkan dari: 20minutos.es
  2. Andrade, D. (2016). Hewan dan organisme yang hidup di dalam tubuh. Antiokia, Kolombia. Dipulihkan dari: elcolombiano.com
  3. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (2016). Tentang parasit. Dipulihkan dari: cdc.gov
  4. Mikroorganisme dan manusia (nd). Dipulihkan dari: edumicroorganismos.wordpress.com
  5. O’Keeffe, J. (nd). Jenis organisme apa yang hidup di tubuh kita dan menyebabkan beberapa jenis kerusakan? Dipulihkan dari: muyfitness.com