Apa yang dimaksud dengan Chilopoda

Chilopoda mengacu pada kelas arthropoda yang memiliki batang terdiri dari banyak segmen tubuh (somit), masing-masing memiliki sepasang kaki. Arthropoda dari Chilopoda biasa disebut lipan.

Lipan memiliki tubuh dorsoventral diratakan dibagi menjadi kepala dan batang. Kepala kelabang terdiri dari sepasang mata dan antena sederhana. Kaki-kaki dari segmen tubuh pertama dikembangkan menjadi taring berbisa.

Kelabang adalah karnivora (insectivores), mereka menggunakan racun untuk menangkap serangga dan juga untuk pertahanan. Kelabang jantan memutar jaring kecil untuk menyimpan sperma dalam bentuk spermatophores, yang kemudian diambil oleh kelabang betina. Para kelabang muda meranggas beberapa kali sampai mereka mencapai kematangan seksual.

Ordo Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

• Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
• Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang beracun.
• Tubuh agak gepeng,
• terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).
• Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
• Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berguna untuk membunuh mangsanya.
• Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
• Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.
• Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
• Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
• Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
• Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
Kelas ini sering disebut Sentipedes.
• Sistem reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal).

a. Habitat

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. Habitatnya juga di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Bergerak cepat dan predator. Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi. Lebih menyukai tempat yang lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin. Biasanya ditemukan di luar ruangan, tetapi terkadang dapat merayap ke dalam ruangan.

b. Sistem organ

1.) Sistem Pernapasan

Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas.

2.) Sistem Pencernaan

Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus dan mempunyai kelenjar ludah. Kedalam pencernaan makanan ini menempel dua buah saluran Malpighi yang berfungsi sebagai alat eksresi. Chilopoda bersifat karnivora dengan gigi beracun pada segmen I.

3.) Sistem Reproduksi

Alat reproduksi terpisah, pembuahan terjadi secara seksual yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal), dan alat reproduksi ini dihubungkan dengan beberapa kelenjar accessories. Telur yang telah dibuahi akan diletakkan di bawah batu, di bawah sampah, atau ditutupi oleh tanah.

4.) Sistem Persyarafan

Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.

c. Makanan

Kelompok hewan ini adalah predator yang akan membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, maka akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian racun disuntikkan melalui taring dan kemudian dirobek-potong oleh rahang dan bagian-bagian lunak dimakan.

d. Bentuk Pertahanan

Kelabang mampu mematahkan kaki mereka ketika kelangsungan hidup mereka terancam dan dapat menumbuhkan bagian-bagian tubuh setelah mereka merasa aman.
Pergerakan kelas ini tergolong cepat, dan hidup di bawah batu-batuan atau timbunan pohon-pohon yang telah membusuk. Chilopoda yang hidup di daerah tropis misalnya Lithibius (kelabang/lipan) yang memiliki racun yang berbahaya, demikian pula genus Scolopendra. Hewan ini panjangnya kira-kira 25 cm, gigitannya dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan dapat menyebabkan hal serius bagi manusia.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *