Apa itu Sistem saraf otonom?

JawabKatagori: BiologiApa itu Sistem saraf otonom?
Tanti Staff asked 1 tahun ago

Sistem saraf otonom adalah saraf yang disusun oleh kinerja saraf-saraf motorik yang terdapat pada sumsum tulang belakang dan beberapa saraf kranial yang mengatur gerakan-gerakan dalam tubuh, seperti gerakan otot jantung, gerakan otot-otot saluran pencernaan, dan sekresi hormon dan enzim oleh kelenjar. Kita dapat melihat secara lengkap sistem saraf otonom yang mengatur kerja organ-organ tubuh secara kinetis dan hormonal. Sistem saraf otonom bekerja di bawah kontrol saraf tak sadar. Ada dua macam sistem saraf otonom yang bekerja antagonis.

Saraf Kranial

Dua belas pasang saraf keluar dari permukaan belakang otak manusia, terdiri atas saraf sensorik dan saraf motorik.

Pertama, sistem saraf parasimpatetik, sel-sel sarafnya berasal dari sumsum tulang leher dan sumsum ruas terbawah tulang belakang. Kedua, sistem saraf simpatetik, sel-sel sarafnya keluar dari sumsum bagian tengah ruas-ruas tulang belakang. Pada umumnya, kedua sistem saraf otonom ini bekerja pada organ yang sama, misalnya, sistem simpatetik mengeluarkan hormon norepinephrin meningkatkan kecepatan denyut jantung, maka sistem parasimpatetik mengeluarkan hormon asetilkolin yang memperlambat denyut jantung akibat kerja hormon norepinephrin.

Loading…

1 Answers
Dadan Staff answered 1 tahun ago

Sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang bergantung pada sistem saraf pusat, dan antara keduanya dihubungkan urat-urat saraf aferen dan eferen. Juga memiliki sifat seolah olah sebagai bagian sistem saraf pusat, yang telah bermigrasi dari saraf pusat guna mencapai kelenjar, pembuluh darah, jantung, paru-paru, dan usus. Karena sistem saraf otonom itu terutama berkenaan dengan pengendalian organ-organ dalam secara tidak sadar, kadang-kadang disebut juga susunan saraf tidak sadar.
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom bekerja secara otomatis tanpa perintah dari sistem saraf sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak sadar, karena bekerja diluar kesadaran.
Struktur jaringan yang dikontrol oleh sistem saraf otonom yaitu otot jantung, pembuluh darah, iris mata, organ thorakalis, abdominalis, dan kelenjar tubuh. Secara umu, sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.
Sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang bekerja tanpa disadari atau tanpa perintah sistem saraf pusat. Sistem saraf otonom merupakan gabungan saraf sensorik dan saraf motorik. Gangguan pada sistem saraf otonom dapat mempengaruhi setiap bagian atau proses tubuh. Gangguan saraf otonom mungkin reversibel atau progresif.
Setelah sistem saraf otonom menerima informasi tentang tubuh dan lingkungan eksternal, maka sistem saraf otonom akan meresponnya dengan merangsang proses tubuh, biasanya melalui saraf simpatik, atau menghambat proses tubuh, biasanya melalui saraf parasimpatis.

Loading…