Apa Contoh Perubahan Fisika dan Kimia

  • by

Beberapa contoh perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari adalah membentuk tanah liat dalam berbagai bentuk, merobek kertas, mengubah es menjadi air atau sebaliknya, memotong tumpukan kayu. Di sisi lain, pembakaran batang korek api, bahan bakar, pencernaan makanan, pembentukan dadih, sayuran matang atau matang, buah-buahan, menjadi tua adalah beberapa contoh perubahan kimia.

Setiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat dikembalikan ke sifatnya semula.

Sifat sifat Perubahan Fisika:

  • Menguapkan ; mudah menguap atau juga tidak
  • Mendekatkan ke magnet; dapat ditarik magnet atau juga tidak
  • dan berbagai bentuk kegiatan fisika lain sebagainya.
  • Melarutkan zat ; mudah larut di air atau juga tidak
  • Mengalirkan arus listrik ; dapat mengalirkan arus listrik atau juga tidak
  • Mengalirkan panas ; dapat mengalirkan panas atau juga tidak

Perubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan terdeposisi.

Contoh-Contoh Perubahan Fisika karena Perubahan Wujud dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Kapur barus jika dibiarkan di tempat terbuka akan menyublim
    menjadi gas.
  • Es yang berwujud padat jika dibiarkan di tempat terbuka akan
    berubah wujud menjadi air.
  • Air jika dipanaskan akan berubah wujud menjadi uap.
  • Embun terjadi karena uap air di udara melepaskan panas dan
    menjadi air.

Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk

Tukang kayu mengubah kayu menjadi kursi dan meja. Perubahan materi dari kayu menjadi kursi termasuk perubahan fisika. Hal ini karena kayu hanya mengalami perubahanbentuk saja, sedangkan sifatnya tidak berubah. Contoh lain adalah perubahan materi dari aluminium menjadi teko, sendok, dan panci. Hal ini termasuk perubahan fisika karena aluminium hanya mengalami perubahan bentuk saja, sedangkan sifatnya tidak berubah.

Perubahan Fisika karena Perubahan Ukuran

Contoh: biji kopi digiling menjadi serbuk kopi dan batu dipecahpecah. Sifat kopi tidak berubah, yang berubah hanya ukurannya. Demikian juga dengan batu yang dipecah-pecah.

Perubahan Fisika karena Pelarutan

Pernahkah kamu membuat es jeruk? Jika kamu membuat es jeruk, kamu terlebih dahulu memeras jeruk untuk mengambil sari jeruknya, kemudian melarutkan sari jeruk tersebut ke dalam air dingin. Nah, apakah rasa jeruk tersebut berubah setelah kamu campurkan dengan air dingin?

Rasa jeruk setelah dicampurkan dengan air dingin tetap sama. Oleh karena sifat jeruk tidak berubah setelah dilarutkan dalam air, peristiwa ini tergolong perubahan fisika karena pelarutan. Contoh lain perubahan fisika karena pelarutan adalah ketika kamu membuat kopi. Rasa kopi setelah dilarutkan dalam air tetap sama atau tidak berubah.

PERUBAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI

Perubahan Kimia karena Pembakaran

Salah satu perubahan kimia yang sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari adalah peristiwa pembakaran. Tahukah kamu apakah pembakaran itu? Pembakaran adalah reaksi kimia antara materi yang terbakar dengan oksigen.

Oleh karena itu, reaksi pembakaran sering disebut reaksi oksidasi. Peristiwa kebakaran hutan merupakan salah satu contoh perubahan kimia akibat pembakaran. Contoh lainnya adalah pembakaran kembang api. Reaksi pembakaran banyak digunakan sebagai sumber energi.

Misalnya, pembakaran bensin di dalam mesin mobil dapat menghasilkan energi gerak sehingga mobil dapat bergerak. Peristiwa perubahan kimia karena pembakaran juga terjadi dalam tubuhmu. Bahan makanan yang telah kamu makan diproses dalam tubuh dengan cara pembakaran sehingga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Mengapa pada proses pembakaran dapat timbul asap?

Asap terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran tidak sempurna terjadi karena oksigen yang tersedia untuk bereaksi tidak mencukupi sehingga sebagian karbon tidak terbakar. Pembakaran yang tidak sempurna dapat menghasilkan gas beracun, yaitu karbon monoksida (CO).

Perubahan Kimia karena Perkaratan

Perkaratan adalah reaksi kimia antara logam dengan udara (oksigen) dan air. Perkaratan merupakan peristiwa perubahan kimia karena menghasilkan zat yang baru.

Paku yang terbuat dari besi jika bereaksi dengan udara dan air, maka besi (Fe) tersebut dapat berubah menjadi karat besi (Fe2O3 ⋅nH2O). Sifat besi dan karat besi sangat berbeda. Besi mempunyai sifat yang kuat, sedangkan karat besi mempunyai sifat yang rapuh. Faktor-faktor yang mempercepat proses perkaratan antara lain:

  • adanya uap air (udara yang lembap)
  • adanya uap garam atau asam di udara,
  • permukaan logam yang tidak rata,
  • singgungan dengan logam lain

Peristiwa perkaratan ini menimbulkan banyak kerugian karena benda-benda yang terbuat dari besi menjadi rapuh dan cepat rusak. Peristiwa perkaratan pada besi dapat dicegah dengan cara:

  • menghindarkan kontak langsung antara benda yang
    terbuat dari besi dengan oksigen atau air. Ini dapat
    dilakukan dengan cara mengecat, melumuri besi dengan
    oli, membalut besi dengan plastik, atau melapisi besi
    dengan timah;
  • memperhalus permukaan logam, misalnya diamplas;
  • mencegah logam agar tidak terkena uap garam
    atau asam;
  • menyimpan logam di tempat kering.

Perubahan Kimia karena Pembusukan

Pernahkah kamu menyimpan buah-buahan, seperti apel di tempat yang terbuka hingga beberapa hari? Apakah yang terjadi dengan apel tersebut? Apel yang dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu yang lama akan busuk. Pembusukan adalah peristiwa perubahan kimia karena mikroorganisme.

Pada apel yang membusuk, apel berubah menjadi bau, berlendir, dan mengeluarkan gas. Oleh karena sifat apel setelah membusuk berbeda dengan apel sebelum membusuk, maka peristiwa pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *