Pengertian bilangan Avogadro

Dalam kimia, bilangan Avogadro atau konstanta Avogadro adalah jumlah partikel penyusun suatu zat (biasanya atom atau molekul) yang dapat ditemukan dalam jumlah satu mol zat itu. Dikatakan dalam istilah yang lebih sederhana, bilangan Avogadro adalah faktor proporsi yang menghubungkan massa (kuantitas materi) yang khas dari suatu zat dan massa yang ada dalam sampelnya.

Nilai yang diterima dari bilangan Avogadro ini adalah 6.022 140 857 (74) x10^23 / mol.

Saat ini, istilah Konstanta Avogadro digunakan alih-alih “bilangan”, karena istilah ini dulu lebih disukai tetapi didefinisikan oleh perhitungan yang berbeda. Jean Baptiste Perrin, pada, awalnya mendefinisikannya sebagai jumlah atom dalam satu mol hidrogen (H); tetapi kemudian didefinisikan kembali sebagai jumlah atom dalam 12 gram karbon-12, sebelum digeneralisasi untuk dapat diterapkan secara proporsional untuk semua jenis zat.

Oleh karena itu, bilangan Avogadro adalah nilai tanpa dimensi. Dalam 1 gram hidrogen, ada sekitar 6,022 x 10^23 atom hidrogen, sedangkan dalam 12 gram karbon-12 ada jumlah atom yang persis sama. Ini karena atom memiliki ukuran yang berbeda tergantung pada unsurnya, tentunya. Tetapi berfungsi untuk mengetahui berapa banyak masing-masing zat harus digunakan untuk memiliki jumlah atom yang identik.

Bilangan Avogadro penting untuk pengetahuan eksperimental kimia. Misalnya, untuk menghasilkan 1 mol air (H2O) kita harus menggabungkan 1 mol oksigen (6,022 x 10^23 atom) dengan 2 mol hidrogen (2 x 6,022 x 10^23 atom). Ini, tentu saja, sesuai dengan pengukuran yang diterima oleh Sistem Internasional (SI).

Sejarah

Penemuan konstanta ini dikaitkan dengan Amadeo Avogadro, seorang ilmuwan Italia awal abad ke-19, yang pertama kali mengusulkan pada tahun 1811 bahwa volume gas pada tekanan dan suhu yang diberikan mengandung jumlah atom atau molekul yang sama, terlepas dari Sifat gas.

Namun bilangan Avogadro didalilkan pada tahun 1909 dengan nama itu, oleh fisikawan Prancis Jean Perrin, yang akan memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1926 sebagian besar berkat upayanya untuk menentukan nilai yang tepat dari Konstan Avogadro dengan menggunakan berbagai teknik dan metode eksperimental.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *