Apa itu Militerisme

Militerisme adalah dominannya doktrin militer dan militer dalam kehidupan suatu bangsa, serta pengaruhnya terhadap kebijakan negara.

Militerisme dibangun ketika angkatan bersenjata, sebagai institusi yang memiliki senjata, memberikan pengaruh, baik melalui anggotanya maupun sebagai institusi, dalam kepemimpinan politik suatu negara.

Militer memang merupakan bagian penting dari struktur kekuasaan suatu negara, dan karena disiplin, organisasi, penghormatan terhadap sistem hierarki dan esprit de corps, mereka adalah organisasi yang berpotensi berpengaruh.

Oleh karena itu, militerisme biasanya terjadi dalam masyarakat dengan sistem politik yang masih belum matang atau tidak mapan, atau saat-saat kekacauan atau kebingungan. Karenanya, kemunculan militerisme dianggap sebagai gejala keterbelakangan atau kelemahan sistem politik suatu negara.

Militerisme, sebagai ideologi, memandang bahwa militer, karena disiplinnya, adalah unsur yang paling siap untuk menjalankan pengelolaan masyarakat yang efisien dan menjamin keamanan bangsa.

Tetapi militerisme juga sering muncul dalam bentuk keinginan akan kekuasaan politik dan keistimewaan yang dimilikinya. Selain itu, pada umumnya berakhir dengan penerapan prinsip-prinsip kehidupan militer pada kehidupan sipil, dalam konteks di mana prinsip-prinsip tersebut tidak pantas atau secara serius mengancam kebebasan sipil yang fundamental.

Sepanjang sejarah, banyak bangsa, masyarakat, dan bangsa berorientasi militeristik. Sparta, di Yunani Kuno, misalnya, adalah masyarakat yang diorganisir di sekitar sistem kesatria. Militeris juga adalah Kekaisaran Jepang, Kerajaan Inggris, Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Prancis Pertama, Italia Mussolini, Spanyol Franco, Uni Soviet, atau Amerika Serikat.

Di Amerika Latin, terdapat banyak kasus pemerintahan militeristik, seperti Uruguay, Argentina, Peru, Chili, Paraguay, Honduras, Venezuela, Panama, dll. Negara-negara militeristik ini umumnya adalah kediktatoran militer atau fasis. Namun, perlu dicatat bahwa militerisme juga dapat terjadi dalam masyarakat demokratis, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Salah satu ciri penting yang menunjukkan peralihan militeristik politik suatu negara adalah pengeluaran yang dialokasikan untuk persenjataan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *