4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Persia

Dalam sejarah perkembangan Islam di dunia tidak lepas dari kerajaan-kerajaan besar seperti di Persia yaitu Safawi. Kerajaan ini mengalami kejayaan, yang terjadi pada masa kekuasaan Abbas I dengan berhasilnya mengatasi gejolak politik dalam negeri yang menggangu stabilitas negara. Dan berhasil pula merebut kembali beberapa kekuasaan yang pernah direbut oleh kerajaan lain. Pada saat itu segala bidang mengalami kemajuan. Namun setiap ada kemajuan tentunya ada kemunduran dan ini dialami pula oleh kerajaan Safawi. Berikut ini adalah ringkasan penyebab kemunduran kerajaan di Persia.

Di Persia, berdiri sebuah kerjaaan Islam yang besar yakni Safawi. Kerajaan ini dididirikan oleh Syah Isma’il pada 1501 M di Tabriz, Iran.  Ia memproklamirkan Syiah Isna Asyariyah sebaga agama negara

Kerajaan Safawi mulai mengalami kemuduran sejak Abas I turun tahta. Enam raja penggantinya tak mampu mendongkrak kemajuan, malah menunjukkan pelemahan dan kemunduran. Pada era kekuasaan Safi Mirza, Kerajaan safawi mulai menukik. Safi Mirza yang juga cucu Abbas I, dikenal sangat kejam terhadap pembesar-pembesar kerajaan. Berbagai kota dan wilayah yang dikuasai Safawi mulai terlepas.

Setelah itu, Safawi dipimpin Sulaiman seorang raja pemabuk. Ia bertindak kejam terhadap para pembesar kerajaan. ‘’Akibatnya, rakyat masa bodoh terhadap pemerintahan,’’ papar Prof Badri Yatim. Selain itu, Safawi pun harus berhadapan dengan pemberontakan yang dilakukan bangsa Afghan.

Terlebih lagi,  Kerjaan Safawi kerap berkonfrontasi dengan Kerajaan Turki Usmani. ‘’Dekadensi moral yang melanda sebaian pemimpin Safawi turut mempercepat kehancuran kerajaan,’’ ungkap Prof Badri Yatim. Sultan Sulaeman adalah seorang pecandu berat narkotika dan senang kehidupan malam.

PENYEBAB KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN

  1. Adanya konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani.
  1. Terjadinya dekandensi moral yang melanda sebagian pemimpin.
  1. Pasukan ghulam (budak-budak) yang dibentuk Abbas I ternyata tidak memiliki semangat perjuangan yang tinggi seperti semangat Qizilbash.
  1. Seringnya terjadi konflik intern dalam bentuk perebutan kekuasaan dikalangan keluarga istana.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *