Apa fungsi Kantung empedu

  • by

Kantung empedu adalah struktur otot seperti kantung yang melekat pada hati. Kantung empedu berukuran sekitar 8 cm dan 4 cm. Fungsi utama Kantung empedu adalah untuk menyimpan empedu, yang disekresikan oleh hati sampai dibutuhkan untuk pencernaan. Kantung empedu ini juga membantu dalam pencernaan lemak.

Fungsi Kantung empedu:

  • Membantu kerja fungsi enzim pencernaan. Fungsi empedu dalam pencernaan salah satunya adalah menetralkan asam lambung. Proses ini membantu enzim pencernaan untuk bekerja dengan baik di suasana yang lebih netral. Umumnya enzim akan bekerja lebih maksimal pada pH netral. Enzim pencernaan yang berperan di usus halus dapat bekerja optimal dalam kondisi basa sedangkan zat makanan yang masuk ke usus memiliki sifat asam. Di sinilah fungsi empedu diperlukan oleh tubuh, empedu memiliki sifat basa (pH antara 7,5-8,05). Sifat asam pada usus halus memicu pengeluaran hormon sekretin dari kelenjar pankreas. Hormon kemudian akan merangsang empedu untuk menyerap air dan natrium bikarbonat sehingga pH empedu semakin tinggi jika dibandingkan ketika masih berada di kantong empedu. Dengan pH yang dimilikinya, empedu membantu optimalisasi kerja fungsi enzim pencernaan dengan cara menetralisir sifat asam dan menciptakan kondisi basa yang membuat kerja enzim pencernaan lebih optimal. Semakin asam sifat makanan yang masuk ke dalam usus, maka makin banyak pula empedu yang disekresikan.
  • Empedu berperan sebagai pengencer lemak. Fungsi empedu selanjutnya adalah dapat membantu mengemulsi lemak. Tidak semua jenis lemak yang masuk ke dalam sistem pencernaan bisa langsung diserap oleh usus. Tubuh membutuhkan zat yang mampu untuk menguraikan lemak tersebut. Beberapa jenis zat mungkin dapat dengan mudah larut dalam air, namun tidak begitu dengan lemak. Lemak lebih mudah untuk diserap oleh tubuh ketika dalam bentuk partikel yang lebih kecil. Di sinilah fungsi empedu. Keberadaan empedu sangatlah penting untuk proses penyerapan lemak, termasuk juga dalam proses penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Proses emulsifikasi lemak awalnya terjadi di lambung melalui kontraksi lambung dan adanya asam lambung. Proses emulsifikasi kembali terjadi setelah lemak melewati lambung dan garam empedu mulai bekerja untuk mengemulsifikasi lemak hingga terbentuklah butiran lemak atau micelle. Lemak kemudian akan diubah menjadi asam lemak dan gliserol dibantu oleh enzim lipase.
  • Membantu fungsi enzim lipase. Fungsi empedu pada tubuh manusia selanjutnya adalah untuk membantu fungsi enzime lipase. Empedu membantu kerja enzim lipase dengan membentuk misel-misel. Misel membantu menambah luas permukaan partikel sehingga enzim lipase lebih cepat merombak lemak. Enzim lipase memiliki fungsi dalam merombak lemak menjadi dua molekul asam lemak dan gliserol.
  • Mengeluarkan racun dalam tubuh. Fungsi empedu selanjutnya adalah untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan diolah untuk kemudian dapat diserap oleh usus. Setelah itu zat-zat penting akan diserap oleh darah untuk dapat membantu kerja sel-sel dalam tubuh. Zat-zat yang tidak baik atau zat beracun yang masuk ke dalam tubuh, biasanya akan disaring oleh hati agar tidak terserap oleh darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Zat-zat tersebut akan dibawa oleh hati untuk dikeluarkan dari tubuh melalui empedu. Zat-zat berbahaya tersebut akan dikeluarkan bersama dengan urine atau feses. Menurunnya kinerja empedu akan sangat berisiko bagi tubuh, karena proses penyerapan zat berbahaya juga tentunya tidak bisa dilkakukan dengan maksimal.
  • Melindungi tubuh dari bakteri. Fungsi empedu lainnya adalah mampu untuk menjadi bakterisida. Sulit sekali untuk dapat terbebas dari berbagai macam mikroba yang mungkin masuk ke tubuh kita. Salah satu cara paling potensial untuk mikroba masuk adalah melalui makanan. Dalam sekali makan, mikroba yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan jumlahnya tidak terhitung. Di sinilah peran sistem imun tubuh berperan. Selain sistem imun, sistem pencernaan memiliki mekanisme pertahanan sendiri seperti empedu. Fungsi empedu menciptakan kondisi basa yang dapat mematikan atau menghambat mikroba yang masuk ke dalam tubuh.

Apa yang dilakukan oleh kantung empedu dan saluran empedu saya?

Hati memproduksi empedu, yang digunakan dalam penghancuran lemak di usus kita. Empedu ini dialirkan dari hati ke kantung empedu, tempat empedu disimpan dan dikonsentrasikan sebelum dilepaskan ke usus kecil, semuanya melalui saluran empedu. Sewaktu makan, kantung empedu akan berkontraksi dan melepaskan empedu yang terkonsentrasi melalui saluran empedu ke kepala usus kecil, tempat empedu dapat menghancurkan lemak dalam makanan yang dicerna sebagian, dan membuang bilirubin, produk limbah sel darah yang pecah.

Apakah batu empedu itu?

Akibat ketidakseimbangan kimiawi atau seringnya mengosongkan empedu dalam kantung empedu, maka batu empedu dapat berkembang dalam kantung empedu. Biasanya disebabkan oleh konsentrasi kolesterol yang berlebihan, atau mineral lainnya dalam tubuh, batu empedu biasanya berupa massa padat yang secara umum dibuang dari tubuh dengan BAB (Buang Air Besar). Namun demikian, pada sebagian kasus, batu empedu mungkin terlalu besar untuk dikeluarkan dari kantung empedu, atau tersumbat dalam saluran empedu yang menyebabkan kerusakan pada saluran empedu. Apabila terdapat penumpukan batu empedu dalam kantung empedu, atau gangguan dalam saluran empedu, batu empedu dapat menyebabkan peradangan pada masing-masing organ yang berangkutan. Faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya batu empedu mencakup:

  • Penyebab turunan
  • Obesitas
  • Kehilangan berat badan secara cepat.
  • Kehamilan
  • Pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol

Apa saja gejala batu empedu itu?

Batu empedu biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun sampai terjadi hambatan pergerakan empedu, baik melalui batu empedu yang terlalu banyak menumpuk di dalam kantung empedu, atau gangguan saluran empedu. Apabila ini terjadi, gejalanya mencakup:

  • Rasa nyeri parah yang stabil di kanan atas abdomen yang dapat meluas hingga ke punggung dan di antara rusuk bahu.
  • Mual
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Penyakit kuning (warna kekuningan pada kulit dan mata)

Batu empedu dapat menyebabkan:

  • Peradangan kantung empedu (koleksistitis)
  • Peradangan saluran empedu (kolangitis)
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)

Bagaimana batu empedu diobati?

Batu empedu dapat diangkat secara laparoskopis (bedah invasif minimal), yaitu, ada alat khusus yang disisipkan ke dalam kantung empedu melalui insisi kecil pada abdomen. Selanjutnya, batu diangkat dengan menggunakan alat khusus. Pendekatan yang lebih umum yaitu mengangkat seluruh kantung empedu melalui prosedur laparoskopi, demi mencegah batu empedu terjadi kembali. Seseorang memang bisa hidup tanpa memiliki kantung empedu. Pengangkatan kantung empedu juga merupakan tindakan yang umum untuk peradangan kantung empedu yang disebabkan oleh batu empedu. Apabila peradangan kantung empedu dibiarkan tanpa diobati, ada kemungkinan kantung empedu berkembang menjadi gangren dan pecah. Walaupun jarang terjadi, namun kantung empedu yang pecah akibat peradangan kantung empedu dan batu empedu, memiliki 30% kemungkinan yang menyebabkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *