5 Penyebab terjadinya Gempa Bumi

  • by

Terkadang kita hanya tahu kalau Gempa Bumi itu hanya getaran atau goncangan yang terjadi di dalam bumi, tanpa tahu apa penyebab sampai bisa peristiwa tersebut terjadi. Untuk itu uraian di bawah ini akan membahas penyebab terjadinya gempa bumi semoga bermanfaat.

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi itu terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut.

Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Besar kemungkinan terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada pedalaman lebih dari 600 KM. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena bergeraknya magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi.

Beberapa gempa bumi (namun jarang) juga terjadi karena menumpuknya masa air yang sangat besar di balik Dam, seperti Dam Karabia, Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi ( atraksi) cairan dari atau ke dalam bumi. Contoh pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Orsenal. Terakhir gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga Seismisitas Terinduksi.

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi

1. Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.
2. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
5. Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
6. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara – cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8. ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
9. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
10. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.

11. Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
12. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
13. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.

Guncangan yang tiba-tiba terasa dan tidak sedikit menimbulkan kerusakan pada bangunan atau jalan, sehingga membuat panik bagi yang merasakannya. peristiwa itu mungkin yang disebut dengan gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang dialami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat seismometer.

Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala rickter adalah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada ke dalaman gempa.

Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya, Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo. Gempa di Jepang pada tahun 2011 dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.

Istilah yang berkaitan dengan Gempa Bumi

  1. Seismologi : Ilmu yang mempelajari Gempa Bumi
  2. Hiposentrum : Pusat gempa yang terletak di dalam bumi
  3. Episentrum : Pusat gempa di permukaan bumi ata dasar laut, dengan gelombang gempa dari daalam bumi dirambatkan pertama kali di permukaan bumi atau dasar laut
  4. Seismograf : Alat pencatat gempa
  5. Seismogram : Gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf dalam bentuk garis patah-patah
  6. Pleistoseista : Garis batas daerah yang mengalami kerusakan terberat yang terletak disekitar episentrumnya.
  7. Isoseista : Garis pada permukaan bumi yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama akibat gempa
  8. Homoseista : Garis permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama dan berupa garis lingkarang atau ellips.

Ringkasan

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi adalah:
1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
2. Aktivitas sesar di permukaan bumi
3. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4. Aktiv.itas gunung api
5. Ledakan nuklir




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *