Hipotesis adalah anggapan atau penjelasan yang diajukan yang dibuat atas dasar bukti terbatas sebagai titik awal untuk penyelidikan lebih lanjut. Singkatnya, hipotesis adalah penjelasan yang diajukan untuk suatu fenomena. Namun demikian, hipotesis didasarkan pada bukti, fakta, atau informasi yang terbatas yang didasarkan pada penyebab masalah yang mendasarinya. Namun, itu dapat diuji lebih lanjut dengan eksperimen. Oleh karena itu, ini belum dapat dibuktikan benar.

Istilah hipotesis sering digunakan di bidang sains dan penelitian daripada dalam penggunaan umum. Dalam sains, ini disebut sebagai hipotesis ilmiah. Namun, hipotesis ilmiah harus diuji dengan metode ilmiah. Selain itu, para ilmuwan biasanya mendasarkan hipotesis ilmiah pada pengamatan sebelumnya yang tidak dapat dijelaskan oleh teori-teori ilmiah yang ada.

Perbedaan Hipotesis dengan Teori

Hipotesis ilmiah ialah hipotesis yang mencoba menyampaikan jawaban sementara dari masalah yang akan ditelitinya. Hipotesis menjadi benar dan teruji apabila semua tanda yang muncil tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut.
Dalam upaya untuk pembuktian hipotesis, peneliti bisa saja sengaja untuk menimbulkan ataupun menciptakan sebuah gejala. Kesengajaan tersebut dinamakan eksperimen ataupun percobaan.Hipotesis yang telah diuji dan teruji benar atau tidaknya dinamakan teori.

Contoh Hipotesa

Contoh adanya hipotesis yaitu, apabila kita melihat awan yang hitam dan menjadi sangat pekat, maka orang bisa saja menduga berdasarkan pengalaman bahwa awan yang hitam dan pekat akan turun hujan sebentar lagi.
Apabila dugaan tersebut dalam waktu yang dekat terjadi, maka dugaan tersebut terbukti kebenarannya. Secara ilmiahnya, dugaan tersebut dinamakan hipotesis. Namun bila hujan tidak turun, maka hipotesis tersebut dinyakan salah.

Proses Pembentukan Hipotesis

Dalam proses pembentukan hipotesis, terdapat sebuah proses penalarannya, yang dapat melalui tahapan tertentu. Hal tersebut bisa terjadi di dalam proses pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan dengan prosedur yang sadar, terarah dan juga teliti. Sehingga bisa dikatakan bahwa hipotesis merupakan salah satu tipe proposisi yang dapat langsung di uji.
Ada dua jenis hipotesis yang sering digunakan dalam penelitian, yaitu sebagai berikut:
1. Hipotesis Deskriptif
Jenis hipotesis ini bersifat implisist atau cenderung tersembunyi. Karena ciri utama deksriptif maka tidak salah jika ciri utama jenis hipotesis ini yaitu bersifat atau bertujuan untuk memberikan gambaran sebenarnya mengenai sampel penelitian.
2. Hipotesis relasional
Berbeda dengan hipotesis deskriptif yang memiliki sifat implisit atau cenderung tersembunyi, jenis hipotesis ini lebih bersifat ekplesit atau terbuka dimana hipotesis ini yang menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Tahap-Tahap Penyusunan Hipotesis

Perlu Anda ketahui bahwa dalam penentuan hipotesis perlu dilakukan beberapa tahapan agar dalam penyusunannya lebih memudah peneliti. Secara umum tahap-tahap penyusunan hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Masalah
Hal utama yag perlu dilakukan sebelum menyusun suatu hipotesis yaitu terlebih dahulu memntukan masalah apa yang ingin dilakukan. Biasanya permasalah tersebut masih belum begitu jelas atau tidak dapat diterangkan oleh hukum atau teori tertentu. Penentuan masalah ini biasanya dilakukan karena bersifar urgent atau sangat penting untuk diteliti.
2. Menentukan Hipotesis Awal
Hipotesis awal disini merupakan suatu dugaan atau asumsi terhadap suatu masalah yang terjadi. Perlu Anda ketahui bahwa dalam penyusunan hipotesis awal ini dianggap penting karena tanpa adanya tahap ini pengamatan tidak akan terarah karena fakta-fakta yang ditemukan dirasa masih belum cukup untuk mendukung hasilnya. Sehingga hal tersebut akan mengganggu jalannya penelitian.
3. Mengumpulkan fakta-fakta yang bersifat relevan
Tahap ketiga dalam penyusunan hipotesis adalah pengumpulan fakta. Dalam suatu penelitian ilmiah pengumpulan fakta menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu perlu dilakukan pengumpulan fakta-fakta yang relevan sesuai dengan lapangan yang jumlah yang tidak terbatas. Peneliti bebas mencari fakta yang sebanyak mungkin untuk mencari kebenaran penelitiannya.
4. Formulasi hipotesis
Setelah dilakukan pengumpulan fakta, tahap selanjutnya adalah membandingkan fakta-fakta yang ada yang kemudian mencari yang benar-benar relevan dengan penelitiannya.
5. Pengujian Hipotesis
Pengujian di sini maksudnya mencocokkan hipotesa-hipotesa yang sudah disesuaikan dengan keadaan yang dapat diamati atau sering didengar dengan istilah verifikasi atau pembenaran. Setelah dilakukan pengujian maka akan ditemukan apakah hipotesis awal tersebut dapat terbukti sesuai atau cocok dengan fakta.
Namun jika fakta-fakta yang ditemukan di lapangan tidak sesuai dengan hipotesa nya maka hasil penelitian bisa disebut falsifikasi. Sedangkan untuk hipotesa yang tidak terbantahkan lagi oleh dfakta disebut dengan koroborasi. Perlu diketahui bahwa hipotesa yang sering mendapatkan hasil konfirmasi atau kolaborasi maka dapat disebut sebagai teori.
6. Penerapan
Penerapan ini merupakan tahapan terakhir karena pada tahap ini hasil hipotesis sudah dapat diketahui.

Loading...