Apa yang dimaksud dengan Sistem Saraf manusia dan fungsinya

Sistem Saraf manusia adala sistem yang memungkinkan persepsi, emosi, pikiran, dan respons yang cepat terhadap lingkungan. Termasuk otak dan saraf.

Fungsi Sistem Saraf

Sistem saraf memungkinkan kita untuk merasakan rangsangan seperti cahaya, suara, bau, dan sentuhan dari lingkungan kita. Ini juga memungkinkan komunikasi rangsangan yang cepat dalam tubuh kita, seperti sensasi rasa sakit, penyakit, dan kesejahteraan.

Ini juga memberi kita otak – unit pemrosesan sentral yang sangat besar yang menggabungkan rangsangan ini ke dalam pengalaman terpadu dan melakukan tugas-tugas seperti merekam ingatan, menghasilkan respons emosional, dan berpikir.

Fungsi penting terakhir dari sistem saraf adalah untuk memungkinkan otak kita mengirim sinyal untuk kembali ke tubuh kita, memungkinkan kita untuk menanggapi rangsangan lingkungan.

Otak dapat dianggap sebagai pusat kendali yang menerima data, menganalisisnya, dan kemudian memerintahkan tubuh untuk merespons.

Sistem saraf menyelesaikan semua ini menggunakan sel-sel yang sangat khusus yang disebut neuron, yang dapat mengirimkan sinyal dengan sangat cepat dengan menembakkan potensi elektrokimia.

Untuk memancarkan sinyal-sinyal ini, neuron harus menggunakan energi dalam jumlah besar – sebanyak 25% dari kalori yang kita makan digunakan oleh sistem saraf untuk memungkinkan kita memahami, merasakan, berpikir, dan merespons!

Beberapa ilmuwan percaya bahwa nenek moyang manusia tidak dapat menjadi pintar sampai kita dapat memenuhi kebutuhan energi besar otak besar.

Nenek moyang kita mampu memenuhi kebutuhan ini dengan menjadi pemburu yang baik, juru masak yang baik – yang membuat makanan lebih mudah dicerna – dan akhirnya mengembangkan pertanian.

Sistem saraf mengacu pada jaringan sel-sel saraf yang mengkoordinasikan fungsi-fungsi tubuh. Sel saraf adalah unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Neuroglia adalah sel pendukung sistem saraf. Ini terdiri dari sumsum tulang belakang, otak, saraf, ganglia, organ reseptor, dan organ efektor.

Bagian-bagian sistem saraf dapat dibagi menjadi dua: sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (PNS). SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. PNS terdiri dari sisa saraf perifer yang menerima rangsangan melalui neuron sensorik dan mengirimkan impuls ke organ efektor melalui neuron motorik. Saraf perifer menghubungkan tubuh ke SSP. PNS menerima rangsangan dari lingkungan internal dan eksternal tubuh.

PNS dapat dibagi lagi menjadi dua bagian yang dikenal sebagai sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatik mengoordinasikan fungsi-fungsi sukarela yang dapat diatur oleh orang tersebut. Sebaliknya, sistem saraf otonom mengoordinasikan fungsi-fungsi tak sadar. Neurotransmiter membantu transmisi sinyal antara dua sel saraf.

Persamaan Antara Sistem Endokrin dan Sistem Saraf

  • Sistem endokrin dan sistem saraf mengkoordinasikan fungsi tubuh dengan merespons rangsangan.
  • Sistem endokrin dan sistem saraf mempertahankan homeostasis tubuh.
  • Sistem endokrin dan sistem syaraf mengirim sinyal ke organ efektor.
  • Sistem endokrin dan sistem saraf menggunakan zat kimia untuk mengirim sinyal.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *