Apa yang dimaksud dengan Saraf Pusat

Sistem saraf pusat (SSP) adalah bagian dari sistem saraf vertebrata, yang mengkoordinasikan impuls sensoris dan respons yang relevan dalam tubuh. SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. SSP dapat dibagi menjadi materi abu-abu dan putih.

Korteks luar otak terdiri dari materi abu-abu dan area dalam terdiri dari materi putih. Materi abu-abu terdiri dari neuron dan materi putih sebagian besar terdiri dari akson. Retina, saraf optik, epitel penciuman, dan saraf penciuman juga milik sistem saraf pusat.

Otak

Otak terdiri dari 100 miliar sel saraf, yang dilindungi oleh tengkorak dan selaput pelindung yang disebut meninges. Sel-sel pendukung ke neuron otak disebut sel glial atau neuroglia. Astrosit, oligodendrocytes, sel ependymal, dan glia radial ditemukan di SSP sebagai sel glia.

Otak dapat dibagi menjadi empat lobus: frontal, oksipital, parietal, dan temporal. Lobus frontal bertanggung jawab untuk gerakan tubuh secara sukarela. Lobus oksipital menerima impuls visual dari mata.

Lobus parietal menerima informasi sensorik seperti suhu, sentuhan, rasa, dan rasa sakit. Lobus temporal bertanggung jawab untuk memori dan pendengaran. Otak memulai gerakan tubuh secara sukarela.

Saraf tulang belakang (Spinal)

Sumsum tulang belakang dilindungi oleh kolom vertebral, yang dimulai di dasar otak. Fungsi utama dari sumsum tulang belakang adalah berkomunikasi dengan otak dan saraf perifer. Sumsum tulang belakang terdiri dari delapan segmen serviks, dua belas segmen toraks, lima segmen lumbar, lima segmen sakral, dan satu segmen coccygeal pada manusia.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *