Apa yang dimaksud dengan Perkecambahan

Perkecambahan adalah awal dari benih setelah ditanam di tanah dan tetap tidak aktif selama jangka waktu tertentu. Untuk tanaman dan buah yang bereproduksi melalui biji dan serbuk sari, benih akhirnya tumbuh menjadi tanaman muda melalui proses perkecambahan biji. Ketika benih ditanam, mereka tetap tidak aktif sampai kondisi cocok untuk perkecambahan.

Untuk perkecambahan terjadi berbagai kondisi harus dipenuhi seperti jumlah air, oksigen, suhu, dan cahaya yang tepat. Ketika kondisi ini terpenuhi, benih mulai membesar seperti yang dibutuhkan dalam air dan oksigen. Mantel biji pecah terbuka dan akar atau radikula muncul dari biji, yang diikuti dengan tunas tanaman. Tahap awal perkembangan tanaman adalah perkecambahan.

Perkecambahan adalah bentuk perbanyakan yang terjadi di sebagian besar tanaman. Proses ini dapat dimulai dengan penyerapan air dan oksigen, ditambah dengan suhu sekitar biji, sensitivitas dan intensitas cahaya, dll.

Sebelum perkecambahan terjadi, benih tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Ketika benih menerima nutrisi dan air yang dibutuhkan, maka enzim di dalam biji diaktifkan dan proses pertumbuhan dimulai.

Pertama, akar tumbuh dari biji, yang memungkinkan tanaman memiliki akses ke lebih banyak air. Selanjutnya, tunas atau plumula (di atas tanah) mulai tumbuh, termasuk batang dan daun yang memanfaatkan energi matahari untuk pengembangan lebih lanjut.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses perkecambahan. Air sangat penting untuk perkecambahan karena benih harus mengalami imbibisi untuk merangsang pertumbuhan akar. Namun, terlalu banyak air dapat berbahaya karena oksigen mungkin tidak mencapai benih yang tumbuh.

Selain itu, benih yang berbeda memerlukan suhu yang berbeda untuk pertumbuhan optimal. Beberapa hanya tumbuh dalam suhu dingin sementara yang lain membutuhkan suhu tinggi.

Intensitas cahaya juga mempengaruhi perkecambahan biji. Setelah mencapai permukaan, tanaman mengalami transformasi yang tergantung cahaya yang disebut fotomorfogenesis.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *