Apa yang dimaksud dengan NADH

NADH mengacu pada bentuk tereduksi NAD+, yang dihasilkan dalam siklus glikolisis dan Krebs. Dalam glikolisis, dua molekul NADH diproduksi per molekul glukosa. Enam molekul NADH diproduksi dalam siklus Krebs per molekul glukosa.

Molekul NADH ini digunakan dalam rantai transpor elektron untuk menghasilkan molekul ATP. Produksi NADH dalam siklus glikolisis dan Krebs dan penggunaan NADH dalam rantai transpor

Protein yang tertanam di membran dalam mitokondria memperoleh elektron dari molekul NADH. Elektron ini diangkut melalui molekul protein yang berbeda dari rantai transpor elektron. Pada akhirnya, mereka diperoleh oleh molekul oksigen untuk membentuk air.

Ini berarti molekul oksigen adalah akseptor elektron terakhir dalam respirasi aerob. Energi yang dilepaskan dalam proses ini digunakan untuk menghasilkan ATP oleh fosforilasi oksidatif. Dalam fermentasi, molekul lain berfungsi sebagai akseptor elektron akhir karena oksigen tidak ada dalam medium. Regenerasi NAD+ terjadi melalui fosforilasi tingkat substrat.

NAD (nicotinamide adenine dinucleotide), merupakan koenzim penting yang terlibat dalam transfer energi antara reaksi biokimia yang terjadi di dalam sel. Struktur NAD terdiri dari dua nukleotida: adenin dan nikotinamida, bergabung melalui Bentuk DNA teroksidasi adalah NAD+.

Fungsi utama NAD adalah perannya dalam reaksi reduksi-oksidasi di dalam sel, berfungsi sebagai koenzim untuk enzim seperti dehidrogenase, reduktase, dan hidroksilase, dalam proses metabolisme utama seperti glikolisis, siklus Krebs, sintesis asam lemak, dan sintesis steroid.

Selama glikolisis, dua molekul NADH diproduksi saat siklus glukosa, enam molekul NADH yang dihasilkan ke molekul glukosa, kedelapan molekul NADH ini diproduksi per molekul glukosa. dua molekul NADH diproduksi selama glikolisis dan regenerasinya terjadi melalui fosforilasi tingkat substrat.

Persamaan Antara NAD dan NADH

  • NAD dan NADH membawa hidrogen dan elektron dari satu reaksi ke reaksi lainnya.
  • NAD dan NADH mengandung dua molekul ribosa yang melekat pada gugus fosfat, nikotinamida, dan basa adenin.
  • NAD dan NADH adalah nukleotida.
  • NAD dan NADH terlibat dalam reaksi katabolik.
  • Sebagian besar dehidrogenase menggunakan NAD dan NADH.

Nikotinamida adenina dinukleotida, disingkat NAD+, adalah koenzim yang ditemukan di semua sel hidup. Senyawa ini berupa dinukleotida, yakni mengandung dua nukleotida yang dihubungkan melalui gugus fosfat, dengan satu nukleotida mengandung basa adenina dan yang lainnya mengandung nikotinamida.

Dalam metabolisme, NAD+ terlibat dalam reaksi redoks, dengan membawa elektron dari satu reaksi ke reaksi lainnya. Koenzim ini oleh karenanya ditemukan dalam dua bentuk yang berbeda: NAD+ sebagai oksidator, dan NADH sebagai reduktor. NAD+ menerima elektron dari molekul lain dan menjadi tereduksi (NADH), dan begitu pula sebaliknya. Reaksi transfer elektron ini merupakan salah satu fungsi NAD+.

Namun ia juga memiliki fungsi lain pada proses selular lainnya, utamanya adalah sebagai substrat enzim yang menambah maupun mengurangi gugus fungsi pada protein dalam modifikasi pascatranslasional. Karena fungsinya yang penting ini, enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme sering menjadi target pengembangan obat-obatan.
Dalam organisme, NAD+ dapat disintesis secara de novo (dari blok-blok molekul kecil) dari asam amino triptofan ataupun asam aspartat. Selain itu, NAD+ dapat juga diperoleh dari sumber makanan yang mengandung vitamin niasin.

Fungsi NADH

Nikotinamida adenina dinukleotida memiliki beberapa peranan esensial dalam metabolisme. Ia berperan sebagai koenzim pada reaksi redoks, sebagai donor gugus ADP-ribosa pada reaksi ADP-ribosilasi, sebagai prekursor molekul penghantara kedua ADP-ribosa siklik, dan juga sebagai substrat bagi enzim DNA ligase bakteri dan enzim sirtuin yang menggunakan NAD+ untuk melepaskan gugus asetil dari protein.

Selain itu, NADH memegang peranan penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup. Baik itu hewan, tumbuhan apalagi manusia. NADH berfungsi untuk meningkatkan energi sel yang berhubungan langsung dengan aktivitas fisik dan mental makhluk hidup. Ketika NADH yang dibutuhkan tubuh tercukupi, aktivitas makhluk hidup akan berjalan dengan lancar. Begitu pula sebaliknya. NADH juga berfungsi untuk menjaga agar sel dapat bertahan hidup lebih lama dan mencegah timbulnya penyakit degenartif yang mengurangi kualitas hidup. Kekurangan NADH pada tubuh dapat di penuhi dengan asupan vitamin B3 Niacin yang cukup.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *