Apa yang dimaksud dengan Kompos

Kompos adalah bahan organik yang terdekomposisi (sering dibuat dari bahan daur ulang) yang dapat digunakan sebagai pupuk. Kompos sangat bermanfaat bagi tanaman karena kaya nutrisi. Ini dapat diterapkan ke tanah sebagai amandemen atau tanaman dalam beberapa cara.

Kompos mengurangi kebutuhan pemupukan secara kimia, menjadikannya komponen kunci dalam pertanian organik.

Dalam bentuk yang paling sederhana, kompos dibuat dengan membangun tumpukan bahan organik basah dan kemudian memungkinkan bahan untuk memecah, atau membusuk, selama jangka waktu yang panjang. Tumpukan itu secara teratur diangin-anginkan melalui pembalikan. Selama proses dekomposisi, campuran menjadi kaya bahan kimia seperti amonium, yang merupakan bentuk nitrogen yang digunakan oleh tanaman.

Bahan organik seperti limbah halaman dan sisa makanan adalah beberapa bahan yang paling umum dalam kompos. Memiliki kombinasi bahan yang tepat adalah kunci untuk kompos yang kaya nutrisi, dan kebanyakan kompos dibuat dari campuran yang sama dari bahan “coklat” dan “hijau”.

Bahan coklat adalah benda-benda seperti ranting, dedaunan mati, dan ranting-ranting, dan memberikan karbon ke campuran kompos. Bahan hijau terdiri dari limbah rumah tangga seperti sisa makanan, potongan rumput, dan bubuk kopi, dan menyediakan nitrogen. Manfaat dari pengomposan meliputi:

  1. Minimalisasi limbah, yang jika tidak akan dikirim ke tempat pembuangan sampah di mana itu akan memakan ruang dan menghasilkan gas metana.
  2. Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan nutrisi tanah.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *