Apa yang dimaksud dengan Fitoremediasi

Fitoremediasi adalah jenis bioremediasi, yang secara langsung menggunakan tanaman hijau untuk menghilangkan atau menurunkan polutan. Ini dapat digunakan untuk membersihkan tanah, sedimen, lumpur serta air permukaan dan air tanah.

Tumbuhan telah dilengkapi dengan berbagai kemampuan penyerapan, mekanisme transportasi, dan reaksi metabolisme yang melaluinya mereka mengambil nutrisi ke dalam tanaman dan menggunakannya untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, fitoremediasi melibatkan pertumbuhan tanaman dalam matriks yang terkontaminasi melalui seluruh periode pertumbuhan.

Penyerapan melalui sistem akar tanaman mengurangi konsentrasi kontaminan dalam matriks. Selain itu, senyawa organik dan anorganik yang dikeluarkan oleh sistem akar mendorong pertumbuhan berbagai bentuk bakteri yang pada gilirannya dapat terlibat dalam menghilangkan kontaminan. Proses fitoremediasi meliputi fitoekstraksi, fitodegradasi, fitovolatilisasi, dan fitostabilisasi.

Fitoremediasi dapat dianggap sebagai metode bioremediasi in-situ. Keuntungan utama fitoremediasi adalah biaya rendah. Selain itu, itu juga tidak terlalu padat karya. Di sisi lain, ini lebih ramah lingkungan.

Persamaan Antara Bioremediasi dan Fitoremediasi

  • Bioremediasi dan fitoremediasi adalah dua jenis mekanisme yang digunakan dalam menghilangkan kontaminan dari ekosistem.
  • Keduanya terlibat dalam degradasi, transformasi, detoksifikasi, atau imobilisasi polutan.

jenis-jenis tanaman yang digunakan pada fitoremediasi

adalah :
-anturium mereh/kuning
-almanda kuning/ungu
-akar wangi
-bambu air
-dahlia
-drasenia merah/hijau
-heleconia kuning/merah
-keladi loreng/sente/hitam

proses berlangsungnya fitoremediasi

Proses dalam sistem ini berlangsung secara alami dengan enam tahap proses secara serial yang
dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar yang berada disekitarnya

a. Phytoacumulation (phytoextraction) yaitu proses tumbuhan menarik zat kontaminan
dari media sehingga berakumulasi disekitar akar tumbuhan. Proses ini disebut juga
Hyperacumulation

b. Rhizofiltration (rhizo= akar) adalah proses adsorpsi atau pengedapan zat kontaminan
oleh akar untuk menempel pada akar. Percobaan untuk proses ini dilakukan dengan
menanan bunga matahari pada kolam mengandung radioaktif untuk suatu test di
Chernobyl, Ukraina.

c. Phytostabilization yaitu penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak
mungkin terserap kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil )
pada akar sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media.

d. Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, orplentedassisted
bioremidiation degradation, yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas
microba yang berada disekitar akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.

e. Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan
untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks
menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih
sederhana yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri.

f. Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan
dalam bentuk yang telah larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk
selanjutnya di uapkan ke admosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200
sampai dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *