Apa yang dimaksud dengan Etena /Ethylene (C2H4)

Etena /Ethylene (C2H4) adalah Bahan kimia reaktif yang terbuat dari gas alam atau komponen minyak mentah (terjadi secara alami di minyak bumi dan gas alam) yang bertindak sebagai hormon tanaman, satu-satunya hormon gas. Ini digunakan untuk mempercepat pematangan buah (pisang); warna buah jeruk yang matang; meningkatkan laju pertumbuhan bibit, sayuran, dan pohon buah-buahan; absisi daun; dan penuaan.

Etena atau etilena adalah senyawa alkena paling sederhana yang terdiri dari empat atom hidrogen dan dua atom karbon yang terhubungkan oleh suatu ikatan rangkap. Karena ikatan rangkap ini, etena disebut pula hidrokarbon tak jenuh atau olefin

Manfaat

Etilena sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importir buah. Buah dikemas dalam bentuk belum masak saat diangkut pedagang buah. Setelah sampai untuk diperdagangkan, buah tersebut diberikan etilena (diperam) sehingga cepat masak.

Dalam pematangan buah, etilena bekerja dengan cara memecahkan klorofil pada buah muda, sehingga buah hanya memiliki xantofil dan karoten. Dengan demikian, warna buah menjadi jingga atau merah.

Pada aplikasi lain, etilena digunakan sebagai obat bius (anestesi).

Fungsi lain etilena secara khusus adalah

Mengakhiri masa dormansi
Merangsang pertumbuhan akar dan batang
Pembentukan akar adventif
Merangsang absisi buah dan daun
Merangsang induksi bunga Bromiliad
Induksi sel kelamin betina pada bunga
Merangsang pemekaran bunga
Biosintesis dan Metabolisme
Etilena diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilena bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan. Etilena dibentuk dari metionin melalui 3 proses.

ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilena. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilena. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilena.
Dewasa ini dilakukan penelitian yang berfokus pada efek pematangan buah. ACC sintase pada tomat menjadi enzim yang dimanipulasi melalui bioteknologi untuk memperlambat pematangan buah sehingga rasa tetap terjaga.

Etilena sebagai hormon tumbuhan

Etilena merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilena berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilena disebut juga ethene  Senyawa etilena pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilena. Gas etilena tidak berwarna dan mudah menguap.

Etilena memiliki struktur yang cukup sederhana dan diproduksi pada tumbuhan tingkat tinggi.

Sejarah

Zaman Mesir kuno, etilena telah digunakan untuk menstimulasi pematangan buah
Zaman Cina kuno, etilena digunakan untuk pematangan buah pir dengan cara memberikan gas etilena pada pir dalam ruangan tertutup
Tahun 1864, lampu jalan raya ternyata mengeluarkan gas yang dapat membuat akar mengecil dan merusak pertumbuhan
Tahun 1901, ilmuwan Rusia, Dimitry Neljubow menemukan bahwa senyawa aktif tersebut dalah etilena.
Tahun 1917, ilmuwan bernama Doubt menemukan bahwa etilena dapat menyebabkan absisi (kerontokan).
Tahun 1934, ilmuwan bernama Gane menemukan penjelasan mengenai sintesis etilena oleh tanaman[8].
Tahun 1935, Croker menemukan bahwa etilena merupakan hormon tumbuhan yang berperan dalam pematangan buah dan penghambatan jaringan vegetatif.
Sekarang, etilena banyak digunakan untuk berbagai tujuan
Kerjasama dengan Hormon Lain
Apabila konsentrasi etilena sangat tinggi dibanding hormon auksin dan giberelin, etilena dapat menghambat proses pembentukkan batang, akar, dan bunga. Namun etilena juga dapat merangsang pembentukkan bunga bila bersama-sama dengan hormon auksin

 

 

 

 

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *