Apa yang dimaksud dengan Ekspor

Ekspor, di sisi lain, mengirim barang atau jasa ke negara lain untuk dijual. Akibatnya, ia mendatangkan pemasukan asing ke negara domestik. Penjualan barang-barang tersebut menambah output kotor negara penghasil.

Misalnya, ketika suatu negara memproduksi kelebihan beberapa produk atau jika suatu negara memiliki lebih banyak sumber daya alam seperti minyak, negara tersebut dapat menjualnya ke negara lain dan memperoleh penghasilan tambahan.

Banyak negara maju di dunia saat ini sangat diuntungkan dari ekspor produk dan jasa mereka ke negara lain. Ambil contoh, Cina, yang saat ini menjadi negara pengekspor tertinggi untuk produk di dunia. Akibatnya, Cina telah mengembangkan swasembada dan telah mengatasi masalah ketenagakerjaan dan inflasi ekonomi.

Demikian pula, sebagian besar perusahaan mencoba mengekspor produk mereka karena semakin banyak mereka mengekspor, semakin besar keunggulan kompetitif mereka. Itu karena mereka mendapatkan keahlian dalam memproduksi barang dan jasa. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menjual ke pasar luar negeri.

Selain itu, salah satu fungsi dasar diplomasi dan kebijakan luar negeri antar pemerintah juga untuk mendorong perdagangan ekonomi untuk kepentingan semua pihak perdagangan.

kegiatan ekonomi dimana terjadi proses penjualan dan pengiriman suatu produk (barang maupun jasa) dari dalam negeri ke negara lain dalam jumlah yang besar.

Pada umumnya kegiatan ekspor dilakukan karena kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi dan ada permintaan dari negara lain. Proses kegiatan ekspor tersebut harus melalui bea cukai di negara pengirim dan penerima barang dengan syarat dan ketentuan yang berbeda-beda di setiap negara.

Pengertian Ekspor Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ekonomi dan bisnis pernah menjelaskan apa itu ekspor, diantaranya adalah:

1. Marolop Tanjung
Menurut Marolop Tanjung (2011:63), pengertian ekspor adalah pengeluaran barang dari daerah pabeanan Indonesia untuk dikirim ke luar negeri dengan mengikuti ketentuan yang berlaku terutama mengenai peraturan kepabeanan.

2. Amir M. S
Menurut Amir M. S (2004:1), pengertian ekspor adalah upaya melakukan penjualan komoditas di Indonesia kepada negara lain, dengan mengharapkan pembayaran dalam valuta asing, serta melakukan komoditi dengan memakai bahasa asing.

3. Roselyn Hutabarat
Menurut Roselyn Hutabarat (1996:306), arti ekspor adalah kegiatan perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

4. Bambang Triyoso dan Susilo Utomo
Menurut Bambang Triyoso dan Susilo Utomo (2004), pengertian ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kegiatan ekspor mencakup semua barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada periode tertentu.

5. J. Winardi
Menurut J. Winardi, pengertian ekspor adalah semua produk (barang dan jasa) yang dijual kepada penduduk Negara lain, ditambah dengan jasa-jasa yang diselenggarakan kepada penduduk Negara tersebut berupa pengangkutan permodalan dan hal-hal lain yang membantu ekspor tersebut.

Tujuan Ekspor Secara Umum

Pada dasarnya kegiatan ekspor dilandasi atas kesadaran bahwa setiap negara di dunia ini tidak ada yang benar-benar bisa mandiri dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Suatu negara melakukan ekspor produksinya ke negara lain yang membutuhkan produk tertentu dan tidak dapat memenuhi kebutuhan akan barang tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tujuan ekspor yang dilakukan oleh suatu negara atau perusahaan:

• Untuk memperoleh keuntungan atau laba dalam bentuk devisa.
• Untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.
• Untuk melakukan penetrasi atau membuka pasar baru di negara lain.
• Untuk menciptakan iklim usaha dan ekonomi yang kondusif baik secara nasional maupun global.
• Untuk mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri.
• Untuk menjaga stabilitas kurs valuta asing terhadap mata uang dalam negeri.

Manfaat Ekspor Secara Umum

Kegiatan ekspor suatu negara sangat erat hubungannya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Semakin tinggi aktivitas ekspor suatu negara maka iklim investasi dan pertumbuhan ekonominya juga semakin baik.

Berikut ini adalah beberapa manfaat ekspor yang bisa didapat oleh suatu negara:

• Memperluas pasar produk lokal, kegiatan ekspor negara Indonesia merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pangsa pasar produk-produk dalam negeri.

• Menambah devisa negara, transaksi yang terjadi dalam kegiatan ekspor akan menambah penerimaan devisa negara sehingga kekayaan negara akan bertambah.

• Membuka lapangan pekerjaan, kegiatan ekspor juga akan berdampak pada jumlah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ekspor produk Indonesia ke negara lain akan meningkatkan kegiatan produksi dalam negeri yang tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja.

Jenis-Jenis Ekspor

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ekspor dapat dibedakan menjadi dua jenis. Menurut N. Gregory Mankiw, kegiatan ekspor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Ekspor Langsung
Definisi ekspor langsung adalah cara menjual suatu produk (barang atau jasa) dengan bantuan perantara atau eksportir yang ada di negara tujuan ekspor. Pada pelaksanaannya, penjualan terjadi melalui distributor atau perwakilan penjualan perusahaan.
Kelebihan cara ini adalah proses produksi yang terpusat di negara asal serta kontrol yang baik dalam proses distribusi. Sedangkan kelemahannya adalah adanya hambatan perdagangan dan proteksionisme dari negara tujuan ekspor, serta biaya akomodasi yang lebih besar untuk produksi dengan skala besar.

2. Ekspor Tidak Langsung
Definisi ekspor tidak langsung adalah cara menjual barang dengan melalui perantara/ eksportir di negara asal, kemudian dijual oleh perantara tersebut. Pada pelaksanaannya, kegiatan ekspor dilakukan melalui perusahaan manajemen ekspor (export managementcompanies) dan perusahaan pengekspor (export trading companies).
Kelebihan cara ini adalah sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak harus menangani kegiatan ekspor secara langsung. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya kontrol dan pengetahuan akan operasi di negara lain.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *