Apa yang dimaksud dengan Drama Klasik

Drama adalah bentuk drama populer yang berasal dari tradisi sastra Yunani. Aristoteles mendefinisikan drama sebagai sebuah karya terpadu yang mencakup satu rentang waktu, cerita, latar, dan protagonis utama. Plot drama terdiri dari satu aksi hebat dan lengkap.

Protagonis drama klasik biasanya berasal dari keluarga kerajaan atau bangsawan. Antigone, Oedipus, dan Agamemnon adalah beberapa contoh protagonis dalam drama klasik. Pahlawan-pahlawan pemberani dan mulia ini sering menghadapi pembalikan nasib. Pembalikan ini biasanya karena cacat tragis dalam karakter dan pengaruh kekuatan ilahi. Nasib juga memainkan peran utama dalam drama klasik.

Beberapa contoh drama klasik termasuk Oedipus Rex, Romeo dan Juliet, Hamlet, Medea, Antigone, dan Prometheus Bound.

Diberikan di bawah ini adalah beberapa elemen dari drama klasik.

  • Hamartia – Kesalahan atau kesalahan yang dilakukan karena ketidaktahuan; ini biasanya kesalahan yang dilakukan oleh orang yang baik secara moral
  • Hubris – kesombongan palsu yang mengarah pada kehancuran; ini kebalikan dari kejujuran
  • Peripeteia – keberuntungan pembalikan
  • Catharsis – perasaan pelepasan emosional terasa di akhir drama

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *