Apa yang dimaksud dengan Dormansi

Dormansi adalah periode siklus hidup tumbuhan ketika tanaman memasuki masa istirahat. Sebagian besar tumbuhan memasuki dormansi selama bulan-bulan musim dingin. Tumbuhan harus memiliki periode istirahat untuk tumbuh kembali di tahun berikutnya.

Beberapa spesies tanaman juga memasuki keadaan dormansi selama panas yang berlebihan atau periode kekeringan. Selama panas dan kemarau, tanaman akan mulai menumpahkan daunnya untuk menghemat air dan energi yang berharga. Pohon, terutama pohon buah-buahan, adalah contoh tanaman yang baik yang bergantung pada periode dormansi.

Banyak pohon membutuhkan periode dormansi dan paparan dingin sebelum mereka dapat melanjutkan pertumbuhan baru. Pohon buah-buahan seperti apel harus memiliki periode dingin tertentu selama dormansi untuk menghasilkan buah pada musim berikutnya.

Dormansi secara alami terjadi ketika hari-hari mulai semakin pendek. Periode kegelapan malam hari melebihi periode terang hari siang hari. Sebuah tanaman dapat merasakan kurangnya sinar matahari dan ini memacu sistem tanaman untuk mulai memasuki dormansi. Pohon, semak, atau tanaman akan berhenti menghasilkan pertumbuhan baru dan mulai melepaskan dedaunannya.

Suhu yang lebih dingin mendorong lebih jauh tumbuhan ke dalam dormansi. Meskipun pertumbuhan teratas tanaman tidak aktif, akarnya masih terus bertahan dan bahkan tumbuh.

Ketika cuaca mulai hangat dan suhu tanah naik, tanaman mulai mematahkan dormansi. Ini juga terjadi ketika hari mulai semakin panjang dan ada periode sinar matahari yang lebih besar.

Dormansi adalah keadaan suatu biji yang tidak mau berkecambah meskipun berada pada keadaan yang mendukung utnuk berkecambah atau kondisi biji/benih yang gagal dan tidak mau berkecambah meskipun keadaan dalam serta luar biji menguntungkan untuk berkecambah dormansi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain komposisi gas atau udara dan suhu yang kurang sesuai atau memadai, adanya zat penghambat, kulit biji yang keras, embrio belum dalam keadaan matang, embrio yang rudimentair, dan kulit biji yang impermeable atau sulit menyerap air. Dormansi fisik disebabkan oleh adanya pembatas struktural terhadap perkecambahan berupa kulit biji yang keras dan kedap air yang menjadi penghalang mekanis masuknya air atau gas pada berbagai jenis tanaman sedangkan dormansi fisiologis (dormansi sekunder) penyebabnya adalah embrio yang belum sempurna pertumbuhannya atau belum matang, benih-benih tersebut memerlukan jangka waktu tertentu agar dapat berkecambah sehingga akan lebih tahan dalam penyimpanan. Dormansi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain yaitu impermiabilitas kulit biji terhadap air atau gas ataupun resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio, embrio yang rudimenter, after ripening, dormansi sekunder dan bahan-bahan penghambat perkecambahan. Tipe dormansi tersebut berhubungan dengan sifat fisik dari kulit benih serta faktor lingkungan selama perkecambahan; (2) dormansi endogenous yaitu dormansi yang disebabkan karena sifat-sifat tertentu yang melekat pada benih, seperti adanya kandungan inhibitor yang berlebih pada benih, embrio benih yang rudimenter dan sensitivitas terhadap suhu dan cahaya.

Dormansi benih dapat disebabkan antara lain oleh adanya impermeabilitas kulit benih terhadap air dan gas (oksigen), embrio yang belum tumbuh secara sempurna, hambatan mekanis kulit benih terhadap pertumbuhan embrio, belum terbentuknya zat pengatur tumbuh atau karena ketidakseimbangan antara zat penghambat dengan zat pengatur tumbuh di dalam embrio. Tipe-tipe dormansi pada benih dipengaruhi oleh dormansi fisik, karena pembatasan struktural terhadap perkecambahan, antara lain: impermeabilitas kulit biji terhadap air, resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio, dan permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas. 2. Dormansi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya zat penghambat, kulit biji yang keras, embrio dalam keadaan belum matang, embrio yang rudimentair, dan kulit biji yang impermeable atau sulit menyerap air.

Tipe-tipe dormansi antara lain: Dormansi fisik yang disebabkan oleh impermiabilitas kulit biji terhadap air, resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio, permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas. Faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya dormansi pada benih sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan tentu saja tipe dormansinya, antara lain yaitu: karena temperatur yang sangat rendah di musim dingin, perubahan temperatur yang silih berganti, menipisnya kulit biji, hilangnya kemampuan untuk menghasilkan zat-zat penghambat perkecambahan, adanya kegiatan dari mikroorganisme. Selain perlakuan IV dan V, perlakuan I dengan cara mangikir atau mengamplas kulit biji yang keras dapat mematahkan dormansi karena dengan cara itu biji dapat menyerap air dan zat hara dengan baik, hanya saja kondisi dari biji itu sendiri yang tidak mendukung pertumbuhan sehingga mengalami dormansi.

Dormansi pada biji ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya biji yang belum matang dalam hal ini adalah embrio yang masih immature, kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk terjadinya suatu proses perkecambahan, dan lain-lain (Goldworthy, 1992). Mekanisme fisik merupakan dormansi yang mekanisme penghambatannya disebabkan oleh organ biji itu sendiri, terbagi menjadi mekanis : embrio tidak berkembang karena dibatasi secara fisik, fisik : penyerapan air terganggu karena kulit biji yang impermeabel, kimia : bagian biji/buah mangandung zat kimia penghambat.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *