Apa yang dimaksud dengan Diplopoda

Diplopoda mengacu pada kelas arthropoda yang memiliki dua pasang kaki per segmen tubuh. Seperti Diplopoda terdiri dari pemakan bangkai, mereka dapat ditemukan di bahan organik yang membusuk. Arthropoda di kelas Diplopoda biasa disebut kaki seribu. Umumnya, kaki seribu memiliki lebih banyak kaki daripada kelabang.

Biasanya, tubuh dari lipan adalah silinder. Ini juga dibagi menjadi kepala dan batang. Bagasi disegmentasi, dan tiga segmen tubuh pertama kekurangan kaki. Setiap segmen tubuh merupakan perpaduan dari dua segmen tubuh. Kepala dari kaki seribu terdiri dari mulut kunyah.

Reproduksi seksual dari millipedes terjadi dengan kawin. Segmen tubuh ketujuh berisi kaki kawin yang mentransfer sperma ke pembukaan kelamin wanita.

Persamaan Antara Chilopoda dan Diplopoda

  • Chilopoda dan Diplopoda adalah dua kelas subphylum Myriapoda di bawah filum Arthropoda.
  • Chilopoda dan Diplopoda adalah arthropoda terestrial.
  • Chilopoda dan Diplopoda terdiri dari invertebrata dengan kaki bersendi dan tersegmentasi.
  • Tubuh Chilopoda dan Diplopoda ditutupi oleh exoskeleton chitinous.
  • Tubuh Chilopoda dan Diplopoda dibagi menjadi kepala dan badan.
  • Chilopoda dan Diplopoda terdiri dari arthropoda dengan multi-kaki.
  • Baik Chilopoda dan Diplopoda terdiri dari arthropoda dengan mata sederhana dan sepasang antena.
  • Mulut dari chilopoda dan diplopoda terjadi di bagian bawah kepala.
  • Bibir atas mulut Chilopoda dan Diplopoda terdiri dari epistome dan labrum sementara bibir bawah terdiri dari maxillae.
  • Sepasang rahang dapat diidentifikasi di dalam mulut di kedua Chilopoda dan Diplopoda.
  • Respirasi dari Chilopoda dan Diplopoda terjadi melalui trakea. Spirakel adalah pembukaan pernapasan eksternal pada kedua jenis arthropoda.
  • Ekskresi Chilopoda dan Diplopoda terjadi melalui tubulus malpighian.

Ciri Kelas Diplopoda

Diplopoda berasal dari kata di = dua dan podos=kaki, Jadi Diplopoda adalah kelas hewan yang memiliki dua pasang kaki. Ciri-ciri umum dari Diplopoda adalah sebagai berikut:
1. Tubuhnya berbentuk silindris dan beruas-ruas (25-100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
2. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dengan dua kelompok mata tunggal.
3. Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
4. Respirasi dengan trachea yang tidak bercabang.
5. Alat ekresi berupa dua buah saluran malphigi.

Struktur Tubuh

Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuhyang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki। Segmen tubuh pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan tidak berkaki। Tiga segmen berikutnya (segmen 2 hingga 4) mengandung sepasang kaki pada tiap segmennya Kaki seribu yang belum dewasa sering kali mempunyai segmen terakhir yang tidak berkaki. Kaki seribu yang belum dewasa sulit sekali ditentukan jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa, spesimen yang segmen terakhirnya lengkap dengan kaki atau specimen yang hanya mempunyai sedikit segmen tanpa kaki untuk ditentukan identitasnya.

Alat mulut kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang digunakan untuk mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut gnathochilarium.

Organ Tömösváry: Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan kaki seribu.Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga berbentuk ladam atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian belakang dasar sungut. Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini.

Ozopor: Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah segmen tubuh, yaitu lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk dilihat. Pada kebanyakan hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada segmen ke enam. Pada sebagian kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di sepanjang bagian tengah dorsal.

Paranota: Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang kerat dan disebut tergit.Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota.

Kebanyakan kaki seribu memiliki “bintik mata” pada daerah sisi kepala. Mata demikian dapat terdiri dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan. Sejumlah kaki seribu, misalnya Polydesmida, tidak pernah memiliki bintik mata. Kaki seribu yang hidup di dalam gua pada beberapa bangsa telah kehilangan alat penglihatan mereka, meskipun kerabatnya yang hidup di permukaan tanah mempunyai daerah penglihatan yang terbentuk dengan baik.

Kaki seribu dewasa umumnya mempunyai alat kelamin yang jelas. Alat kelamin tentu terdapat pada kedua jenis kelamin, hanya lebih nyata pada hewan jantan. Kaki yang berubah menjadi alat kelamin umumnya dapat ditemukan di dua bagian, di daerah segmen cincin yang ke tujuh atau pada bagian ujung tubuhnya, meliputi pasangan kaki yang terakhir.

Pasangan kaki yang terakhir umumnya dinamakan telopod. Pasangan kaki ke tujuh yang termodifikasi kadang-kadang tersembunyi pada suatu kantung. Pada kelompok hewan demikian hewan jantan terlihat tidak punya pasangan kaki pada segmen ke tujuh). Pasangan kaki ke tujuh yang mengalami modifikasi dikenal dengan gonopod. Organ ini sangat penting untuk mengidentifikasi jenis. Hewan betina mempunyai alat kelamin (kadang-kadang disebut cifopod) dapat ditemukan di sebelah belakang pasangan kaki kedua.

Reproduksi

Pada kelas diplopoda sudah dapat dibedakan jantan dan betina. Bukaan genital terletak pada segmen ketiga, dan pada jantan disertai oleh satu atau dua penis, yang paket setoran sperma ke gonopods. Pada wanita, membuka pori-pori genital ke kamar kecil, atau vulva, yang ditutupi oleh tudung kecil seperti penutup, dan digunakan untuk menyimpan sperma setelah sanggama.
Dalam beberapa spesies jantan memancarkan feromon untuk menarik si betina. Sebelum perkawinan, kaki seribu jantan terlebih dahulu mengisi organ-organ seksual sekunder dari yang utama, untuk melakukan hal ini dia harus menekukkan tubuhnya ke depan sehingga spermatophore dari Gonopores pada segmen tubuh ke-3 dapat ditransfer ke Gonopods (berarti ‘seks-kaki’) pada 7 segmen tubuh.

Kaki seribu jantan dan betina melakukan pendekatan untuk kawin dengan cara, kaki seribu jantan berjalan di belakang betina dan merangsang dengan irama pulsa dari kakinya. Ketika betina mengangkat segmen depan jantan mengelilingi tubuhnya dan ketika mereka menentang alat kelamin transfer sperma terjadi. Sperma dilewatkan ke perempuan sebagai sebuah paket disebut spermatophore. Gonopods atau organ seksual sekunder yang digunakan dalam transmisi spermatophore ini bervariasi dalam bentuk dengan spesies yang berbeda, ini terkait erat dengan membantu menghentikan bentuk spesies hybridizing.. Betina dapat dan akan kawin beberapa kali dalam jenis Iulid tetapi jenis Polydesmoid betina cenderung untuk kawin hanya sekali dalam semusim.

Betina menghasilkan 10-300 telur dalm satu waktu, telur ditempat pada tempat yang lembab atau sampah organik, walaupun terkadang di tempat yang kering, sarang akan dilapisi dengan kotorannya.

Pertahanan diri

Kaki seribu tidak menggunakan sungut berbisa untuk melindungi diri dari musuh. Mekanisme pertahanan utamanya adalah menggulungkan diri. Tetapi ada juga yang memancarkan zat beracun berupa hydrogen sianida melalui pori-pori di sepanjang sisi tubuh. Zat ini mampu membakar eksoskeleton dari serangga kecil pengganggu seperti semut.

Makanan

Hewan kelas diplopoda bersifat herbifor, memakan dedaunan, maupun kayu-kayu yang membusuk. Hanya yang berukuran saja menggigit manusia tetapi hanya sebagai mekanisme pertahanan. Kebanyakan kaki seribu membusuk makan daun dan mati lain tanaman materi, pelembab makanan dengan cairan dan kemudian menggoreskan dalam dengan rahang.

Klasifikasi

Taksonomi berdasarkan filogenetik
Dipopoda dibagi dalam lima belas bangsa, nammun yang akan di bahas hanya beberapa bangsa saja, pengellompokan luwing dilakukan berdasarkan urutan filogenetiknya. Berikut adalah urutan pengklasifikasiaan kelas diplopoda:

Basal genus Eileticus (fosil)

• Subclass Penicillata Latreille, 1831
Order Polyxenida Lucas, 1840.

Harpaphe haydenia

• Subclass Arthropleuridea (sementara ditempatkan di sini; fosil)
• Subclass Zosterogrammida Wilson, 2005 (fosil)
• Subclass Pentazonia Brandt, 1833
Basal genus Amynilyspes (fosil)
\Superordo Limacomorpha
Order Glomeridesmida Latzel, 1884
Superordo Oniscomorpha
Order Glomerida Leach, 1814
Order Sphaerotheriida Brandt, 1833
Keluarga Sphaerotheriidae Koch, 1847
Keluarga Sphaeropoeidae Brölemann, 1913
• Subclass Archipolypoda Scudder, 1882
• Subclass Helminthomorpha Pocock, 1887
Superordo Pleurojulida Schneider & Werneburg, 1998 (fosil)
Superordo Colobognatha (paraphyletic?)
Order Polyzoniida Gervais, 1844
Order Platydesmida DeSaussure, 1860
Order Siphonophorida Hoffman, 1980
Superordo “Merocheta”
Order Polydesmida Pocock, 1887
Superordo Nematophora
Basal genus Hexecontasoma (fosil)
Order Callipodida Bollman, 1893
Order Chordeumatida Koch, 1847
Order Stemmiulida Pocock, 1894
Superordo Diplocheta
Order “Xyloiuloida” Cook, 1895 (fosil)
Order Julida Brandt, 1833
Order Siphoniulida Cook, 1895
Order Spirobolida

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *