Apa yang dimaksud dengan Danau

Danau : Daerah cekungan di daratan yang cukup luas san terisi oleh air. Air danau bisa bersumber dari aliran sungai, hujan, atau mata air yang memancar dari dalam tanah. Selain itu, danau juga bisa dibentuk oleh manusia dengan cara membendung aliran air atau sungai. Danau bendungan ini biasanya disebut dengan bendungan atau waduk.

Jenis-Jenis Danau

Berdasarkan proses terjadinya danau dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Danau Alam
Danau alam terbentuk secara alami berasal dari tenaga alam tanpa adanya campur tangan manusia. Danau alam bisa dibedakan menjadi beberapa macam yaitu antara lain:

• Danau Tektonik adalah sebuah danau yang terjadi karena suatu gerakan tektonik yang menimbulkan bentuk slenk/graben (lembah patahan) atau patahan yang diapit oleh horst (puncak patahan) dan mendapat air dalam jumlah yang cukup (air hujan, sungai, mata air). Contohnya: Pada Danau Maninjau, Danau Tempe, Danau Poso, dan Danau Tondano dan lain sebagainya.

• Danau Vulkanik ialah sebuah danau bekas letusan gunung berapi yang mengakibatkan cekungan.Jika dasar cekungan tertutup material vulkan,maka air hujan yang tertampung dipuncak gunung menjadi danau. Contohnya: Pada Danau Maar, Danau kaldera, Danau batur, dan Danau Kalimutu dan lain sebagainya.

• Danau Vulkan-adalah danau yang terjadi karena suatu gerakan tektonik dan letusan gunung api. Contohnya: Pada Danau Toba.

• Danau Gletser adalah sebuah danau yang daerah-daerah dahulunya dilalui gletser menjadi kering dan diisi air. Danau-danau ini hanya terdapat di Amerika Utara, perbatasan kanada dan Amerika Serikat. Contohnya: Pada Danau Superior, Danau Michigan. dan sebagainya.

• Danau Dolina adalah sebuah danau yang terdapat di daerah horst dan umumnya berupa danau kecil yang sifatnya temporer. Contohnya: pada danau disekitar gunung kidul.

• Danau Tapal Kuda adalah sebuah danau yang terbentuk karena adanya sedimen pada sungai meander saat aliran sungai menurun.

2. Danau Buatan
Danau buatan atau lebih dikenal dengan waduk, dibuat untuk tujuan tertentu yang artinya pembuatan waduk sudah direncanakan dan disesuaikan penggunaannya seperti irigasi, penanggulangan banjir, pembangkit listrik, perikanan, transportasi dan lain sebagainya. Contohnya: pada Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata dan lain sebagainya.

Usaha untuk memanfaatkan danau

Makhluk hidup dapat memanfaatkan danau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – harinya. Binatang atau hewan dapat memanfaatkan danau sebagai tempat untuk mencari air minum atau mungkin juga bisa untuk membersihkan tubuh (mandi). Manusia tentunya jauh lebih bisa untuk mengambil manfaat dari danau tersebut guna mencukupi kebutuhan dalam hidupnya. Pemanfaatan danau oleh manusia ini tentunya juga harus memperhatikan dampak yang akan terjadi atau apa yang ditimbulkan setelah mengambil manfaat dari danau tersebut.

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan danau guna memenuhi kebutuhan hidup diantaranya

[1] dalam bidang pertanian danau dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengairan lahan pertanian yang dinamakan dengan irigasi.
[2] air yang terdapat pada danau ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar.
[3] air danau dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau air minum bagi penduduk sekitar.
[4] pemanfaata air yang terdapat di danau sebagati sarana untuk melakukan pembudidayaan ikan (perikanan).
[5] dalam hal pariwisata danau juga dapat di manfaat sebagai objek wisata (rekreasi) yang tentu akan membantuk perkembangan perekonomian masyarakat di sekitar danau tersebut.
[6] Danau digunakan sebagai tempat untuk olahraga misalnya saja olahraga dayung atau mungkin juga renang atau menyelam. Berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk mengambil manfaat dari danau tersebut tetunya di pengaruhi oleh kondisi yang dimiliki oleh danau yang bersangkutan. Pada daerah aliran sungai yang besar tepatnya pada posisi hilir danau (waduk) ini juga dapat bermanfaat
[7] sebagai tempat penampung air untuk mengurangi potensi terjadinya bencana banjir pada wilayah di sekitar sungai tersebut.

Usaha untuk melakukan pelestarian pada danau yang ada di bumi

Perlu dilakukannya usaha untuk menjaga kelestarian danau agar selalu dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup dan lingkungan. Usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan danau ada bermacam – macam. Terutama yang perlu diperhatikan dalam melakukan usaha pelestarian danau harus dipertimbangkan betul – betul mengenai dampak dari tindakan atau kegiatan yang dilakukan. Ketika melakukan tindakan dengan memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan tentunya akan semakin berhati – hati dan akan berusaha untuk selalu melestarikan lingkungan.

Apabila tidak dilakukan usaha pelestarian danau ini dapat hilang atau lenyap karena mendapat pengaruh dari peristiwa sedimentasi yang terjadi di alam. Apabila air sungai yang masuk ke dalam danau membawa material lumpur, maka lumpur ini akan diendapkan pada bagian dasar danau. Lama – kelamaan danau akan dipenuhi oleh lumpur yang dibawa oleh air sungai sehingga akhirnya air danau akan kering. Air sungai ini membawa lumpur dikarenakan keadaan atau kondisi dari daerah aliran sungai (DAS) kurang baik atau rusak. Kondisi DAS di sekitar danau yang tidak baik seperti demikian tentunya akan semakin menambah banyak material lumpur yang dibawa oleh aliran air sungai untuk diendapkan di dasar danau yang dapat mempercepat terjadi pengeringan pada danau.

Supaya kondisi danau tetap lestari dan tidak lenyap atau hilang maka perlu diadakan usaha pelestarian danau.

Beberpa usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian danaudiantaranya seperti

[1] menjaga kondisi lingkungan daerah aliran sungai dengan baik tidak sampai mengalami rusak agar air yang mengalir dari sungai menuju ke danau tetap normal atau bersih.
[2] melakukan penghijaun (reboisasi) dan tidak menebang hutan secara sembarangan, menjaga kelestarian hutan di sekitar wilayah waduk datau danau sehigga material yang terbawa air menuju danau jumlahnya sedikit.
[3] memberikan sosialisasi pada petani yang berada di sekitar DAS yang airnya mengalir ke danau mengenai cara bercocok tanam yang baik sehingga tidak mengakibatkan erosi yang dapat merusah daerah aliran sungai.
[4] mencegah atau tidak membiarkan limbah pabrik masuk kesungai terutama yang air sungainya menuju ke danau sehingga dengan begitu air danau tidak tercemar.
[5] memberi sosialisasi pada masyarakat agar tidak menggunakan bahan peledak atau bahan beracun saat menangkap ikan di danau agar kondisi danau tetap normal.
[6] memberikan pembinaan pada masyarakat agar tidak melakukan pembuangan sampah pada sungai maupun danau.
[7] melakukan sosialisasi pada penduduk atau masyarakat yang bermukim di wilayah sekitar danau mengenai pentingnya menjaga kelestarian danua dan lingkungan hidup serta hal – hal yang dapat dilakukan.

Loading…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *