Apa yang dimaksud dengan Bargaining

Bargaining : Bentuk kerja sama individu dengan individu, atau individu dengan kelompok dalam melaksanakan tawar-menawar atau perjanjian mengenai perukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi/badan usaha atau lebih.

Menurut Charles H. Cooley kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingankepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan kesadaran terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingannya.

Bentuk-bentuk kerjasama

Kerja sama dapat dibagi menjadi tiga bentuk berikut ini.
1) Bargaining (tawar-menawar)
Bergaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

Contoh bentuk kerja sama

Perhatikan dengan saksama ilustrasi berikut ini.

Bank Bumiputera, AJB Bumiputera 1912 dan
Bumida Bumiputera Jalin Kerja Sama
PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan AJB Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Bumiputeramuda 1967 (Bumida Bumiputera) di Jakarta. Melalui kerja sama ini, Bank Bumiputera akan memberikan fasilitas kredit kepada karyawan, para agen, serta pemegang polis asuransi Bumiputera 1912 dan Bumida Bumiputera.

Bank Bumiputera juga akan memanfaatkan produk asuransi yang dimiliki oleh Asuransi Bumiputera 1912 dan Bumida Bumiputera untuk setiap produk bank.

2) Cooptation
Cooptation yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam organisasi yang bersangkutan.

3) Coalition (koalisi)
Koalisi merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Untuk sementara waktu akan terjadi instabilitas karena dua atau lebih organisasi tersebut memiliki perbedaan struktur, tetapi karena mereka ingin mencapai tujuan bersama, maka dapat terjadi kerja sama.

4) Joint venture atau usaha patungan
Joint venture yaitu kerja sama dalam proyek tertentu, misalnya industri mobil, pengeboran minyak, pertambangan batu bara, perhotelan, dan pembiayaan.

Faktor-faktor pendorong bentuk kerjasama

Motivasi seseorang atau suatu kelompok melakukan kerja sama dengan pihak lain, dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini.

1) Orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri yang meliputi arah, tujuan, atau kepentingan-kepentingan lain. Untuk mencapainya setiap anggota kelompok mengharapkan dan mengandalkan bantuan dari anggota kelompoknya. Misalnya kerja sama untuk menyelesaikan tugas kelompok.
2) Ancaman dari luar (musuh bersama) yang dapat mengancam ikatan kesetiaan atau persaudaraan yang secara tradisional dan institusional telah tertanam di setiap anggotam kelompoknya. Misal, adanya semangat membela tanah air dari setiap ancaman dan gangguan dari negara lain.
3) Rintangan dari luar. Untuk mencapai cita-cita kelompoknya kadang-kadang muncul kekecewaan atau rasa tidak puas karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Hal inilah yang menimbulkan sifat agresif dan membutuhkan kerja sama di antara anggotanya.
4) Mencari keuntungan pribadi. Dalam kerja sama, seseorang kadang berharap mendapatkan keuntungan yang diinginkan, hal inilah yang mendorong untuk bekerja sama. Motivasi ini biasanya tidak baik sehingga terkadang dapat menimbulkan perpecahan.
5) Menolong orang lain. Kerja sama dilakukan semata-mata hanya untuk meringankan beban penderitaan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Misalnya kerja sama mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Di dalam interaksi sosial, bentuk interaksi sosial dibagi menjadi dua, yaitu Asosiatif dan Disosiatif.

1. Asosiatif
Bentuk interaksi asosiatif bersifat positif artinya mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses asosiatif memiliki bentuk-bentuk antara lain sebagai berikut

a). Kerja Sama
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antarindividu ataupun kelompok untuk mencapai kepentingan dan tujuan yang serupa, serta menyadarinya bermanfaat untuk dirinya atau orang lain. Kerja sama berorientasi antara individu terhadap kelompok (in group) dan individu terhadap kelompok lainnya (out group).
Bentuk-bentu dari kerja sama :

• Gotong Royong

Selamat datang di portal dunia suka-suka tempat untuk mencari informasi dan gudangnya referensi, Jika sebelumnya admin membahas tentang pengertian interaksi sosial dan ciri-cirinya, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan materi sebelumnya tentang bentuk-bentuk interaksi sosial.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Di dalam interaksi sosial, bentuk interaksi sosial dibagi menjadi dua, yaitu Asosiatif dan Disosiatif.

1. Asosiatif
Bentuk interaksi asosiatif bersifat positif artinya mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses asosiatif memiliki bentuk-bentuk antara lain sebagai berikut

a). Kerja Sama
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antarindividu ataupun kelompok untuk mencapai kepentingan dan tujuan yang serupa, serta menyadarinya bermanfaat untuk dirinya atau orang lain. Kerja sama berorientasi antara individu terhadap kelompok (in group) dan individu terhadap kelompok lainnya (out group).

Bentuk-bentu dari kerja sama :

• Gotong Royong
Gotong royong adalah bentuk kerja sama antara sejumlah warga masyarakat untuk menyelesaikan sesuatu atau pekerjaan tertentu yang dianggap berguna untuk kepentingan bersama.

• Bargaining
Bargaining yaitu, kegiatan perjanjian pertukaran barang ataupun jasa dua organisasi ataupun lebih. Contohnya adalah kegiatan tawar menawar antara penjual dan pembeli dalam kegiatan perdagangan.

• Joint-Venture
Joint-Venture adalah bentuk kerja sama dalam perusahaan proyek khusus, seperti pengeboran minyak dan juga perhotelan. Contohnya adalah, kerjasama antara PT.Exxon mobil co. LTD dengan PT. Pertamina dalam mengelola proyek penambangan minyak di blok cepu

• Kooptasi
Kooptasi yaitu, prosedur penerimaan unsur-unsur baru di kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan organisasi sebagai satu-satunya tips untuk menghindari adanya konflik yang dapat mengguncang organisasi.

Contohnya adalah, Pemerintah akhirnya menyetujui penerapan hukum islam di NAD yang semua masih pro kontral untuk mencegah disintegrasi bangsa
Koalisi, adalah kombinasi yang dilakukan dari dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Koalisi menghasilkan keadaan dengan tidak stabil karena ke-2 organisasi memiliki struktur tersendiri. Contohnya adalah, koalisi antara 2 partai politik dalam mengusung tokoh yang dicalonkan dalam pilkada

b). Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri individu atau kelompok manusia dengan semula saling bertentangan untuk upaya mengatasi ketegangan.

c). Asimilasi
Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok

Faktor pendorong terjadinya asimilasi :

• Sikap toleransi
• Sikap menghargai orang-orang asing dan kebudayaannya
• Adanya Persamaan pada unsur kebudayaan
• Perkawinan campuran (amalgamasi)
• Adanya musuh bersama dari luar.

Faktor penghambat terjadinya asimilasi :

• Terisolasinya kehidupan suatu kelompok tertentu dalam masyarakat. Misalnya, suku Baduy yang harus tinggal di tengah hutan dan terisolasi dari masyarakat luar.
• Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan yang dihadapi
• Memiliki perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi
• Terdapat perbedaan warna kulit atau ciri-ciri badaniah.
• Terdapat in group feeling yang kuat. Artinya, adanya suatu perasaan yang kuat bahwa individu terikat di dalam kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan
• Memiliki perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi.

Contoh dari asimilasi :

• Musik dangdut yang merupakan hasil asimilasi dari musik tradisional daerah dengan musik India.
• Cara pernikahan di banyak agama juga merupakan hasil asimilasi dari praktik agama yang dianut dan budaya tradisional setempat.
• Bahasa Swiss-Jerman yang merupakan hasil asimilasi antara bahasa Swiss dan bahasa Jerman, namun sangat berbeda dengan bahasa Swiss dan bahasa Jerman.
• Budaya Hindu di Bali merupakan hasil asimilasi antara kepercayaan animisme tradisional Bali dengan agama Hindu yang dibawa dari pulau Jawa yang berasal dari India. Hasilnya menjadi agama Hindu Dharma yang sangat berbeda dengan praktik Hindu di India dan kepercayaan masa lalu rakyat Bali.

d). Akultrasi
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi, tanpa menghilangkan unsur dari kebudayaan yang lama.

Contoh akultrasi :
• Kebudayaan Hindu dan kebudayaan Islam bertemu di Indonesia kemudian menciptakan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu
• Musik Melayu bertemu dengan musik portugis dibawa oleh para penjajah menghasilkan musik keroncong

e). Paternalisme
Paternalisme adalah penguasaan kelompok pendapatang terhadap kelompok anak negeri. Perekonomian suatu wilayah kadang kala dikuasi oleh kelompok pendatang, bukan oleh penduduk anak negeri (pribumi). Kaum pendatang biasanya bertindak sebagai penguasa atau pemilik modal, sedangkan penduduk pribumi sebagai buruh atau pekerja.

2. Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif disebut juga dengan oposisi, yang artinya bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi disosiatif dibedakan menjadi beberapa bentuk
a). Persaingan (Competion)
Interaksi sosial disosiatif disebut juga dengan oposisi, yang artinya bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

• Contoh persaingan pada bidang ekonomi: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas
• Contoh persaingan dalam sesuatu kedudukan: persaingan untuk menduduki jabatan strategis
• Contoh persaingan dalam hal kebudayaan: persaingan dalam penyebaran ideologi, pendidikan, dan unsur kebudayaan yang lain.

b). Kontravensi

Kontravensi adalah sikap menentang dengan tersembunyi agar tidak adanya perselisihan (konflik) terbuka. Penyebab kontravensi adalah perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dan pendirian kalangan lainnya dalam masyarakat ataupun dapat juga pendirian menyeluruh masyarakat.
Macam-macam bentuk kontravensi menurut Menurut Leopald von Wiese dan Howard Becker :
• Kontravensi umum, seperti penolakan, keengganan, protes, perlawanan, gangguan, dan mengancam pihak lawan.
• Kontravensi sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang di depan umum.
• Kontravensi intensif, seperti penghasutan dan penyebaran desas-desus.
• Kontravensi rahasia, seperti membocorkan rahasia atau berkhianat.
• Kontravensi taktis, misalnya mengejutkan kelompok lawan provokasi dan intimidasi.

c). Pertikaian

Pertikaian adalah proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena adanya perbedaan yang semakin tajam antara kalangan tertentu dalam masyarakat
Kondisi perbedaan yang semakin tajam mengakibatkan amarah dan rasa benci yang mendorong adanya tindakan untuk melukai, menghancurkan, atau menyerang pihak lain. Jadi, pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewan ancaman atau kekerasan.

d). Pertentangan atau Konflik

Pertentangan atau konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara satu dengan yang lain.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *