Apa yang dimaksud dengan Asfiksi

Asfiksi: Terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh

Asfiksia ditandai dengan kondisi darah yang kekurangan oksigen dan tingginya kandungan karbon dioksida. Asfiksia bisa terjadi karena disengaja, misalnya menghirup helium, karbon dioksida, atau hidrogen. Gantung diri juga bisa membuat seseorang meninggal akibat asfiksia. Gas seperti helium banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti campuran gas tabung untuk menyelam atau sebagai isi balon gas. Penggunaan helium juga dipakai untuk eutanasia pasien yang sakit parah, tetapi dengan cara yang tidak “menyakitkan”. Beberapa kasus kematian bunuh diri akibat helium juga sering ditemukan, tetapi terkadang polisi sulit memastikan penyebab kematian dengan metode otopsi biasa. Dibutuhkan peralatan khusus untuk mengambil sampel gas dari paru-paru jenazah.

Asfiksia juga bisa dialami oleh bayi baru lahir sehingga ia mengalami gawat janin hingga kematian. Penyebab asfiksia parinatal adalah kurangnya aliran darah ibu ke janin melalui tali pusat, bisa karena kondisi ibu, masalah pada tali pusat, atau penyakit bawaan bayi. Tanda bayi mengalami asfiksia adalah tubuh yang biru dan pucat, serta bayi tidak menangis spontan. Terkadang kita juga tidak menyadari sedang mengalami asfiksia, misalnya saat masuk ke wilayah yang atmosfernya berbeda dengan sebelumnya, misalnya pada ketinggian tertentu di pesawat. Tubuh manusia akan memberi sinyal untuk bernapas karena kadar karbon dioksida di dalam tubuh yang tinggi. Asfiksia dapat menyebabkan tubuh “tidak tahu” saat kita butuh oksigen baru. Akibatnya, kita akan mengalami pusing dan lama-kelamaan pingsan karena persediaan oksigen dalam tubuh terus berkurang. Asfiksia juga bisa terjadi akibat komplikasi penyakit, misalnya keracunan karbon monoksida, batuk, asma, gagal jantung, dan infeksi.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *