Apa yang dimaksud dengan Artefak

Artefak adalah sisa-sisa benda yang diawetkan yang dibuat oleh seseorang. Objek ini sering dipulihkan lama setelah waktu itu melayani tujuannya, melalui penemuan arkeologi. Alat-alat kuno, senjata, tembikar, perhiasan, kapal, pakaian, patung, dll. Adalah beberapa contoh artefak. Artefak memberikan informasi penting tentang masa lalu dan budaya dan peradaban.

Artefak dapat berasal dari banyak sumber arkeologi seperti barang kuburan (dikuburkan dengan tubuh), korban nazar (benda yang ditinggalkan di tempat suci), menimbun (koleksi benda yang sengaja dikuburkan dengan maksud mengambilnya di kemudian hari) atau lainnya fitur arkeologi seperti dinding, selokan, dan lubang.

Artefak merupakan wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, serta juga karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang bisa untuk diraba, dilihat, serta juga didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. didalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak dapat dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud dari kebudayaan ideal mengatur serta juga memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan juga karya (artefak) manusia.

Artefak didalam arkeologi mengandung pengertian benda (atau bahan alam) yang pasti dibuat dengan (tangan) manusia atau jelas menampakkan (observable) adanya jejak-jejak dari buatan manusia padanya (bukan benda alamiah semata) dengan melalui teknologi pengurangan ataupun juga teknologi penambahan pada benda alam tersebut. Ciri penting dalam konsep artefak ialah bahwa benda tersebut dapat bergerak atau juga dapat dipindahkan (movable) oleh tangan manusia dengan mudah (relatif) tanpa merusak atau juga menghancurkan bentuknya.

Jenis Artefak

Beberapa penemuan dari artefak penting ini dikelompokan menurut zamannya, diantaranya sebagai berikut :

Zaman Palaeotikum
Seorang ahli yakni Von Koenigswald melakukan sebuah penilitan di daerah pacitan dan juga Ngandong, Jawa timur, dan dari penilitan yang dilakukan olehnya diambil kesimpulan bahwa manusia yang hidup di zaman palaetikum ini sudah mulai mempersenjatai diri mereka dengan alat-alat yang fungsi untuk melindungi diri. hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya artefak berbentuk kapak gengam (Kapak perimbas)

Zaman Mesolithikum
Di zaman ini manusia sudah mulai hidup menetap dan juga membangun tempat tinggal yang permanen, hal tersebut dikuatkan dengan adanya penemuan Abris Sous Roche yakni semacam tempat tinggal yang dibangun berbentuk ceruk ada batu karang, selai dari itu ditemukan juga oleh Kjokkenmoddinger yang ialah sampah-sampah dan siput dalam bentuk gunungan yang bear yang karena hal itu membuat asumsi itu sudah hidup dan menetap. penemuan lain yang yang memperkuat adalah penemuan artefak dalam bentuk kapak gengam, dan jugan penggiling serta tulang

Zaman Logam
Pada zaman ini manusia sudah mampu dalam membuat peralatan dari logam, hal tersebut ditandai dengan penemuan artefak yang berbentuk perhiasan yang terbuat dari bahan emas, perunggu dan juga besi.

Zaman megalithikum
Zaman yang biasa disebut dengan sebutan zaman batu besar dan ini menjadi tonggak dari lahirnya bangunan-bangunan batu yang berukuran besar. Beberapa peninggalan penting dari zama ini ialah seperti, menhir, dolmen, kubur batu, sarchopagus/keranda dan juga arca-arca

Contoh Artefak di Indonesia

Contoh dari artefak yang berhasil ditemukan di Indonesia ini dikategorikan dengan berdasarkan zaman, mulai dari zaman Palaeolitikum, Mesolitikum, logam (tembaga, perunggu, besi) serta juga megalitikum (zaman batu besar). Beberapa contoh dari artefak antara lain : alat-alat dari bahan batu, logam, gerabah, tulang (tanduk binatang), kertas dll,. Bentuknya juga bervariasi, mulai dari senjata-senjata, prasasti, perhiasan, serta lain sebagainya. Dibawah ini merupakan ini beberapa contoh berikut gambarnya.

Kapak Genggam
Kapak ini merupakan senjata yang digunakan pada manusia zaman prasejarah, kapak genggam ini digunakan untuk berburu binatang atau juga untuk keperluan makanan sehari-hari (mengupas umbi-umbian). kapak genggam ni Berhasil ditemukan di daerah seperti Kalinda (Lampung), Trunyan Bali serta juga Awang Bangkal (Kalimantan Selatan).

Pisau Belati dari bahan Tulang
Alat-alat dari bahan tulang binatang diatas ini terbuat dari tanduk rusa, peninggalan dari zaman paleolitikum hasil budaya Ngandong.

Artefak Anak Panah
Contoh dari artefak ketiga merupakan anak panah, terbuat dari bahan batuan gamping, peninggalan sejarah ini ditemukan di beberapa daerah seperti contohnya Gua Lawa (Sampung) dan serta juga-gua di Tuban (Gua Kadang dan Gua Gede).

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *