Apa yang dimaksud dengan Arachnida

Arachnida adalah artropoda terestrial tanpa sayap dengan dua segmen tubuh. Kedua segmen disebut opisthosoma (perut) dan prosoma (cephalothorax). Lebih dari 60.000 spesies arachnida ditemukan di bumi.

Arachnida memiliki delapan kaki pelengkap untuk berjalan. Prosoma terdiri dari sepasang chelicerae pre-oral dan sepasang pedipalpus pasca-oral. Dua pasang kaki lainnya ditemukan di perut

Respirasi arachnida terjadi melalui buku paru-paru sementara ekskresi terjadi melalui kelenjar coxal atau tubulus malpighi. Beberapa arachnida umum adalah laba-laba, kalajengking, tics, dan tungau.

beberapa ciri-ciri hewan arachnida yang perlu kalian ketahui.

1. Struktur tubuh terdiri dari chepalothorak dan abdomen
Struktur tubuh hewan arachnida terdiri dari chepalothorak (kepala-dada) dan abdomen (badan belakang). Maksud dari chepalothoraks disebut sebagai kepala-dada adalah bagian kepala dan dada pada hewan arachnida menyatu. Bagian abdomen pada hewan arachnida tidak bersegmen dan memiliki racun pada alat sengatnya (kelisera). Pada bagian mirip pinggang yang menjadi pembatas antara chepalothorak dengan abdomen dapat disebut pedisel.

2. Ada 4 (empat) pasang kaki
Biasanya beberapa hewan invertebrata memiliki pasang kaki yang letaknya berada di bagian badannya. Pada hewan arachnida, kaki terletak di bagian chepalotoraks. Adapun jumlah kaki terdiri dari 4 (empat) pasang yang berfungsi sebagai alat gerak hewan arachnida. Bagian kaki pada hewan arachnida memiliki 2 (dua) alat lain yaitu sengat dan capit. Bagian alat sengat disebut chelicela atau kelisera. Sedangkan alat capit disebut pedipalpus.

3. Tidak mempunyai sayap dan tidak punya antena
Hewan arachnida tidak memiliki sayap dan tidak mempunyai antena. Oleh karena itu, sebagai gantinya hewan ini memiliki 4 (empat) pasang kaki untuk memudahkan mereka berpindah tempat. Fungsi antena pada hewan arachnida yang tidak ada digantikan dengan alat sengat dan alat capit pada bagian tubuhnya yang berfungsi merespon musuh atau mangsa hewan arachnida.

4. Alat pernapasan menggunakan paru-paru buku
Sistem pernapasan pada hewan arachnida diatur oleh paru-paru buku. Nama lain paru-paru buku seringkali jarang kita dengar, padahal paru-paru buku merupakan nama lain dari trakea. Proses hewan arachnida dalam melakukan pernapasan dimulai dari oksigen yang masuk ke spirakel, lalu oksigen dialirkan ke seluruh tubuh. Spirakel adalah lubang-lubang trakea. Pada hewan arachnida, spirakel terletak di samping segmen tubuh tengah dan segmen tubuh belakang.

5. Punya mata ocellus (tunggal) saja
Pada ciri-ciri hewan arthropoda, bagian mata setiap anggota klasifikasinya ada yang memiliki mata majemuk dan mata tunggal. Mata majemuk (faset) adalah mata yang berukuran besar dan memiliki fungsi dapat mendeteksi warna dan bentuk. Adapun mata tunggal (ocellus) adalah mata yang memiliki ukuran kecil, berbentuk segitiga yang masih memiliki fungsi sederhana. Pada hewan arachnida, mata tunggal (ocellus0 berfungsi untuk mendeteksi intesitas cahaya sehingga hewan arachnida dapat mengatur seberapa besar cahaya yang dapat masuk atau diterima oleh mata hewan arachnida.

6. Alat ekskresi berupa pembuluh malphighi
Pembuluh malpighi merupakan alat ekskresi hewan arachnida yang dimiliki oleh hewan arthropoda. Pembuluh malpighi memiliki bentuk seperti benang halus yang terdiri dalam jumlah banyak dengan berwarna putih kekuningan. Pembuluh malpighi terdapat di pangkal dinding usus. Fungsi pembuluh malpighi pada hewan arachnida adalah mengekresi amonia dan mengatur konsentrasi air dalam tubuh.

7. Sistem saraf terdiri dari ganglion dan simpul saraf
Sistem saraf pada hewan arachnida adalah ganglion dan simpul saraf. Pada hewan arachnida, sistem saraf terletak di bagian kepala.

Contoh hewan arachnida adalah contoh hewan invertebrata yang memiliki kaki banyak dan berbuku yang tergolong pada hewan invertebrata yakni seperti laba- laba, kalajengking dan lain – lain. Kelompok hewan ini merupakan hewan yang telah berkembang selnya sehingga multiseluler.

1. Laba-laba
Pada hewan Arachnida memiliki sistem saraf dimana semua pada bagain ganglion saraf ini termasuk ke pada prosoma. Pada bagian Mesothelae misalnya tergolong hewan laba – laba merupakan hewan yang primitif. Hingga saat ini hewan tersebut memiliki ganglion saraf yang terdapat pada opisthosoma dengan ganglion prosoma di bagian belakang yang tidak menyatu.

2. Kalajengking (Vejovis sp)
Pada kalajengking diketahui contoh hewan avertebrata memilki sistem saraf yang terdiri dari ganglion ganglion yang terdapat pada sefalotoraks. Keduanya menyatu dan pada bagian abdomen sehingga pasangan ganglion akan terpisah. Hewan ini bernafas dengan paru – paru buku atau dikenal dengan nama trakea. Jumlah paru-paru buku yang dimiliki oleh hewan ini bervariasi yakni ada yang tediri atas satu pasang. Nmaun juga ada yang terdiri dari sampai empat pasang.

3. Schizomida
Pada mayoritas spesies, respirasi menggunakan paru-paru buku tidak membutuhkan gerakan untuk memfasilitasi pernafasan ini. Hewan ini termasuk kelompok Arachnopulmonata seperti pada kalajengking, dan kalajengking cambuk.

4. Amblypygi
Pada ciri – ciri mahluk hidup arachnida diketahui umumnya memiliki trakea yang mampu untuk menyerap oksigein. Hal ini untuk membuang sisa dari zat dengan menggunakan bagian tubuh hemolimfa. Alat tesebut sangat berguna sebagai alat pengangkut. Pada trakea dapat bekerja tanpa menggunakan alat pengangkut. Paru-paru buku yang dimiliki oleh hewan vertebrata lain cukup memiliki struktur yang berbeda dengan paru – paru. Paru-paru buku ini merupakan tumpukan yang terdiri kantong udara. Pada bagian jaringan akan berisi hemolimfa. Jaringan tersebut akan memberikan bentuk lipatan yang akan memaksimalkan bagian permukaan tubuh hewan yang terpapar di udara. Pada bagian tersebut juga akan membawa oksigen dan karbondioksida.

5. Tungau (Sarcoptes scabiei)
Tungan termasuk ke dalam Apulmonata dimana tidak memiliki paru – paru. Pada sistem ekskresi pada tungau ini merupakan Arachnida yang telah efisien di dalam menjaga cairan tubuh. Pada saat hidup di darat karena memiliki lapisan lilin yang terdapat pada kutikula. Pada kelenjar ekskresi hewan Arachnida ini akan terletak di bagian sisi prosoma dengan jumlah hingga empat pasang. Pada bagian alat ekskresi yang lain yakni memiliki satu hingga dua pasang tubulus Malphigi. Hewan ini juga memiliki satu jenis kelenjar. Namun pada hewan jenis yang lain ada pula yang memiliki hingga dua jenis. Tungau mencara makan dengan cara menjadi parasit sebagai cara hewan beradaptasi dengan lingkungannya.

6. Caplak (Rhipicephalus sanguineus)
Caplak merupakan hewan yang berasal dari subkelas Acari. Hewan ini berasal dari famili Ixodidae Caplak ini merupakan hewan yang juga parasit yakni penghisap darah.

5. Hadrurus sp
Pengertian fauna Arachnida ini memiliki satu atau dua gonad yang terdapat di dalam abdomen. Pada saat melakukan fertilisasi maka yang akan terjadi yakni pada bagian internal di sebagian besar spesies. Pada individu dengan jenis kelamin jantan akan menyalurkan sperma yang tersebut pada individu dengan jenis kelamin betina. Pada hewan tersebut terdapat spermatofor. Bagian ini merupakan bagian pedipalpus yang dapat digunakan oleh hewan untuk menyuntikkan ke bagian sperma yang terdapat di lubang kelamin hewan betina. Pada sebagian bewar hewan golongan laba laba akan bertelur kemudian menyimpan telur tersebut hingga menetas. Pada bagian hewan ini akan menjaga anaknya dengan baik.

6. Heterometrus cyaneus
Pada hewan ini merupakan kalajengking biru yang akan menunggu mangsanya dengan cara menyuntikan racun. Racun akan menghancurkan mangsa dan kalajengking dapat mengambil sari makanan tersebut. Banyak hewan yang juga menjadi predator pada kelas ini. Namun ada pula yang vegetarian diantaranya jenis laba-laba. Hewan ini akan memakan madu dan nektar atau serbuk sari.

7. Opiliones
Pada hewan opiliones ini merupakan hewan yang sebagian kecil termasuk golongan yang dapat memakan benda padat. Cara makan hewan ini berbeda. Pada bagian cakar akan berada pada ujung kaki yang akan digunakan untuk mengambil invertebrata kecil lainnya. Hewan ini juga akan membawa mangsa ke dalam lekukan di antara bagian mulut dan ujung pangkal kaki.

8. Centrurus sp
Pada Arachnida ini umumnya adalah golongan karnivora. Mereka akan menggunakan cairan pencernaan yang dihasilkan oleh lambung untuk mencerna makanan. Mereka juga akan menuangkan cairan kepada mangsanya. Cairan pencernaan tersebut akan melelehkan organ mangsa sehingga cairan akan siap untuk mengambil sari makanan pada hewan.

9. Tarantula (Rhechostica hentz)
Hewan ini memiliki bentuk lambung seperti hewan golongan laba-laba. Dimana pada lambungnya bulat panjang dan terdapat kantong. Kantong tersebut terdapat di sekujur tubuhnya. Pada bagian lambung tersebut akan menghasilkan banyak enzim pencernaan yang akan menyerap zat gizi dari makanan tersebut. Ada pula bagian sampah makanan yang akan dikeluarkan dengan melalui anus di bagian belakang abdomen.

10. Dermacentor sp
Pada hewan ini tergolong dalam hemolimfa Arachnida dimana memiliki mekanisme transportasi oksigen yang ada di dalam darah. Hal ini akan memungkinkan sistem peredaran darah tereduksi. Pada beberapa jenis golongan tungau akan tidak memiliki jantung sama sekali.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *