Apa yang dimaksud dengan Alela

Alel adalah gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom) yang sama, tetapi memiliki sifat bervariasi yang disebabkan mutasi pada gen asli. Dari sudut pandang genetika klasik, alel (dari bahasa Inggris allele) adalah bentuk alternatif dari gen dalam kaitannya dengan ekspresi suatu sifat (fenotipe). Sebagai contoh, suatu lokus, yaitu suatu posisi pada kromosom dapat ditempati gen yang mengatur warna merah pada kelopak bunga (alel untuk bunga merah, misalkan MM atau Mm) dan juga alel untuk warna kelopak bungan putih (alel untuk bunga putih mm). Pada individu. pasangan alel menentukan genotipe dari individu yang bersangkutan.

Gen adalah rantai DNA panjang yang terdiri dari banyak pasang nukleotida.
. Rangkaian nukleotida dalam DNA inilah yang membawa informasi yang terkandung dalam sebuah gen.
. Perubahan apapun dalam rangkaian nukleotida dalam sebuah gen dapat menghasilkan alel-alel baru, sehingga sebuah gen memiliki potensi untuk memiliki jutaan alel yang berbeda.
. Alel adalah gen yang menjadi anggota dari sepasang gen yang sama.
. Masing- masing alel memiliki pengaruh terhadap suatu karakter khusus yang berbeda dengan alel yang lain.
. Organisme diploid memiliki pasangan-pasangan gen yang masing- masing terdiri dari 2 alel. Hubungan antar alel menentukan fenotip suatu individu.

Mendel menyatakan bahwa pada suatu gen terdapat 2 pasang alel yang memiliki hubungan dominan dan resesive.
. Namun saat ini, telah diketahui bahwa hubungan antar alel tidak terbatas pada hubungan dominan dan resesive saja.
. Bahkan, alel juga dapat memiliki banyak hubungan antar alel yang berbeda-beda.
. Alel mutan dapat memberikan fenotip yang beragam, dan bahwa beberapa alel mutan juga dapat menghasilkan fenotip yang lethal.
Pada individu heterozigot, yang fenotipnya tidak dapat dibedakan dari homozigot, maka
Berarti jangan ada yang menyebut alela AbBaCd , Yang bener AaBbCcDD. OK

Hubungan antar alelnya dibedakan menjadi:
complete dominance
complete recessive
1. Complete dominance
Alel yang bertanggung jawab atas fenotip yang muncul pada individu heterozigot, disebut memiliki hubungan complete dominance atas alel yang sifatnya tidak muncul pada individu tersebut.

2, Complete recessive
Alel yang sifatnya tidak muncul pada individu heterozigot, disebut memiliki hubungan complete recessive terhadap alel yang sifatnya tampak pada fenotip individu tersebut.
Contoh: Pada percobaan Mendel, kacang polong homozigot berfenotip biji bulat disilangkan dengan kacang polong homozigot berbiji keriput.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *