Apa yang dimaksud dengan Abrasi

Abrasi : Pengikisan tanah atau batuan oleh tenaga angin atau air laut.

Pengikisan daerah pantai atau abrasi akan mengakibatkan terjadinya pengurangan daerah daratan pantai. Umumnya pengurangan daerah pantai dimulai dari area yang paling dekat dengan air laut, sebab area ini menjadi sasaran utama dari pengikisan.

Abrasi tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena jika terjadi secara terus-menerus akan menggerogoti bagian pantai dan pada akhirnya menyebabkan air laut menggenangi beberapa area di wilayah pesisir.

Tergenangnya area pantai menimbulkan berbagai dampak, karena area yang tergenang bisa jadi merupakan tempat pemukiman penduduk dan wilayah pertokoan di pinggir pantai. Kondisi abrasi juga akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan kawasan pantai.

Penyebab Abrasi

Abrasi atau erosi pantai bisa terjadi karena berbagai faktor mulai dari faktor alam hingga faktor manusia, simak pembahasannya berikut ini:

  1. Faktor Alam

Fenomena alam yang menimbulkan abrasi antara lain pasang surut air laut, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang dan juga arus laut yang sifatnya merusak. Faktor alam yang seperti ini tidak bisa dihindari karena laut memang memiliki siklusnya tersendiri. Pada suatu periode angin akan bertiup dengan sangat kencang dan menghasilkan gelombang dan arus laut yang besar.

  1. Faktor Manusia

Sedangkan ulah manusia yang bisa menimbulkan abrasi ialah sebagai berikut:

  • Ketidakseimbangan ekosistem laut, ketidakseimbangan ekosistem laut biasanya terjadi karena adanya eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan laut, seperti ikan, terumbu karang dan lain sebagainya sehingga arus dan gelombang laut dalam jumlah besar mengarah ke arah pantai, hal inilah yang berpotensi menimbulkan abrasi.
  • Pemanasan global yang dilakukan manusia, pemanasan global biasanya terjadi karena pemakaian kendaraan, khususnya kendaraan bermotor secara berlebihan, asap yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik industri dan juga pembakaran hutan. Asap tersebut menghasilkan zat karbon dioksida yang menghalangi keluarnya panas matahari yang dipantulkan bumi sehingga panas tersebut akan terperangkap di lapisan atmosfer. Suhu dibumi akan meningkat, es di kutub akan mencair dan permukaan air laut akan mengalami peningkatan sehingga menggerus wilayah yang rendah.
  • Penambahan pasir, kegiatan penambangan pasir pantai yang dilakukan secara besar-besaran dengan cara mengeruk pasir sebanyak mungkin dalam intensitas tinggi bisa mengurangi volume pasir laut dan juga mengurasnya sedikit demi sedikit. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap arah dan kecepatan air laut yang mengantam daerah pantai. Jika tidak membawa pasir, air pantai akan menjadi lebih ringan dan lebih cepat saat menghantam pantai, proses yang seperti ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya abrasi.

Dampak Abrasi

Menurut Muhammad Arsyad (2012) menyatakan: “abrasi tentu sangat berdampak terhadap kehidupan. Pada umumnya abrasi lebih banyak memiliki dampak negatif dibandingkan dampak positif. Dampak negatif yang dihasilkan dari abrasi juga sangat merugikan lingkungan khususnya manusia. Berikut ini akan dipaparkan bukti-bukti kerugian yang diakibatkan abrasi.

  1. Air laut tidak pernah diam. Air laut bergelombang di permukaannya, kadang-kadang besar kadang-kadang kecil, tergantung pada kecepatan angin dan kedalaman dasar lautnya. Semakin dalam dasar lautnya makin besar gelombangnya. Gelombang mempunyai kemampuan untuk mengikis pantai. Akibat pengikisan ini banyak pantai yang menjadi curam dan terjal.
  2. Penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pinggir pantai.
  3. Kerusakan hutan bakau di sepanjang pantai karena terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar.
  4. Kehilangan tempat berkumpulnya ikan-ikan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau.
  5. Apabila pantai sudah mengalami abrasi, maka tidak akan ada lagi wisatawan yang datang untuk mengunjunginya. Hal ini tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia karena secara otomatis devisa negara dari sektor pariwisata akan mengalami penurunan. Selain itu, sarana pariwisata seperti hotel, restoran, dan juga kafe-kafe yang terdapat di areal pantai juga akan mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit.
  6. Pemukiman penduduk yang berada di areal pantai akan kehilangan tempat tinggalnya akibat rumah mereka terkena dampak dari abrasi.
  7. Kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan luas pulau-pulau di Indonesia banyak yang akan berkurang dan banyak pulau yang akan tenggelam.
  8. Dalam beberapa tahun terakhir garis pantai di beberapa daerah di Indonesia mengalami penyempitan yang cukup memprihatinkan. Di beberapa daerah abrasi pantai dinilai belum pada kondisi yang membahayakan keselamatan warga setempat, namun bila hal itu dibiarkan berlangsung, dikhawatirkan dapat menghambat pengembangan potensi kelautan di daerah tersebut secara keseluruhan, baik pengembangan hasil produksi perikanan maupun pemanfaatan sumber daya kelautan lainnya.
  9. Pantai yang indah dan menjadi tujuan wisata menjadi rusak. Pemukiman warga dan tambak tergerus hingga menjadi laut. Tidak sedikit warga di pesisir pantai yang telah direlokasi gara-gara abrasi pantai ini”.

Adapun beberapa cara pencegahan abrasi adalah sebagai berikut:

  1. Menanam Pohon Bakau

Pohon bakau merupakan jenis pepohonan yang akarnya dapat menjulur ke dalam air pantai. Biasanya pohon bakau ditanam sejajar garis pantai untuk sekaligus membatasi daerah air dengan daerah pantai yang berpasir.

Akar pohon bakau yang kuat akan menahan gelombang dan arus laut yang mengarah ke pantai agar tidak menghancurkan bebatuan dan tanah di daerah pantai.

  1. Memelihara Terumbu Karang

Pencegahan abrasi juga dapat dilakukan dengan pemeliharaan terumbu karang. Seperti kita ketahui bahwa terumbu karang memiliki fungsi sebagai pemecah gelombang. Dengan begitu, apabila ekosistem terumbu karang diperbaiki maka dapat meminimalisir terjadinya abrasi.

  1. Melarang Penambangan Pasir

Ini merupakan tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah dan pusat yang harus tegas melarang kegiatan penambangan pasir di daerah-daerah tertentu, yaitu melalui peraturan pemerintah. Pencegahan abrasi dapat dilakukan bila persedian pasir di lautan masih memadai sehingga gelombang air tidak menyentuh garis pantai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *