Difusi adalah: Pengertian, contoh, manfaat, faktor

  • by

Difusi adalah sebagai proses transfer massa molekul individu dari suatu zat dari satu bagian sistem ke yang lain, dibawa oleh gerakan molekul acak, dan dikaitkan dengan kekuatan seperti gradien konsentrasi.

Difusi molekul kecil dan makromolekul (mis. Protein) dalam larutan encer memainkan peran penting dalam mikroorganisme, tanaman, dan hewan.

Difusi bermanfaat sebagai bagian utama dalam pemrosesan makanan dan dalam pengeringan campuran dan larutan cair, seperti aroma penyebar aroma dalam jus buah, kopi, dan teh dari larutan selama penguapan.

Dalam fermentasi, nutrisi, oksigen, dan gula berdifusi ke dalam mikroorganisme, dan produk, limbah, dan kadang-kadang enzim berdifusi menjauh.

Fungsi difusi nyata terlihat pada ginjal ketika membuang produk limbah seperti urea, kreatinin, dan cairan berlebih dari darah. Dialisis ginjal menghilangkan produk limbah dari darah pasien dengan ginjal yang tidak berfungsi dengan baik. Selama proses hemodialisis, darah pasien dipompa melalui dialyser, dan limbah berdifusi melalui membran semipermeabel ke cairan pembersih larutan berair.

Apa itu difusi

Difusi adalah

Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah

Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.

  • Difusi merupakan kejadian atau peristiwa berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan dinamakan gradien konsentrasi.
  • Difusi akan terus terjadi hingga semua partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan di mana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis.
  • Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi, yaitu:

  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya

Pengertian Difusi

Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah, perbedaannya dengan osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar dan contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam.

Faktor yang Mempengaruhi laju Difusi

Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi laju kecepatan terjadinya difusi :

Ukuran Partikel

Faktor utama yang paling mempengaruhi tingkat kecepatan difusi adalah ukuran partikel. Seperti yang kita ketahui bersama, semakin besar ukuran sebuah partikel, maka sulit pula partikel tersebut untuk dipindahkan. Nah, dalam proses terjadi nya difusi, ukuran partikel juga berbanding lurus dengan tingkat kecepatan proses difusi (semakin besar ukuran partikel, maka semakin lama pula waktu  yang diperlukan dalam proses terjadinya difusi).

Ketebalan Membran

Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi yang kedua adalah ketebalan membran sel. Seperti yang telah dijelaskan di atas, difusi merupakan proses perpindahan zat ataupun partikel dari satu bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi rendah. Nah, dalam proses perpindahan ini, zat yang akan berpindah biasanya akan melewati membran tertentu. Sama seperti halnya ukuran partikel, ketebalan membran juga berbanding lurus dengan kecepatan terjadinya difusi (semakin tebal membran, maka semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan dalam proses difusi).

Luas Suatu Area

Faktor ketiga yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah luas suatu area. Semakin luas ukuran area terjadinya difusi, maka semakin luas pula bagian yang dapat bersinggungan. Dampaknya, proses perpindahan zat pun berlangsung dengan lebih cepat.

Jarak

Faktor keempat yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah jarak antara dua konsentrasi tempat terjadinya difusi. Sama seperti halnya perpindahan normal, semakin jauh jarak konsentrasi yang perlu ditempuh dalam perpindahan partikel, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan oleh partikel tersebut untuk berpindah dari satu konsentrasi ke konsentrasi lainnya.

Suhu

Faktor terakhir yang juga tidak kalah berpengaruh terhadap kecepatan proses difusi adalah suhu. Untuk bergerak dengan lebih cepat, partikel biasanya membutuhkan energi yang besar. Dan salah satu sumber energi adalah panas, sehingga dalam kondisi suhu yang tinggi proses difusi dapat berlangsung dengan lebih cepat dari kondisi normalnya.

Jenis Difusi

Difusi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

1. Difusi Biasa

Difusi ini terjadi pada molekul atau partikel yang tidak berpolar dan terjadi pada sel yang akan mengambil nutrisi. Partikel akan langsung berdifusi tanpa harus memerlukan energi dan juga bisa melewati membran sel langsung.

2. Difusi Khusus

Difusi ini terjadi pada sel yang ingin mengambil nutrisi dan partikel yang memiliki ion hydrolhilic. Pengertian Difusi dan Contohnya – Pada difusi khusus, memerlukan protein yang khusus juga agar partikel dapat melewati membran.

Proses Difusi

Proses difusi terjadi ketika adanya pergerakan partikel suatu zat padat, cair, maupun gas dari bagian yang memiliki konsentrasi tinggi ke bagian yang memiliki konsentrasi rendah yang melewati suatu membran. Proses difusi juga disebut sebagai proses transportasi, karena proses ini tidak memerlukan energi. Dalam proses ini salah satu syarat agar partikel dapat melewati membrane yaitu, partikel harus memiliki bentuk yang lebih kecil, sehingga dapat larut dalam air ataupun lemak.

Kecepatan difusi hanya akan ditentukan oleh jumlah zat yang ada, jumlah celah pada membran sel dan kecepatan gerak kinetik.

Cara terjadinya proses difusi juga sangat sederhana. Berikut adalah 2 proses terjadinya difusi.

  1. Melalui saluran licin yang ada pada protein transport.
  2. Melalui celah pada lapisan lipid ganda.

Contoh Difusi

Untuk memperjelas tentang pengertian difusi, pada tulisan ini saya juga akan memberikan contoh difusi. Berikut adalah beberapa contoh difusi :

  • Ketika menaburkan garam pada makanan, maka proses difusi yang terjadi pada garam dan makanan yaitu ketika garam lebur dan merata .
  • Ketika menyemprotkan parfum pada salah satu ruangan, maka aromanya akan langsung menyebar pada seluruh ruangan, karena parfum memiliki partikel yang berdifusi pada udara.
  • Ketika memberikan tambahan gula pada cairan teh tawar, lambat laun cairan teh tersebut akan menjadi manis, hal ini merupakan proses difusi yang terjadi ketika gula melebur dan merata dengan cairan teh.
  • Konduksi panas, energi suatu benda yang panas bergerak dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah, sehingga membuat benda lain yang akan menyentuhnya menjadi panas.

Itulah pengertian, penjelasan, serta beberapa contoh tentang difusi. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu tentang arti difusi. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengetahuan yang ada pada diri penulis. Jika ada kesalahan baik dalam penulisna dan juga penyampaian, penulis mohon untuk dimaafkan. Jika tulisan ini bermanfaat, jangan lupa untuk share kepada orang lain agar makin banyak orang yang tahu tentang arti difusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *