5 Candi peninggalan kerajaan majapahit

Mongol mungkin kekaisaran yang paling dikenal sebagai salah satu penakluk terbesar dalam sejarah. Ketika mereka memperluas perbatasan mereka, banyak kerajaan hancur dan berganti dinasti. Mungkin salah satu ekspedisi Mongol yang kurang terkenal adalah (di bawah Dinasti Yuan dari Cina Kublai Khan) ke Jawa. Ekspedisi ini berakhir dengan kekalahan Mongol, dan memunculkan salah satu kekuatan besar terakhir di kawasan Asia Tenggara, Kekaisaran Majapahit.

Kisah Kerajaan Majapahit dimulai pada akhir abad ke-13 saat Singhasari dengan Raden Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit), dan Jayakatwang (penguasa terakhir dari kerajaan Singhasari). Ayah mertua Raden Wijaya adalah Kertanegara, yang tahtanya direbut oleh Jayakatwang. Namun, Raden Wijaya diampuni, dan diberi Trowulan di Jawa Timur. Lokasi ini kemudian akan berfungsi sebagai ibukota Kerajaan Majapahit. Berikut adalah beberapa candi dari peningalan kerajaan Majapahit

Candi Sawentar

Candi Sawentar terletak di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Blitar, Jawa Timur. Di dalam Kitab Negarakertagama, Candi Sawentar disebut juga Lwa Wentar. Bangunan candi ini dahulunya merupakan sebuah kompleks percandian, karena disekitarnya masih ditemukan sejumlah pondasi yang terbuat dari bata, dan candi ini diduga didirikan pada awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Candi Sawentar merupakan bangunan suci yang berlatar belakang agama Hindu.

Candi Tegowangi

Candi Tegowangi merupakan candi yang terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M dimasa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada.

Candi Surawana (Surowono)

Candi Surawana (Surowono) adalah candi Hindu yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri. Candi yang nama sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura ini diperkirakan dibangun pada abad 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, seorang raja dari Kerajaan Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Dalam Negarakertagama diceritakan bahwa pada tahun 1361 Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana. Candi Surawana saat ini keadaannya sudah tidak utuh, beberapa bagian telah direkonruksi.

Candi Tikus

Candi Tikus adalah kolam pemandian ritual (petirtaan) yang berbentuk bangunan kolam bujur sangkar dengan arsitektur teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susunan konsentris yang menjadi titik tertinggi bangunan ini. Pada sisi utara terdapat sebuah tangga menuju dasar bangunan kolam. Struktur utama yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan mengambil bentuk gunung legendaris Mahameru. Konon dulunya kolam ini dipergunakan sebagai tempat pemandian putri raja-raja Majapahit. Nama Candi Tikus sendiri diambil lantaran dulunya lokasi ini menjadi sarang tikus yang sering menjadi gangguan hama bagi sawah milik penduduk.

Candi Penataran

Candi Penataran atau Candi Panataran atau nama aslinya adalah Candi Palah adalah sebuah gugusan candi bersifat keagamaan Hindu Siwaitis yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415.

Loading...