Apa itu Rekonstruksi 3D?

Rekonstruksi 3D adalah metode di mana suatu objek dibuat kembali dalam ruang virtual tiga dimensi (3D) menggunakan komputer. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berbeda, tetapi biasanya melibatkan penggunaan data masukan seperti foto dua dimensi (2D) atau pemindaian objek sebenarnya. Setelah rekonstruksi 3D ini dibuat, maka dapat dimanipulasi atau digunakan dalam beberapa cara yang berbeda, termasuk untuk keperluan medis, rekonstruksi penegakan hukum, dan bahkan pembuatan grafik 3D untuk film atau televisi.

Rekonstruksi 3D adalah metode di mana suatu objek dibuat kembali dalam ruang virtual tiga dimensi (3D) menggunakan komputer.

Pembuatan rekonstruksi 3D biasanya melibatkan profesional gambar digital, bukan pecaral komputer 3D, karena gambar biasanya tidak dibuat sebanyak gambar dirakit. Ada dua pendekatan dasar untuk jenis rekonstruksi ini yang dapat digunakan, berdasarkan bagaimana mereka yang terlibat mengumpulkan data masukan untuk rekonstruksi. Rekonstruksi aktif melibatkan beberapa bentuk interferensi antara objek yang direkonstruksi dan sensor, seperti memindai objek atau mengambil fotonya. Rekonstruksi 3D pasif, di sisi lain, menggunakan sensor yang menerima data tanpa mengganggu objek sama sekali, seperti perangkat yang digunakan untuk menerima cahaya dari bintang yang jauh.

Rekonstruksi 3D digunakan di bidang medis melalui peralatan pencitraan medis.

Data input ini kemudian dapat digunakan untuk membuat rekonstruksi 3D dari objek atau objek asli. Pemindaian tubuh seseorang, misalnya, dapat digunakan untuk membuat caral 3D orang tersebut dalam sistem komputer. Pemindaian pasif dari bintang yang jauh juga dapat digunakan untuk membuat caral 3D dari galaksi yang jauh atau untuk membuat urutan animasi yang menunjukkan pergerakan bintang yang berbeda di ruang virtual.

Penggunaan medis dari rekonstruksi 3D cukup luas, terutama bila digunakan dengan peralatan pencitraan resonansi magnetik (MRI) yang memungkinkan profesional medis melihat caral otak 3D tanpa melakukan operasi. Rekonstruksi ini juga digunakan untuk sejumlah alasan berbeda dalam penegakan hukum. Foto 2D dapat digunakan untuk membuat caral 3D seseorang agar lebih akurat menggambarkan seperti apa penampilannya, dan bahkan tengkorak dapat digunakan untuk melakukan rekonstruksi tersebut.

Grafik komputer 3D untuk film dan televisi juga dapat memanfaatkan jenis rekonstruksi 3D ini untuk membuat gambar yang lebih realistis. Pemindaian aktor, misalnya, dapat digunakan untuk membuat caral 3D yang sangat realistis dari aktor tersebut, yang kemudian digunakan untuk membuat stuntman digital yang dapat melakukan aksi yang mungkin mustahil dilakukan oleh seseorang. Rekonstruksi sering digunakan untuk membuat caral lingkungan atau objek 3D yang realistis, seperti mobil, untuk membuat gambar untuk iklan yang lebih sempurna daripada kenyataan.